Skip to main content

UNIVERSITAS BENGKULU

Gebyar Semarak Merah Putih di Universitas Bengkulu (Unib) tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat dan berbagai layanan publik, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar. Dari 50 stan bazar yang disediakan secara gratis di halaman Gedung Rektorat Unib, sebanyak delapan stan di antaranya dimanfaatkan mahasiswa penerima program Bantuan Mahasiswa Wirausaha (BMW) Unib tahun 2026 untuk memamerkan sekaligus memasarkan produknya.

Suasana stan bazar UMKM dan kewirausahaan mahasiswa mendapat perhatian para pengunjung Gebyar Semarak Merah Putih di Unib.(foto:hms1)

Bagi para mahasiswa, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga. Selama ini, pemasaran produk sebagian besar masih terbatas pada lingkungan kampus, terutama teman kuliah di tingkat program studi atau fakultas. Melalui bazar yang berlangsung selama sepuluh hari, 24 Oktober hingga 2 November 2026, mereka berkesempatan menjangkau konsumen yang lebih beragam, mulai dari mahasiswa lintas fakultas hingga masyarakat umum yang mengunjungi kegiatan tersebut.

Aisyah, salah seorang anggota tim usaha Morifish yang menjadi peserta program BMW Unib 2026, mengaku senang karena produknya kini dapat diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Menurutnya, kehadiran stan bazar memberikan ruang promosi sekaligus kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

“Sebelumnya, pemasaran produk kewirausahaan kami hanya menyasar teman kuliah di satu jurusan dan lingkup fakultas. Namun, melalui stan bazar UMKM Gebyar Semarak Merah Putih ini, pembeli menjadi lebih beragam. Ada yang berasal dari fakultas lain, bahkan masyarakat umum yang mengunjungi kegiatan ini,” ujar Aisyah.

Pengalaman serupa dirasakan Filia Oktiadana, mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Unib, yang mengembangkan usaha kreatif bernama Insect Art. Sebelum mengikuti bazar, penjualan produk usahanya lebih banyak dilakukan melalui sistem pre-order. Dengan memperoleh fasilitas stan gratis, Filia dan timnya kini dapat memamerkan produk secara langsung sekaligus menjelaskan keunikan produk kepada pengunjung.

Suasana stan bazar UMKM dan kewirausahaan mahasiswa mendapat perhatian para pengunjung Gebyar Semarak Merah Putih di Unib.(foto:hms1)

Insect Art menghadirkan beragam produk kerajinan, seperti bros, gantungan kunci, dan hiasan lainnya yang memanfaatkan serangga hama tanaman yang telah dikeringkan dan ditata dalam bingkai. Melalui sentuhan kreativitas, serangga yang selama ini identik dengan organisme pengganggu tanaman diolah menjadi produk bernilai seni, memiliki unsur edukasi, dan berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi.

“Kami sangat senang mendapat fasilitas di Gebyar Semarak Merah Putih ini. Melalui stan bazar, kami bisa memamerkan dan memasarkan produk serangga hias secara langsung kepada masyarakat luas. Kami juga ingin memperkenalkan bahwa di Unib ada program BMW yang manfaatnya sudah kami rasakan, salah satunya melalui kesempatan berjualan di kegiatan ini,” kata Filia.

BMW Buka Peluang Mahasiswa Kembangkan Usaha

Kepala Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) Unib, Muhammad Khairul Amri Rosa, S.T, M.T, menjelaskan bahwa program BMW merupakan hibah kompetitif bagi mahasiswa Unib yang diselenggarakan setiap tahun untuk mendukung pengembangan ide bisnis dan usaha mahasiswa.

Mahasiswa yang lolos seleksi memperoleh dukungan pendanaan maksimal Rp3 juta untuk usaha rintisan dan Rp5 juta untuk usaha yang telah berjalan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan gagasan kreatif menjadi usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Suasana stan Pelayanan Publik yang dibuka Pemerintah Provinsi Bengkulu dan mitra Unib di arena Gebyar Semarak Merah Putih dimanfaatkan oleh para pengunjung.(foto:hms1)

Pada 2026, sebanyak 36 usaha mahasiswa memperoleh pendanaan melalui program BMW. Jumlah tersebut terdiri atas 14 usaha pada batch pertama dan 22 usaha pada batch kedua. Dari 22 usaha penerima pendanaan pada batch kedua, sebanyak 15 merupakan usaha tahap rintisan, sedangkan tujuh lainnya merupakan usaha lanjutan yang telah memasuki tahap pertumbuhan.

