Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong pengembangan potensi dan kreativitas mahasiswa yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga meningkatkan kompetensi komunikasi, literasi digital, dan kemampuan berkarya. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Student News Academy (SNA) 2026 yang diproyeksikan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan jurnalistik dan produksi konten digital sekaligus berperan sebagai duta digital universitas.



Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin Zarkani saat membuka acara pelatihan dan memberikan arahan kepada para peserta Student News Academy (SNA) 2026.(foto:hms1)
Pelatihan perdana peserta SNA 2026 yang diinisiasi oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) bersama Bagian Humas Unib dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) di Ruang Rapat 1 Gedung Rektorat Unib. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D.
Dalam sambutannya, Prof. Agustin mengapresiasi inisiatif pembentukan SNA sebagai langkah strategis untuk melibatkan mahasiswa dalam memperkuat penyebarluasan informasi dan membangun citra positif Unib melalui berbagai platform digital.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk semakin adaptif dalam menyampaikan pesan kepada publik. Konten visual dan audiovisual yang ringkas, menarik, serta mudah dibagikan kini menjadi salah satu format yang banyak diminati. Kondisi tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui kreativitas dan kemampuan mereka dalam memproduksi konten digital.
“Sekarang masyarakat lebih suka konten visual dan audiovisual. Beritanya pendek-pendek. Eranya memang sudah digital,” ujar Prof. Agustin.
Ia berharap mahasiswa yang tergabung dalam SNA tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam membuat konten, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai duta digital yang membantu menyampaikan informasi positif tentang Unib kepada masyarakat luas.



Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin Zarkani mengajak mahasiswa peserta Student News Academy (SNA) 2026 menjadi duta digital yang menyebarluaskan informasi positif tentang Unib.(foto:hms1)
Melalui berbagai platform media sosial, mahasiswa diharapkan dapat memperkenalkan kegiatan akademik, prestasi mahasiswa dan dosen, inovasi, serta berbagai program pengembangan universitas dengan cara yang kreatif, informatif, dan mudah dipahami oleh audiens.
“Mahasiswa yang tergabung dalam SNA ini menjadi duta digital. Mereka diharapkan bisa ikut menyebarluaskan informasi positif tentang Universitas Bengkulu melalui berbagai platform digital,” tambahnya.
Lebih jauh, Prof. Agustin menekankan bahwa pengembangan kreativitas mahasiswa perlu didukung dengan kesempatan untuk menghasilkan karya dan berpartisipasi dalam berbagai kompetisi. Potensi mahasiswa tidak terbatas pada bidang akademik, tetapi juga mencakup seni, desain, fotografi, jurnalistik, penulisan opini, dan beragam bidang kreatif lainnya.
Ia menilai, peluang tersebut perlu dimanfaatkan secara lebih optimal agar semakin banyak mahasiswa Unib yang berani menunjukkan kemampuan dan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional.
“Di bidang seni, Unib sudah mulai cukup banyak yang juara. Tetapi masih jarang mengikuti lomba-lomba, seperti komik, desain grafis, fotografi, dan bidang kreatif lainnya. Termasuk di bidang jurnalistik, menulis opini dan sebagainya juga belum kelihatan. Ini yang perlu didorong,” ungkapnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, universitas telah menyiapkan penghargaan bagi mahasiswa yang meraih prestasi dalam berbagai kompetisi. Dukungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan, menghasilkan karya berkualitas, dan berani berkompetisi sesuai dengan bidang keahliannya.
Prof. Agustin juga berharap peserta SNA dapat menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya, baik dalam berkarya maupun dalam mengembangkan potensi diri. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghasilkan mahasiswa yang terampil dalam produksi konten, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya kreatif dan kompetitif di lingkungan kampus.
“Mahasiswa yang tergabung di SNA ini juga nantinya diharapkan menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya dan berani mengikuti berbagai kompetisi sesuai dengan kompetensi masing-masing, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ada reward kalau juara satu, juara dua, dan seterusnya,” tuturnya.



Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin Zarkani dan Tim PPID/Humas Unib foto bersama dengan para peserta Student News Academy (SNA) 2026.(foto:hms1)
Sementara itu, Wakil PPID Pelaksana Unib, Iqbal Rahmat Gani, S.KPm, M.Kesos, mengucapkan selamat kepada mahasiswa terpilih sebagai peserta SNA 2026. Ia juga memperkenalkan bidang-bidang kegiatan yang menjadi ruang pengembangan keterampilan dan kontribusi para peserta dalam mendukung kerja kehumasan universitas.
Menurut Iqbal, SNA dirancang sebagai program yang mendukung kegiatan kehumasan dan penyebarluasan informasi Unib kepada masyarakat. Peserta akan mendapatkan pendampingan sekaligus kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas produksi dan pengelolaan informasi.
“Bidangnya meliputi desain grafis, penulisan jurnalistik, podcast, videografi, fotografi, radio, penyuntingan, dan pengelolaan media sosial,” jelasnya.
Program SNA 2026 mendapat perhatian mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unib. Tercatat lebih dari 60 mahasiswa mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Setelah proses seleksi pada 14–15 September 2026, terpilih 10 mahasiswa yang dinilai memenuhi kriteria untuk mengikuti pelatihan dan pendampingan.
Kesepuluh mahasiswa tersebut selanjutnya dibekali keterampilan oleh Tim PPID dan Humas Unib serta dilibatkan secara langsung dalam praktik kerja kehumasan. Mereka terdiri dari empat orang bidang Desain Grafis, tiga orang bidang Fotografi dan Videografi, serta tiga orang Jurnalistik.
Kehadiran SNA menjadi salah satu langkah Unib dalam memperkuat komunikasi publik dengan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem penyebaran informasi kampus. Dengan memadukan kreativitas generasi muda, keterampilan jurnalistik, dan pemanfaatan teknologi digital, program ini diharapkan mampu menghadirkan konten yang informatif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. [Laporan: Shabrina Maztasya/Taufik Hasyim].