Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Keluarga Besar Mahasaiswa Universitas Bengkulu (BEM FH KBM Unib) Kabinet Gelora Arseta menggelar Opening Ceremony dan Seminar Nasional sebagai pembuka rangkaian kegiatan Law Fest 2026. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat partisipasi generasi muda dan perempuan dalam merawat demokrasi serta menentukan arah kebijakan publik.
Seminar nasional yang mengusung tema “Merawat Demokrasi, Menyalakan Partisipasi: Peran Strategis Generasi Muda dan Perempuan dalam Menentukan Arah Masa Depan Indonesia” tersebut berlangsung pada Sabtu (10/10/2026) di Ruang Pola Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu.

Sebanyak 115 tamu undangan menghadiri kegiatan ini, terdiri atas perwakilan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu serta organisasi mahasiswa Fakultas Hukum Unib.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang organisasi menjadikan kegiatan ini sebagai wadah untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mendiskusikan tantangan demokrasi di Indonesia, terutama terkait keterlibatan generasi muda dan perempuan dalam proses pengambilan keputusan publik.
Sekretaris Panitia, Cantika Putri Maharani, yang mewakili Ketua Panitia yang berhalangan hadir, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas dukungan dan fasilitasi tempat pelaksanaan acara.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini, khususnya dengan memfasilitasi tempat kegiatan di kompleks Kantor Gubernur Bengkulu,” ujar Cantika.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gubernur BEM FH KBM Unib, Bdikar Anumtiko Ling Kricas, dan Pembina BEM FH KBM Unib, Muhammad Syirazi Neyasyah, S.H, M.H. Keduanya turut mengapresiasi kerja keras panitia serta kehadiran perwakilan BEM dan organisasi mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.
Dekan Fakultas Hukum Unib, Dr. M. Yamani, S.H, M.Hum, yang diwakili Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Antory Royan Adyan, S.H, M.Hum, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Pembukaan ditandai dengan pemukulan dol secara simbolis dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Dr. Antory mengapresiasi pengurus BEM FH KBM Unib dan panitia yang kembali menyelenggarakan Law Fest melalui rangkaian kegiatan yang diawali dengan seminar nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, menyampaikan gagasan, serta memahami dinamika hukum dan demokrasi.
Ia berharap seminar nasional dan seluruh rangkaian Law Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menyuarakan gagasan dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Jadikan seluruh rangkaian seminar dan Law Fest 2026 ini sebagai forum untuk mengungkapkan berbagai gagasan tentang kemajuan hukum dan demokrasi serta menyuarakan hak-hak perempuan. Ajang ini juga diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat memengaruhi proses pengambilan keputusan publik, di samping mengasah kemampuan yang selama ini didapatkan di bangku kuliah,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar nasional yang dipandu moderator Yolla Olivia. Empat narasumber dari bidang akademik, pemerintahan, legislatif, dan peradilan konstitusi dihadirkan untuk memberikan perspektif yang beragam mengenai peran generasi muda dan perempuan dalam memperkuat demokrasi.
Keempat narasumber tersebut adalah Arimbi Fajari Furqon, S.H, M.H, dosen Fakultas Hukum Unib; Dr. Eka Saputra, S.Pd, M.Pd, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bengkulu; Febrinanda Putra Pratama, S.H, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Seluma; serta Dr. Wilma Silalahi, S.H, M.H, Panitera Pengganti Ahli Madya pada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia sekaligus dosen Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara.
Diskusi mengangkat tiga subtema utama yang saling berkaitan. Subtema “Suara Muda, Aksi Nyata” membahas pentingnya memperkuat partisipasi dan kepemimpinan politik generasi muda. Melalui partisipasi yang aktif dan bertanggung jawab, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengamat dinamika politik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam mendorong perubahan.
Subtema kedua, “Membangun Sinergi untuk Negeri”, menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat, parlemen, dan generasi muda dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang lebih inklusif. Sementara itu, subtema “Mendorong Reformasi” mengangkat peran gerakan kolektif perempuan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan mendorong kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Keberagaman latar belakang narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami isu demokrasi dari berbagai sudut pandang, mulai dari kajian akademik dan kebijakan pemerintah daerah hingga proses legislasi dan perspektif peradilan konstitusi.

Setelah pemaparan materi, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberi kesempatan kepada peserta untuk berdialog langsung dengan para narasumber. Melalui sesi ini, mahasiswa dapat menyampaikan pertanyaan, pandangan, dan pemikiran kritis mengenai partisipasi politik, kepemimpinan generasi muda, serta keterlibatan perempuan dalam proses perumusan kebijakan publik.
Melalui seminar nasional tersebut, BEM FH KBM Unib Kabinet Gelora Arseta berharap mahasiswa semakin memahami pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan, dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemahaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi berkembang menjadi partisipasi nyata dalam menyampaikan aspirasi, mengawal kebijakan, dan berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan publik.
Dengan demikian, rangkaian Law Fest 2026 diharapkan menjadi wadah pengembangan kapasitas mahasiswa sekaligus ruang untuk menumbuhkan budaya dialog, pemikiran kritis, dan kepedulian terhadap masa depan hukum dan demokrasi Indonesia.
Rangkaian Law Fest 2026 yang diselenggarakan BEM FH KBM Unib diisi dengan berbagai perlombaan, antara lain Lomba Cerdas Cermas (25 September – 12 Oktober 2026), Lomba Debat Bahasa Indonesia/Debat Hukum (25 September – 23 Oktober 2026), Lomba Esai (25 September – 12 Oktober 2026), Lomba Futsal Internal Fh Unib dan SMA Sederajat (25 September – 7 November 2026), Lomba Kritik BEM (25 September – 11 Oktober), dan Fun Run Justitia di Kafe Garis Waktu Pantai Panjang (1 November 2026). [Laporan: M. Syirazi | Editor: Purna Herawan | Humas].