Pelaksanaan program BMW tahun 2026 ini bertepatan dengan Gebyar Semarak Merah Putih, sehingga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengoptimalkan dukungan yang mereka terima. Tidak hanya memperoleh pendanaan untuk mengembangkan usaha, mahasiswa juga mendapatkan akses promosi dan pemasaran melalui fasilitas stan bazar yang disediakan secara gratis.

“Sebanyak 34 usaha mahasiswa dari program BMW kami fasilitasi dengan delapan stan gratis di arena Gebyar Semarak Merah Putih ini. Satu stan dapat diisi dua atau tiga produk usaha mahasiswa. Selama ini, salah satu persoalan yang biasanya mereka hadapi adalah akses dan tempat berjualan yang layak. Melalui kegiatan ini, persoalan tersebut setidaknya dapat teratasi selama sepuluh hari penyelenggaraan,” jelas Khairul Amri Rosa.

Ia berharap kesempatan tersebut dapat memperluas jangkauan pasar usaha mahasiswa, meningkatkan penjualan, serta mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Lebih jauh, aktivitas ekonomi yang tumbuh melalui kegiatan ini diharapkan turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan perekonomian daerah.

Stan Pasar Murah milik Pemerintah Provinsi Bengkulu di arena Gebyar Semarak Merah Putih di Unib dimanfaatkan sivitas akademika Unib dan pengunjung untuk berbelanja Sembako murah.(foto:hms1)

Ruang Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Daerah

Memasuki hari ketiga penyelenggaraan, Gebyar Semarak Merah Putih di halaman Gedung Rektorat Unib mulai ramai dikunjungi masyarakat. Berbagai agenda dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang beragam bagi pengunjung, mulai dari pertunjukan kreativitas mahasiswa yang dikoordinasikan fakultas secara bergantian setiap hari, hiburan rakyat, dan diskusi publik dengan menghadirkan narasumber berkompeten, hingga pelatihan kewirausahaan serta kegiatan terkait inovasi dan teknologi terapan. Puncak kegiatan pada 1 November 2026 dijadwalkan diisi dengan tabligh akbar yang menghadirkan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Pengunjung juga dapat memanfaatkan beragam layanan dan fasilitas yang tersedia, antara lain bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha umum dan mahasiswa, pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pelayanan pajak kendaraan bermotor, administrasi kependudukan berupa e-KTP, layanan SIM keliling, pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah.

Panggung utama Gebyar Semarak Merah Putih di rektorat Unib setiap hari dimeriahkan berbagai kegiatan fakultas dan kreativitas, serta kompetensi antar mahasiswa dan pelajar.(foto:hms1)

Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami melihat kerja sama ini sebagai kemitraan yang nyata. Pemerintah daerah bekerja langsung di tengah masyarakat, dan perguruan tinggi hadir membawa ilmu, tenaga, serta ruang untuk bertemu. Keduanya saling melengkapi,” jelasnya.

Menurut Rektor, Gebyar Semarak Merah Putih juga menjadi salah satu upaya menerjemahkan capaian pembangunan daerah ke dalam kegiatan konkret yang dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menjelaskan, terdapat tiga misi utama yang ingin diwujudkan melalui kegiatan tersebut. Pertama, memberdayakan dan membina pelaku ekonomi kreatif. Kedua, menyelenggarakan operasi pasar untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Ketiga, mendorong usaha kecil agar terus berkembang dan memiliki peluang untuk naik kelas.

“Tiga misi tersebut semuanya berpadu dalam pasar murah, pemberdayaan UMKM, baik pelaku usaha umum maupun mahasiswa, dan penguatan ekonomi kreatif demi kesejahteraan masyarakat Bengkulu,” paparnya.

Ramainya pengunjung dan aktivitas jual beli di arena Gebyar Semarak Merah Putih diharapkan berdampak pada akselerasi pertumbuhan UMKM dan meningkatnya aktivitas perekonomian daerah.(foto:hms1)

Melalui kegiatan ini, Unib tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan hiburan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, mahasiswa, mitra perbankan, dan masyarakat.

Bagi mahasiswa penerima BMW, kesempatan memasarkan produk di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari proses belajar berwirausaha, mulai dari memperkenalkan produk, membangun komunikasi dengan konsumen, hingga membaca peluang pasar.

Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghubungkan pembelajaran dan pengembangan kewirausahaan dengan kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, Unib terus mendorong agar ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi berkembang menjadi karya dan usaha yang memiliki nilai ekonomi serta memberikan manfaat bagi masyarakat. [Laporan: Shabrina-SNA | Editor: Purna Herawan | Humas].