UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, karakter, dan kemampuan nonakademik melalui ajang Duta Kampus Unib 2026. Setelah melalui rangkaian seleksi dan pembinaan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas, Benta Defarangga dari Fakultas Hukum (FH) dan Anggun Seftiany dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil meraih Juara I Duta Kampus Unib 2026 kategori putra dan putri.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata bersama Ketua Senat Prof. Herawan Sauni, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Agustin Zarkani dan Ketua Panitia, Irvani, memukul dol secara simbolis.(foto:hms1)

Penobatan para juara berlangsung pada malam grand final Duta Kampus Unib 2026 yang diikuti 14 finalis, di Ruang Rapat Utama Gedung Rektorat Unib, Rabu malam (16/9/2026). Malam puncak tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua dan Sekretaris Senat Unib, Rektor dan para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan beserta jajaran, para Duta Kampus Unib 2024, serta keluarga dan pendukung para finalis.

Grand final dibuka secara resmi oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, ditandai dengan pemukulan dol secara simbolis. Rektor didampingi Ketua Senat Unib Prof. Herawan Sauni, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, serta Ketua Panitia Duta Kampus Unib 2026, Irvani, yang merupakan Duta Kampus Unib 2024 dari Fakultas Pertanian.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pemilihan Duta Kampus Unib 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi untuk memilih mahasiswa yang akan menjadi representasi kampus, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa agar memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, profesionalitas, dan karakter yang kuat.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini yang pada tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan di hotel atau di luar kampus, namun sekarang dilaksanakan di dalam kampus, memanfaatkan Ruang Rapat Utama Gedung Rektorat ini. Selayaknya memang seperti ini, karena ini adalah acara kampus,” ujar Prof. Indra.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyambut baik ajang Duta Kampus dilaksanakan dalam kampus.(foto:hms1)

Kepada 14 finalis yang berhasil mencapai babak grand final, Rektor berpesan agar tidak berkecil hati bagi mereka yang belum berhasil meraih gelar juara. Menurutnya, keberhasilan menembus babak final sendiri merupakan sebuah pencapaian karena mereka telah terpilih dari puluhan mahasiswa yang mengikuti proses seleksi.

“Jangan berkecil hati jika dalam grand final ini tidak terpilih sebagai juara, sebab kalian sudah menjadi pemenang. Bukan saja terhadap 30 lebih pendaftar dalam kompetisi ini, tetapi kalian merupakan mahasiswa terpilih dari lebih kurang 25 ribu mahasiswa Unib,” katanya.

Lebih jauh, Prof. Indra menegaskan bahwa pada hakikatnya seluruh sivitas akademika merupakan Duta Unib. Karena itu, setiap dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik sekaligus memperkenalkan berbagai capaian dan potensi Universitas Bengkulu kepada masyarakat.

“Sejatinya, kita semua, mulai dari dosen, karyawan dan mahasiswa adalah Duta Unib yang di mana dan kapan pun berada harus menjaga nama baik dan mempromosikan Universitas Bengkulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan Duta Kampus diharapkan dapat menjadi simbol sekaligus penggerak bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan berbagai kabar positif tentang Unib. Di sisi lain, ajang tersebut juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, profesionalitas, kemampuan berkomunikasi, serta prestasi.

Sebnyak 14 finalis Duta Kampus Unib 2026 tampil kompak dan memukau di hadapan dewan juri.(foto:hms1)

Duta Kampus Kehormatan bagi Mahasiswa Asing

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan gagasan untuk mengembangkan konsep Duta Kampus Unib dengan memberikan ruang keterlibatan yang lebih luas bagi mahasiswa internasional.

Menurutnya, mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di Unib merupakan bagian dari keluarga besar universitas sekaligus menjadi salah satu elemen penting dalam memperkuat internasionalisasi kampus.

“Ke depan, Duta Kampus perlu dikembangkan dengan melibatkan para mahasiswa Unib yang berasal dari luar negeri. Beri mereka kesempatan sebagai Duta Kampus Kehormatan sehingga bisa ikut terlibat dalam berbagai event kemahasiswaan di tingkat universitas maupun fakultas,” ujarnya.

Prof. Indra menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Unib telah menerima mahasiswa dari berbagai negara. Pada semester ganjil 2026, Unib bahkan menerima 35 mahasiswa asing yang berasal dari sepuluh negara, setelah sebelumnya proses penerimaan mahasiswa internasional tersebut diikuti ribuan pendaftar dari berbagai negara.

“Ajak dan libatkan mereka dalam berbagai aktivitas organisasi kemahasiswaan, seperti ajang Duta Kampus ini dengan memberi mereka kesempatan sebagai Duta Kampus Kehormatan. Sebab mereka juga sudah menjadi bagian keluarga besar Unib yang berperan dalam internasionalisasi aktivitas akademik Unib,” paparnya.

