Skip to main content

UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) menjadi tuan rumah kegiatan Bina Talenta melalui workshop bertema “Langkah Nyata Menuju Guru Besar yang Berdaya Saing” pada Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini menjadi upaya mendorong percepatan peningkatan jumlah guru besar, memperkuat kualitas akademik dosen, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Anggota Komisi X DPR RI Dr. Hj. Dewi Coryati, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, serta Universitas Bengkulu ini berlangsung di Ruang Rapat Utama Gedung Layanan Terpadu UNIB. Workshop diikuti oleh unsur pimpinan dan sivitas akademika perguruan tinggi, termasuk perwakilan universitas, politeknik, sekolah tinggi, dan akademi di Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Dr. Hj. Dewi Coryati menegaskan bahwa pencapaian jabatan guru besar atau profesor tidak sekadar menjadi prestasi akademik individual, tetapi juga merupakan wujud kematangan intelektual dan dedikasi keilmuan yang berperan penting dalam menentukan arah perkembangan perguruan tinggi.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan globalisasi telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia pendidikan tinggi. Perguruan tinggi dituntut untuk terus beradaptasi, melakukan terobosan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Oleh karena itu, saya sebagai Anggota DPR RI Komisi X, berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI serta Universitas Bengkulu, menyelenggarakan kegiatan Bina Talenta dengan tema: ‘Langkah Nyata Menuju Guru Besar yang Berdaya Saing’,” ujar Dewi Coryati dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai strategi, persyaratan, serta berbagai tantangan yang dihadapi dosen dalam proses pengusulan jabatan akademik profesor. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan yang lebih komprehensif, baik terkait aspek administratif maupun substantif dalam memenuhi persyaratan menjadi guru besar.

Dewi Coryati juga menghadirkan Ketua Dewan Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Ir. Evi Damayanti, M.S., sebagai salah satu narasumber utama. Kehadiran narasumber yang berpengalaman dalam mendampingi dan membimbing dosen menuju jabatan profesor diharapkan dapat memberikan arahan praktis bagi dosen yang sedang mempersiapkan pengembangan karier akademiknya.

“Target kita jelas: melahirkan jajaran Profesor baru yang lahir dari Bumi Raflesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan jumlah guru besar perlu diikuti dengan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kepakaran dosen tidak hanya diakui melalui publikasi pada jurnal bereputasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi pembangunan dan penyelesaian persoalan masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Rektor UNIB Tekankan Kolaborasi Antarperguruan Tinggi

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu.

Menurut Rektor, kehadiran berbagai perguruan tinggi dalam kegiatan tersebut mencerminkan semangat konsorsium perguruan tinggi di Bengkulu. Setiap institusi memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing, tetapi semuanya memiliki tanggung jawab bersama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi di Bengkulu tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Kerja sama lintas institusi perlu diperkuat agar pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif serta menghasilkan dampak yang lebih luas.

Rektor juga menyampaikan bahwa upaya melahirkan guru besar yang berdaya saing bukan hanya berkaitan dengan pencapaian jabatan akademik, melainkan juga menyangkut kualitas, integritas keilmuan, dan kontribusi akademisi terhadap kemajuan bangsa.

Guru besar yang berkualitas diharapkan mampu menghasilkan penelitian bermutu, membangun atmosfer akademik yang sehat, serta melahirkan generasi penerus yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi.

Dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Rektor mendorong penguatan kolaborasi pada bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Pada bidang pendidikan, perguruan tinggi perlu saling berbagi pengalaman dan meningkatkan mutu lulusan. Dalam penelitian, kolaborasi lintas kampus dan lintas disiplin ilmu perlu diperkuat agar hasil riset mampu menjawab kebutuhan nyata daerah. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat harus diarahkan pada upaya memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan kita bukan seberapa megah gedung kampus, bukan pula seberapa banyak penghargaan yang kita raih. Ukurannya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dari kehadiran perguruan tinggi di tengah mereka,” ungkapnya.

Hadirkan Narasumber dari Berbagai Bidang Keahlian

Workshop “Langkah Nyata Menuju Guru Besar yang Berdaya Saing” menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidang akademik serta tata kelola perguruan tinggi.

Selain Prof. Dr. Ir. Evi Damayanti, M.S., kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Lindung Zalbuin Mase, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, serta Dr. Agus Sunarya Sulaeman, S.ST., Ak., M.Si., CGAA., CGAE., CPMA., CA., Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara Kemendiktisaintek.

Berdasarkan susunan acara, kegiatan diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, tari pembukaan, dan pembacaan doa. Acara dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Bengkulu serta pembukaan dan sambutan Dr. Hj. Dewi Coryati selaku Anggota Komisi X DPR RI.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan penyampaian materi dan diskusi panel yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh informasi, bertukar pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pengembangan karier akademik dosen menuju jabatan guru besar.

Kehadiran para narasumber diharapkan dapat membantu peserta memahami langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan, mulai dari penguatan rekam jejak akademik hingga pemenuhan persyaratan pengusulan jabatan profesor sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkuat Daya Saing Pendidikan Tinggi Bengkulu

Melalui kegiatan Bina Talenta ini, peningkatan jumlah guru besar di Universitas Bengkulu dan perguruan tinggi lainnya di Provinsi Bengkulu diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas riset, publikasi ilmiah, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan kapasitas dosen menuju jabatan profesor juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan reputasi institusi, memperluas jejaring akademik, serta menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang produktif dan inovatif.

Kolaborasi antara DPR RI, Kemendiktisaintek, dan Universitas Bengkulu melalui kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membuka ruang pengembangan talenta akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, Universitas Bengkulu berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai forum berbagi pengetahuan, tetapi menjadi titik awal bagi lahirnya lebih banyak guru besar yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu. (Bayupi)