41 Mahasiswa ADiK dari Empat Perguruan Tinggi Dibekali Wawasan Kebangsaan di Bengkulu
Universitas Bengkulu (Unib) menjadi tuan rumah kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan bagi 41 mahasiswa baru penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) tahun 2026, dari empat perguruan tinggi di wilayah Sumatera. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 November 2026, di Kota Bengkulu ini bertujuan memperkuat karakter, kedisiplinan, semangat bela negara, dan cinta tanah air bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Tari tradisional Bengkulu “Sekapur Sirih” mengawali acara pembukaan dan simbol penyambutan tamu.(foto:hms1)
Pembukaan kegiatan berlangsung di Hotel Grage Kota Bengkulu, Minggu malam (1/11/2026), ditandai dengan pemukulan alat musik dol secara simbolis oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, bersama perwakilan Tim Teknis Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek, Dr. Sony Hartono Wijaya, S.Kom, M.Kom.
Turut hadir Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unib Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, Tim Kerja PPAPT Kemendiktisaintek Prameswari Aura Nursalamah dan Siti Hilda Riyani, serta para pendamping mahasiswa ADiK dari empat perguruan tinggi peserta.
Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib sekaligus Ketua Panitia, Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, dalam laporannya menjelaskan bahwa 41 mahasiswa peserta berasal dari Universitas Bengkulu (7 orang), Universitas Sriwijaya (15 orang), Politeknik Negeri Sriwijaya (3 orang), dan Universitas Bina Darma (16 orang).
Sambutan dan laporan kegiatan disampaikan Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib.(foto:hms1)
Para peserta merupakan mahasiswa baru penerima beasiswa ADiK dengan skema ADiK Papua dan ADiK Repatriasi, yakni putra-putri pekerja migran Indonesia. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pembinaan yang dirancang tidak hanya untuk memperluas pemahaman tentang kebangsaan, tetapi juga membangun kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi dalam kehidupan perguruan tinggi.
Selama tiga hari, peserta mengikuti beragam agenda pembinaan, mulai dari penyampaian materi wawasan kebangsaan, diskusi tematik, latihan kedisiplinan dan baris-berbaris, hingga permainan ketangkasan melalui kegiatan outbound.
Sejumlah materi strategis disampaikan oleh narasumber dari berbagai unsur. Materi prinsip-prinsip bela negara dan upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman kontemporer disampaikan oleh pemateri dari Korem 041/Gamas. Sementara itu, materi kebinekaan dalam bingkai NKRI diberikan oleh pemateri dari Polda Bengkulu, sedangkan Wawasan Nusantara disampaikan akademisi Fakultas Hukum Unib.
Pembinaan juga mencakup aspek pengembangan pribadi dan akademik. Para mahasiswa mendapatkan materi pembinaan mental dan strategi beradaptasi di lingkungan baru dari psikolog, serta pembekalan mengenai strategi belajar efektif di perguruan tinggi oleh UPA Bimbingan dan Konseling Unib.
Pemukulan dol secara bersama-sama sebagai simbol pembukaan acara.(foto:hms1)
Tidak hanya berlangsung di ruang kelas, kegiatan bertema “Rajut Nusantara, Bangun Pemimpin Masa Depan” ini juga mengajak peserta mengenal sejarah perjuangan bangsa melalui napak tilas ke sejumlah tempat bersejarah di Kota Bengkulu. Di antaranya Rumah Pengasingan Bung Karno, dan rumah Fatmawati sebagai tokoh yang dikenal sebagai penjahit Bendera Merah Putih sekaligus Ibu Negara pertama Republik Indonesia.