Sebnyak 14 finalis Duta Kampus Unib 2026 tampil kompak dan memukau di hadapan dewan juri.(foto:hms1)

Tampilkan Potensi Terbaik

Sebelum dinobatkan sebagai juara, Benta Defarangga dan Anggun Seftiany bersama 12 finalis lainnya harus menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Pada babak grand final, para finalis menyampaikan visi, misi, serta program unggulan yang mereka tawarkan sebagai calon Duta Kampus. Mereka juga menampilkan kemampuan komunikasi dan pembawaan diri yang telah diasah selama mengikuti rangkaian pembinaan.

Penampilan para finalis semakin menarik dengan dua busana yang dikenakan pada malam grand final, yakni jaket almamater Unib dan busana Batik Besurek sebagai salah satu identitas budaya Bengkulu.

Rangkaian pembinaan sebelumnya juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para finalis. Selama masa karantina, mereka mendapatkan berbagai materi dan pelatihan, antara lain public speaking, penguatan karakter, serta keterampilan lain yang mendukung peran mereka sebagai representasi mahasiswa dan duta universitas.

Para pendukung masing-masing finalis meneriakkan yel-yel untuk menyemangati idolanya.(foto:hms1)

Ke-14 finalis yang tampil pada malam grand final terdiri atas Lukman Asywil Husni dari Fakultas Pertanian, Aulia Esha Nefani dari FKIP 2, Muhammad Darell Pangestu dari FMIPA 1, Tiara Anisa Puspita Sari dari FMIPA 2, dan Benta Defarangga dari FH 1.

Selanjutnya, Revannisa MK Agina dari FMIPA 3, Aldo Pratama dari FKIP 2, Anggun Seftiany dari FISIP, Haikal Ahmad Fadhilah dari FKIP 1, Najwa Cadie dari FEB, Budi Hartono dari FMIPA 2, Shalika Fitri Azzahra dari FKIP 1, Andika Sanjaya dari FH 2, serta Beirta Rahmadhani dari FMIPA 1.

Setelah melalui penilaian menyeluruh terhadap penampilan, kemampuan komunikasi, visi, misi, dan berbagai aspek lainnya, dewan juri menetapkan Benta Defarangga dari FH 1 sebagai Juara I Duta Kampus Unib 2026 Putra, dan Anggun Seftiany dari FISIP sebagai Juara I Duta Kampus Unib 2026 Putri.

Sementara itu, Budi Hartono dari FMIPA 2 dan Tiara Anisa Puspita Sari dari FMIPA 2 meraih Juara II. Posisi Juara III diraih Muhammad Darell Pangestu dari FMIPA 1 dan Najwa Cadie dari FEB.

Selain tiga besar, para finalis lainnya juga memperoleh penghargaan sesuai kategori yang ditetapkan. Lukman Asywil Husni dan Shalika Fitri Azzahra dinobatkan sebagai Duta Intelegensia. Andika Sanjaya dan Revannisa MK Agina meraih penghargaan Duta Digital dan Inovasi.

Selanjutnya, Haikal Ahmad Fadhilah dan Beirta Rahmadhani ditetapkan sebagai Duta Berbakat, sedangkan Aldo Pratama dan Aulia Esha Nefani meraih penghargaan Duta Persahabatan.

Penampilan tari kreasi serta solo song oleh Debora mahasiswa FISIP dan Ketua Dharma Wanita Unib Dr. Gushevinalty ikut menyemarakan suasana grand final duta kampus.(foto:hms1)

Penampilan Hiburan

Suasana grand final semakin semarak dengan sejumlah penampilan hiburan. Sanggar seni mahasiswa Unib tampil membawakan tari kreasi “Tari Kipas”, disusul penampilan solo song dari mahasiswi FISIP Unib, Debora.

Kejutan juga hadir ketika Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unib, Dr. Gushevinalty, yang merupakan istri Rektor Unib, turut tampil menghibur para tamu undangan. Dengan membawakan lagu rock dangdut “Mati Lampu”, penampilannya mendapat sambutan meriah dari para hadirin dan menambah semarak suasana malam grand final.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemasangan selempang Duta Kampus kepada para pemenang, penyerahan piala dan hadiah uang pembinaan, serta foto bersama. Melalui ajang Duta Kampus Unib 2026, para mahasiswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih gelar juara, tetapi juga dipersiapkan menjadi representasi kampus yang mampu membawa semangat Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas dalam berbagai ruang dan kesempatan. [Purna Herawan | Humas].

Wakil Rektor I Unib Dr. Yulian Fauzi, Wakil Rektor III Prof. Agustin Zarkani, dan Wakil Rektor IV Prof. Ashar Muda Lubis saat menyerahkan piala dan hadiah Juara III, Duta Persahabatan dan Duta Intelegensia.(foto:hms1)

Ketua Senat Unib Prof. Herawan Sauni saat menyerahkan piala dan hadiah kepada Juara II Duta Kampus.(hms1)

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat menyerahkan piala dan hadiah kepada Juara I Duta Kampus, diikuti dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan universitas, para dekan dan wakil dekan, dan seluruh finalis Duta Kampus 2026 yang menerima penghargaan.(foto:hms1)

Para pemenang ajang pemilihan Duta Kampus Unib 2026 foto bersama dengan Duta Kampus Unib 2024 dan undangan yang memadati ruang rapat utama gedung rektorat Unib.(foto:hms1)