Kemampuan orang tua memilih informasi yang benar menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi di media sosial, terutama dalam mengambil keputusan terkait kesehatan anak. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Universitas Bengkulu (Unib) melaksanakan edukasi kesehatan dan literasi digital untuk memperkuat pengetahuan dan sikap orang tua dalam mendukung vaksinasi dasar anak.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Orang Tua dalam Mendukung Vaksinasi Dasar Anak pada Era Media Sosial” ini dilaksanakan pada 12 Agustus 2026 lalu di Kelurahan Jalan Gedang, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

Sebanyak 40 peserta terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader kesehatan, serta perwakilan warga, khususnya ibu yang memiliki bayi dan balita.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tantangan penyebaran informasi kesehatan yang tidak selalu akurat di media sosial. Hoaks, misinformasi, dan konten yang meragukan manfaat vaksinasi dapat memengaruhi pemahaman masyarakat dan menimbulkan keraguan orang tua dalam memenuhi kebutuhan imunisasi anak.
Melalui edukasi ini, tim pengabdian Unib mendorong orang tua agar tidak hanya memahami pentingnya vaksinasi dasar, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menilai kredibilitas informasi kesehatan sebelum menjadikannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
Edukasi Vaksinasi dan Literasi Kesehatan Digital
Materi kegiatan mencakup edukasi mengenai vaksinasi dasar anak serta penguatan literasi kesehatan digital. Peserta diajak memahami pentingnya imunisasi bagi perlindungan kesehatan anak sekaligus mengenali ciri-ciri informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, termasuk klaim keliru dan konten antivaksin yang beredar di media sosial.
Peserta juga didorong untuk membiasakan diri memeriksa sumber informasi, membandingkan informasi dengan rujukan kesehatan yang tepercaya, serta tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


Tim Pengabdian Unib saat menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya memahami informasi yang benar dan pentingnya vaksinasi anak.(foto:ist-doc)
Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi, serta tanya jawab. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan keraguan yang mereka hadapi terkait imunisasi. Berbagai persoalan tersebut kemudian dibahas dengan mengacu pada informasi ilmiah dan sumber kesehatan yang dapat dipercaya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim pengabdian juga menyediakan media edukasi berupa leaflet, poster digital, serta buku saku atau booklet berjudul Imunisasi Dasar Anak berjudul Anak Sehat, Indonesia Kuat.
Media tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat digunakan secara berkelanjutan oleh orang tua, kader kesehatan, dan pihak kelurahan dalam menyampaikan informasi mengenai imunisasi kepada masyarakat yang lebih luas.
Hasil Evaluasi dan Upaya Keberlanjutan
Evaluasi melalui pengukuran sebelum dan sesudah edukasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta, meskipun perubahan tersebut belum bermakna secara statistik. Sementara itu, skor sikap peserta meningkat secara bermakna setelah mengikuti kegiatan.
Hasil evaluasi ini menunjukkan adanya perubahan positif pada aspek sikap orang tua dalam mendukung vaksinasi dasar anak. Namun, peningkatan sikap tersebut tetap perlu diiringi dengan penguatan pengetahuan dan edukasi berkelanjutan agar masyarakat semakin mampu memahami informasi kesehatan secara tepat dan mengambil keputusan berdasarkan sumber yang tepercaya.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian memperkenalkan saluran WhatsApp bernama “Anak Sehat Jalan Gedang”. Saluran ini dirancang sebagai sarana berbagi informasi kesehatan anak, memberikan edukasi vaksinasi, menyampaikan pengingat jadwal posyandu, serta membantu mengklarifikasi informasi kesehatan yang keliru.
Keberadaan saluran komunikasi digital tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi di luar pertemuan tatap muka. Kader kesehatan dan pihak kelurahan juga diharapkan dapat memanfaatkan media edukasi yang telah disediakan untuk melanjutkan penyebaran informasi kepada warga.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi turut mendorong terbentuknya akses informasi kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.
Wujud Kampus Berdampak dan Dukungan terhadap SDGs
Kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Universitas Bengkulu dalam mewujudkan Kampus Berdampak, melalui penerapan pengetahuan dan keahlian akademik untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Penguatan literasi kesehatan digital di tingkat keluarga juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih kritis dan tanggap terhadap informasi kesehatan. Dengan melibatkan orang tua, kader kesehatan, pengurus PKK, dan pihak kelurahan, kegiatan ini membuka peluang kolaborasi untuk memperluas manfaat edukasi hingga ke lingkungan keluarga dan komunitas.
Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini relevan dengan SDGs Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), khususnya upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan mendukung pencegahan penyakit melalui vaksinasi.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pengetahuan dan literasi digital masyarakat, serta SDGs Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pelibatan unsur masyarakat dalam mendukung keberlanjutan edukasi kesehatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dwi Puspita Sari, S.Kep, Ns, M.K.M, dengan anggota tim Fitri Ramadhaniati, S.ST, M.Keb, dan Bdn. Hasrita Octaliana, S.Tr.Keb, M.Kes. Ketiganya merupakan dosen Program Studi D3 Kebidanan.
Tim pengabdian berharap literasi kesehatan digital masyarakat semakin kuat, sehingga orang tua dapat mengambil keputusan terkait vaksinasi dasar anak berdasarkan informasi yang benar dan tepercaya. Upaya ini sekaligus mempertegas peran Unib dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. [Laporan: Dwi Puspita Sari | Editor: Purna Herawan | Humas].