Menurut Andi Yudi Prayoga, rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh bagi mahasiswa ADiK, baik dalam membangun pemahaman kebangsaan maupun memperkuat karakter pribadi.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa ADiK diharapkan dapat mengembangkan wawasan kebangsaan, memahami esensi bela negara, serta memperkuat karakter sebagai generasi penerus yang berintegritas, memiliki semangat juang, disiplin, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Penyampaian sambutan Tim Teknik PPAPT Kemendiktisaintek oleh Dr. Sony Hartono Wijaya.(foto:hms1)
Sementara itu, perwakilan Tim Teknis PPAPT Kemendiktisaintek, Dr. Sony Hartono Wijaya, mengatakan program pembinaan ini merupakan bagian penting dalam membangun fondasi karakter mahasiswa agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, berjiwa Pancasila, dan memiliki semangat juang tinggi.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak cukup hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga harus ditopang integritas, kedisiplinan, kesadaran bela negara, serta kemampuan kepemimpinan.
“Tujuan kegiatan ini adalah menanamkan disiplin, meningkatkan kesadaran bela negara, mempertebal rasa cinta tanah air, serta membangun semangat juang untuk meraih cita-cita. Kami ingin mahasiswa ADiK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepemimpinan yang kuat,” ungkap Sony.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Unib atas kesiapan dan dukungan dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kolaborasi antara Kemendiktisaintek, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang komprehensif bagi mahasiswa penerima beasiswa ADiK.
Rektor Unib memberikan cindera mata kepada Tim PPAPT Kemendiktisaintek dan foto bersama.(foto:hms1)
Jadikan Kampus sebagai Rumah untuk Bertumbuh
Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Kota Bengkulu dan selamat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar perguruan tinggi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa ADiK merupakan amanah sekaligus peluang berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan kelak memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal maupun Indonesia.
“Kehadiran kalian di sini merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan yang sangat berharga. Kami percaya bahwa setiap dari kalian memiliki potensi, semangat, dan mimpi besar untuk memberikan kontribusi bagi daerah asal maupun bagi Indonesia,” ujarnya.
Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan sambutan dan mengapresiasi kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan mahasiswa Program ADiK.(foto:hms1)
Menurut Prof. Indra, pembinaan bela negara dan wawasan kebangsaan memiliki arti penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter tangguh, disiplin, berintegritas, serta mampu menghargai keberagaman.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya berkewajiban menyediakan pendidikan berkualitas, tetapi juga menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan setiap mahasiswa.
“Jadikan kampus ini sebagai rumah bagi kalian. Jangan pernah ragu untuk belajar, bertanya, berkembang, dan meraih cita-cita setinggi mungkin. Kami akan terus mendampingi dan menguatkan langkah kalian agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik serta kembali membawa manfaat bagi masyarakat,” pesan Rektor.
Prof. Indra juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para penerima beasiswa ADiK yang telah berhasil melewati proses seleksi di antara ribuan pendaftar. Menurutnya, kesempatan tersebut patut disyukuri, terlebih bagi mahasiswa yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi.
Rektor Unib dan para wakil rektor, Tim PPAPT Kemendiktisaintek, Pendamping Peserta dan Panitia Acara, foto bersama dengan para mahasiswa ADiK dari empat perguruan tinggi.(foto:hms1)
Ia menegaskan, Unib sebagai mitra sekaligus tuan rumah akan memberikan dukungan maksimal agar kegiatan pembinaan ini berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Pembinaan tersebut dinilai strategis, khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Papua, serta anak-anak pekerja migran Indonesia melalui skema ADiK Repatriasi.
“Fokus utama kita adalah pembinaan bela negara. Ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan pembentukan disiplin dan karakter mahasiswa, sehingga kelak melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman utuh tentang Indonesia,” jelasnya.
Rektor menekankan bahwa keberagaman latar belakang daerah dan budaya para mahasiswa harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Melalui interaksi dan kebersamaan selama kegiatan, para peserta diharapkan dapat saling mengenal, menghargai perbedaan, serta membangun semangat untuk maju bersama.
“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk saling bertentangan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk melangkah maju bersama,” tegas Prof. Indra.
Melalui kegiatan ini, Unib bersama Kemendiktisaintek berharap mahasiswa penerima beasiswa ADiK tidak hanya mampu menjalani pendidikan tinggi dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, dan siap memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah serta kemajuan Indonesia. [Purna Herawan | Humas].