UNIVERSITAS BENGKULU

Dosen Program Studi S1 Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu (Unib), mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk olahan pisang menjadi keripik bercita rasa gurih dan manis dengan tekstur renyah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pemberdayaan Keripik Pisang Gurih Manis Renyah Menggunakan Kompor Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Oli Bekas di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, pada 11 Oktober 2026.

Tim Pengabdi Prodi Teknik Mesin Unib foto bersama warga dan pelaku UMKM.(foto:ist-doc)

Kegiatan yang dilaksanakan di rumah Ketua RT 3 RW 001 tersebut melibatkan ibu-ibu warga setempat sebagai mitra kegiatan. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya mengolah pisang menjadi makanan ringan, tetapi juga memperhatikan kualitas produk, cita rasa, tekstur, dan konsistensi hasil produksi. Keripik pisang yang memiliki kualitas baik dan cita rasa yang khas diharapkan mampu menarik minat konsumen serta meningkatkan daya saing produk di pasar.

Selain pengembangan produk, kegiatan pengabdian ini memperkenalkan pemanfaatan teknologi tepat guna melalui penggunaan kompor berbahan bakar minyak jelantah dan oli bekas. Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai alternatif teknologi pembakaran yang berpotensi dimanfaatkan dalam kegiatan produksi, terutama untuk membantu pelaku usaha memahami pilihan teknologi di luar penggunaan bahan bakar konvensional.

Tim Pengabdi Prodi Teknik Mesin Unib foto bersama warga dan pelaku UMKM.(foto:ist-doc)

Namun Tim Pengabdi menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut perlu disertai pengujian teknis, perhitungan biaya operasional, serta penerapan standar keselamatan yang memadai. Minyak jelantah dan oli bekas juga memiliki karakteristik serta risiko yang berbeda sehingga penggunaannya memerlukan penanganan khusus.

Penggunaan kompor berbahan bakar alternatif untuk mendukung produksi pangan perlu memastikan bahwa proses pembakaran tidak mencemari produk, area pengolahan, maupun lingkungan sekitar. Aspek keamanan pangan, ventilasi, pengendalian emisi, dan keselamatan pengguna menjadi bagian penting yang harus diperhatikan sebelum teknologi tersebut diterapkan secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Ir. Sofwan FA, M.Tech, Ph.D, dengan anggota tim Dr. Ir. Zuliantoni, S.T, M.T, dan Tessa Zulenia Fitri, S.T, M.T. Keterlibatan dosen Teknik Mesin dalam program tersebut mencerminkan upaya perguruan tinggi untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Keripik pisang bercita rasa gurih dan manis dengan tekstur renyah, hasil inovasi dalam program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Tim Dosen Teknik Mesin Unib.(foto:ist-doc)

Melalui pendampingan dan pengenalan teknologi, masyarakat diharapkan memperoleh wawasan baru untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus mengembangkan peluang usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setempat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga menjadi langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga serta mendorong tumbuhnya UMKM yang produktif dan berdaya saing.

Program ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak, yakni mendorong agar pengetahuan, inovasi, dan keahlian sivitas akademika memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian tersebut, Fakultas Teknik Unib memperkuat perannya dalam menghubungkan penerapan teknologi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. [Laporan: Zuliantoni | Editor: Purna Herawan | Humas].