Universitas Bengkulu (Unib) mengaktifkan 716 rekening Bank Negara Indonesia (BNI) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) tahun 2026. Aktivasi rekening pada Selasa (20/10/2026) ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyaluran bantuan pendidikan dan biaya hidup bagi mahasiswa penerima program tersebut.



Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin dan Perwakilan Pimpinan BNI Aprida Shanti, menyampaikan sambuutan.(hms1)
Aktivasi rekening ditandai dengan penyerahan buku tabungan dan kartu ATM BNI secara simbolis oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, kepada perwakilan mahasiswa penerima KIP Kuliah. Kegiatan berlangsung di pelataran parkir Kantor Kas BNI Kampus Unib, Jalan WR. Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta perwakilan BNI.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, menjelaskan bahwa KIP Kuliah merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Tinggi yang ditujukan untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pada 2026 Unib mengaktifkan rekening bagi 716 mahasiswa penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 691 mahasiswa penerima KIP Kuliah melalui jalur eligible, sembilan mahasiswa yang memperoleh peluang berdasarkan perubahan desil kesejahteraan, serta 16 mahasiswa berdasarkan usulan masyarakat.
“Penetapan penerima dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan agar bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. Selain melalui jalur eligible, terdapat penambahan penerima berdasarkan perubahan desil dan usulan masyarakat sesuai kebijakan pemerintah pusat. Dengan demikian, total rekening penerima KIP Kuliah Unib yang diaktivasi tahun ini sebanyak 716 rekening,” jelas Prof. Agustin.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat memberikan arahan kepada para mahasiswa penerima KIP-K.(foto:hms1)
Program KIP Kuliah memberikan dukungan pembiayaan pendidikan sekaligus bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat lebih berkonsentrasi menjalani perkuliahan, mengembangkan kompetensi, dan meraih prestasi tanpa terbebani persoalan ekonomi yang dapat menghambat keberlanjutan studi.
Sama seperti tahun sebelumnya, pada tahun 2026 ini beasiswa KIP Kuliah diberikan dengan skema fully funded, mencakup biaya kuliah (UKT/SPP) serta bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta per semester atau Rp950 ribu per bulan yang disalurkan langsung ke rekening mahasiswa setiap enam bulan (satu semester). Beasiswa ini diberikan selama 8 semester untuk program Sarjana (S1) dan 6 semester untuk program Diploma (D3).
Di lingkungan Unib, penerima KIP Kuliah tahun ini tersebar di delapan fakultas. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi fakultas dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 186 mahasiswa, disusul Fakultas Pertanian sebanyak 129 mahasiswa dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 100 mahasiswa.
Selanjutnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) memiliki 97 penerima, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 90 penerima, Fakultas Teknik 57 penerima, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) 29 penerima, serta Fakultas Hukum 28 penerima.



Rektor dan para Wakil Rektor serta pimpinan BNI menyerahakan buku tabungan dan kartu ATM secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima KIP-K.(foto:hms1)
Prof. Agustin menambahkan, penerima KIP Kuliah akan menjalani evaluasi sesuai ketentuan program. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan tetap diterima mahasiswa yang memenuhi persyaratan akademik dan administratif.
“Program ini diawasi secara ketat. Apabila dalam evaluasi ditemukan mahasiswa yang tidak lagi memenuhi persyaratan, proses penanganan dan penggantian penerima akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Dari pihak BNI, Area Business Team BNI Wilayah Provinsi Bengkulu dan Lubuk Linggau, Aprida Shanti, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Unib dalam mendukung layanan perbankan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah.
“Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa penerima beasiswa, sehingga mereka dapat memanfaatkan fasilitas perbankan dengan baik untuk mendukung kebutuhan pendidikan,” ujarnya.
Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, dalam sambutannya mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan bantuan pemerintah secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan pembiayaan, melainkan juga kesempatan bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Gunakan dana ini sebaik-baiknya untuk mendukung perkuliahan, bukan untuk hal-hal konsumtif. Balaslah bantuan ini dengan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, serta selesaikan studi tepat waktu,” tegas Rektor.



Rektor dan para Wakil Rektor Unib serta pimpinan BNI foto bersama dengan para mahasiswa penerima beasiswa KIP-K usai aktivasi nomor rekening.(foto:hms1)
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk meningkatkan semangat belajar, menjaga prestasi, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target. Mahasiswa penerima KIP Kuliah juga diharapkan mampu mengembangkan kompetensi serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan studi.
Dalam kegiatan tersebut, penyerahan buku tabungan dan kartu ATM BNI secara simbolis dilakukan kepada tiga perwakilan mahasiswa penerima KIP Kuliah, yakni Bayu Juniansyah dan Alkhila Putri Diva Perdana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Anggun Tia dari Program Studi Bimbingan dan Konseling.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unib, Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan, Diddona Usroty Azja, S.Si, serta perwakilan BNI, termasuk Sub Branch Manager BNI Kantor Kas Universitas Bengkulu, Krismena Natalina, beserta staf.
Melalui dukungan KIP Kuliah, Unib terus berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan. Program ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berdampak, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan melalui pendidikan. [Purna Herawan | Humas].