Skip to main content

UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) mendapat apresiasi dari Ustaz Abdul Somad (UAS) atas kontribusinya dalam menyukseskan Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu 2026. Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut dinilai tidak hanya menghadirkan ruang kreativitas dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta kewirausahaan mahasiswa.

Ustadz Abdul Somad saat menyapa dan memberikan apresiasi kepada Unib yang telah berkolaborasi dengan Pemprov Bengkulu sukses menyelenggarakan Gebyar Semarak Merah Putih.(foto:hms1)

Apresiasi itu disampaikan ustadz bernama lengkap Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc, D.E.S.A, Ph.D, saat memberikan tausiah dalam Tabligh Akbar di halaman Rektorat Unib, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat, mahasiswa, dan sivitas akademika tersebut sekaligus menjadi puncak rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih di lingkungan Unib yang telah berlangsung sejak 24 Oktober 2026.

Menurut UAS, kolaborasi Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Unib merupakan langkah positif karena mampu memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat. Selain membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk usahanya.

Ia juga mengapresiasi pemanfaatan dukungan pemerintah pusat oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan bazar di sejumlah daerah, termasuk melalui kolaborasi dengan Unib.

“Ini berkat Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu menerima reward berupa dana dari Pemerintah Pusat, kemudian oleh Gubernur dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya UMKM melalui bazar-bazar di sejumlah kabupaten, termasuk berkolaborasi dengan Universitas Bengkulu yang dikemas dalam kegiatan Gebyar Semarak Merah Putih.

“Hal ini sangat bagus, banyak manfaat dan dampaknya bagi masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan sivitas akademika Unib. Karena itu, saya ucapkan selamat kepada Pak Rektor dan sivitas akademika Unib yang telah melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu secara baik dan berdampak,” ujar UAS.

Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah agama dan pesan-pesan kebaikan kepada mahasiswa dan sivitas akademika Unib dan masyarakat Bengkulu.(foto:hms1)

55 Stan UMKM Dihadirkan Gratis, Perkuat Kampus Berdampak

Dampak kolaborasi tersebut terlihat dari keterlibatan 55 stan UMKM yang difasilitasi secara gratis selama kegiatan berlangsung. Para pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produknya kepada pengunjung. Selain UMKM masyarakat umum, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa melalui stan-stan kewirausahaan.

Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, mengatakan, keterlibatan Unib merupakan bagian dari komitmen menjadikan kampus lebih inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tidak hanya bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

“Kami memang membuka seluruh rangkaian kegiatan ini selama sepuluh hari untuk masyarakat umum, dan juga mahasiswa-mahasiswi Universitas Bengkulu. Termasuk kegiatan puncak yang diisi dengan tabligh akbar Ustadz Abdul Somad hari ini, juga kita buka unuk umum,” ujar Rektor.

Ia menjelaskan, penyediaan 55 stan UMKM secara gratis merupakan salah satu upaya konkret Unib dalam mendukung promosi produk dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat menyampaikan sambutan di acara Tabligh Akbar UAS, penutupan rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih.(foto:hms1-bayupi)

“Harapan kami, yang pertama, kami ingin menjadikan kampus ini kampus yang inklusif, artinya tidak hanya berguna bagi mahasiswa dan sivitas universitas saja. Yang kedua, kami ingin menjadikan kampus ini kampus yang berdampak. Salah satu yang sudah kita mulai adalah memanfaatkan UMKM.

“Ada 55 stan UMKM yang kami hadirkan secara gratis, di sana mereka memamerkan dan menjual produk. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu dampak bagi masyarakat, sesuai dengan tagline kampus untuk menjadikan Unib berdampak, Universitas Bengkulu untuk masyarakat,” tambahnya.

Apresiasi terhadap kontribusi Unib juga disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian. Ia menyampaikan terima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika Unib yang telah mendukung penyelenggaraan Gebyar Semarak Merah Putih 2026.

Menurut Mian, kegiatan tersebut telah mendorong aktivitas UMKM dan menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan kontribusi bagi daerah.

“Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Rektor dan segenap civitas akademika terkait dengan agenda Gebyar Semarak Merah Putih ini. Alhamdulillah, UMKM kita sudah berjalan dengan baik, perputaran uang cukup lumayan dan memberikan kontribusi untuk daerah. Tabligh akbar ini juga menjadi aura tersendiri bagi kita nantinya,” ungkap Mian.

Ia menjelaskan, program Gebyar Semarak Merak Putih yang digagas Gubernur Bengkulu tersebut dilaksanakan di 12 titik yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Satu titik di Universitas Bengkulu dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus.

Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian saat menyampaikan sambutan dan menutup secara resmi rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih 2026.(foto:hms1)

Tabligh Akbar Perkuat Nilai Keagamaan dan Kebersamaan

Puncak Gebyar Semarak Merah Putih di Unib semakin semarak dengan kehadiran UAS yang menarik perhatian ribuan jemaah. Sejak siang, masyarakat dari berbagai wilayah berdatangan memenuhi halaman Rektorat untuk mengikuti Tabligh Akbar yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Bupati Seluma Teddy Rahman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin, S.Ag, M.Si, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebelum menyampaikan tausiah, UAS menyempatkan diri bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah dan pimpinan Unib dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam tausiahnya, UAS menyampaikan lima pesan penting kepada jemaah. Ia mengajak masyarakat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mendorong generasi muda untuk terus menempuh pendidikan, serta mengingatkan mahasiswa agar mempersiapkan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Ustadz Abdul Somad memimpin doa yang diaminkan ribuan sivitas akademika Unib dan masyarakat Kota Bengkulu.(foto:hms1-bayupi)

UAS juga berpesan agar masyarakat tidak mudah diadu domba dan senantiasa menjaga persatuan di tengah perbedaan. Selain itu, ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian sehingga kehidupan perlu dijalani dengan sebaik-baiknya dan diisi kegiatan yang bermanfaat.

Sebelum tausiah dimulai, Wakil Gubernur Bengkulu Mian yang hadir mewakili Gubernur H. Helmi Hasan secara resmi menutup rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih Provinsi Bengkulu 2026.

Melalui kegiatan ini, Unib tidak hanya menjadi tuan rumah agenda pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, mahasiswa, dan masyarakat.

Keterlibatan 55 stan UMKM serta partisipasi ribuan warga menjadi wujud kontribusi kampus dalam menggerakkan ekonomi dan memperkuat kebersamaan masyarakat. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Unib untuk terus menjadi kampus yang inklusif dan berdampak, serta menghadirkan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat. [Laporan: Shabrina-SNA & Tim | Editor: Purna Herawan | Humas].

Ribuan sivitas akademika Unib dan masyarakat Kota Bengkulu antusias memadati lapangan rektorat Unib untuk mengikuti tabligh akbar bersama Ustadz Abdul Somad.(foto:hms1-bayupi)

Ustadz Abdul Somad foto bersama dengan Rektor dan para pimpinan Unib, Wakil Gubernur Bengkulu, Walikota Bengkulu, Bupati, dan para pejabat unsur FORKOPIMDA Provinsi Bengkulu usai tabligh akbar di Unib.(foto:hms1)