Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya diwujudkan oleh tim Fakultas Teknik melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi dan pelatihan sistem informasi bank sampah di Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kota Bengkulu, pada 8 September 2026.
Mengusung tema “Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah melalui Implementasi Sistem Informasi Berbasis Digital di Kelurahan Sawah Lebar Baru”, kegiatan ini bertujuan membantu pengelola meningkatkan ketertiban administrasi, mempermudah pencatatan transaksi, serta memperkuat keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan bank sampah.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui digitalisasi, pengelolaan bank sampah diharapkan tidak hanya menjadi lebih tertata, tetapi juga semakin transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Tim pelaksana diketuai Niska Ramadani, S.Kom, M.Kom, dengan anggota Ir. Julia Purnama Sari, S.T, M.Kom, dan Dwi Rina Utami, S.T, M.Arch. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yakni Imam Piro, Wanda Prayoga, Yuma Juliana, dan Citra Safira Irawan, yang turut membantu pelaksanaan kegiatan serta mendampingi peserta selama praktik penggunaan sistem.
Jawab Tantangan Administrasi Bank Sampah
Penerapan sistem informasi digital berangkat dari kebutuhan pengelola bank sampah untuk meningkatkan efektivitas administrasi yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Pencatatan data nasabah, jenis dan berat sampah, nilai transaksi, hingga saldo tabungan masih mengandalkan buku catatan. Cara tersebut berpotensi menyulitkan penelusuran riwayat transaksi, penyusunan rekapitulasi, dan pemantauan perkembangan tabungan nasabah.
Melalui sistem informasi yang diperkenalkan, pengelola mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai tata kelola data nasabah, pencatatan transaksi sampah, penghitungan saldo tabungan, pengelolaan data pengumpulan dan persediaan, hingga penyusunan laporan.
Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat membantu pengurus mengelola data secara lebih terstruktur dan mudah ditelusuri. Dengan pencatatan yang lebih tertib, proses pelayanan kepada nasabah juga berpeluang menjadi lebih efektif, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data yang tersedia.

Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan sistem, dan praktik langsung. Tim menjelaskan keterkaitan antara data nasabah, sampah yang disetorkan, nilai transaksi, serta saldo tabungan. Peserta kemudian mencoba tahapan pengoperasian sistem dengan pendampingan dosen dan mahasiswa.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penggunaan sistem serta kebutuhan pencatatan dalam aktivitas sehari-hari. Pendampingan langsung tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memahami alur kerja sistem sekaligus mendiskusikan kendala yang mungkin dihadapi ketika teknologi diterapkan dalam pengelolaan bank sampah.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tim juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam memperbarui data dan pembagian tugas yang jelas di antara pengurus. Penunjukan operator menjadi salah satu langkah penting agar pencatatan digital dapat dilakukan secara konsisten dan menjadi bagian dari tata kelola bank sampah sehari-hari.
Kampus Berdampak melalui Teknologi Tepat Guna
Kegiatan ini mencerminkan implementasi paradigma Kampus Berdampak, yakni ketika pengetahuan, kompetensi, dan inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dihadirkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Dalam program ini, keahlian dosen dan keterlibatan mahasiswa dipadukan untuk memperkenalkan solusi digital yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pengelola bank sampah.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan pengabdian menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman belajar di luar ruang kelas. Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan sesuai bidang keilmuannya, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami tantangan penerapan teknologi dalam situasi nyata.
Sementara itu, bagi masyarakat, pengenalan sistem informasi memberikan alternatif untuk meningkatkan kualitas administrasi dan pelayanan bank sampah. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola, dan pemerintah kelurahan juga menjadi modal penting dalam membangun pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, program ini relevan dengan SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui dukungan terhadap pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas, serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan tata kelola kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah. Pemanfaatan teknologi digital juga mendukung inovasi dalam pelayanan masyarakat.
Agar manfaat program dapat berlanjut setelah pelatihan, tim merencanakan pendampingan penggunaan sistem, konsultasi melalui komunikasi langsung dan WhatsApp, serta penyempurnaan fitur berdasarkan kebutuhan mitra. Pendampingan tersebut diharapkan membantu pengelola beradaptasi dengan sistem baru dan menjaga konsistensi penggunaannya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Unib menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi yang aplikatif. Digitalisasi bank sampah di Kelurahan Sawah Lebar Baru diharapkan menjadi langkah awal menuju pengelolaan yang lebih tertib, pelayanan yang lebih baik, dan kesadaran lingkungan yang semakin kuat. [Laporan: Tim FT | Editor: Purna Herawan | Humas].