UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi transformasi digital di bidang pendidikan. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan pemanfaatan media digital Rumah Pendidikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Dosen Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unib, Prof. Wisma Yunita, saat menyampaikan materi pelatihan kepada para guru SMP di Kota Bengkulu.(foto:ist-doc)

Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2026 di SMP Negeri 10 Kota Bengkulu tersebut diikuti 30 guru Bahasa Inggris yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP Kota Bengkulu.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional guru, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa.

Dosen Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unib, Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd, hadir sebagai salah satu narasumber. Kegiatan juga menghadirkan Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Bengkulu, Nopri Pardianson, S.Pd, M.Pd.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan platform Rumah Pendidikan, mulai dari fungsi, layanan, hingga berbagai sumber belajar digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran Bahasa Inggris. Materi tidak hanya disampaikan secara konseptual, tetapi juga diarahkan pada penerapan praktis sesuai kebutuhan pembelajaran di sekolah.

Peserta kemudian diberi kesempatan untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan secara langsung berbagai fitur serta sumber belajar yang tersedia pada platform tersebut. Pendekatan praktik ini diharapkan membantu guru memahami bagaimana teknologi digital dapat diintegrasikan secara relevan ke dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Tim Dosen Pengabdi dari Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unib, foto bersama dengan para guru SMP di Kota Bengkulu.(foto:ist-doc)

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman awal peserta. Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi, dan praktik pemanfaatan platform, sebelum ditutup dengan post-test untuk mengukur perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang cukup signifikan. Nilai rata-rata peserta pada pre-test sebesar 74,5 persen meningkat menjadi 93 persen pada post-test.

Peningkatan tersebut menunjukkan bertambahnya pemahaman guru mengenai fungsi, layanan, fitur, serta potensi pemanfaatan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital dalam pembelajaran Bahasa Inggris.

Melalui kegiatan praktik, peserta juga mampu mengidentifikasi beragam bentuk pemanfaatan platform tersebut dalam pembelajaran. Di antaranya penggunaan video dan audio, materi kosakata, teks deskriptif dan recount, latihan menyimak, role play, kerja kelompok, presentasi, hingga berbagai bentuk latihan interaktif.

Beragam pemanfaatan tersebut membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar.

Para guru SMP di Kota Bengkulu sangat antusias mengikuti pelatihan yang menghadirkan Tim Dosen Pengabdi Unib sebagai narasumber.(foto:ist-doc)

Meski demikian, hasil evaluasi peserta juga memberikan masukan untuk pengembangan kegiatan serupa ke depan. Peserta mengharapkan adanya lebih banyak praktik langsung dan simulasi penggunaan platform yang lebih konkret, sehingga guru memiliki pengalaman yang lebih kuat dalam menerapkan Rumah Pendidikan sesuai dengan konteks pembelajaran di kelas.

Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pembelajaran. Peningkatan pemahaman peserta diharapkan dapat menjadi modal awal untuk mengoptimalkan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar yang mendukung pembelajaran Bahasa Inggris secara lebih fleksibel, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Unib, khususnya Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP, dalam mendukung peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Selain itu, kegiatan tersebut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam merespons perkembangan teknologi serta tuntutan transformasi digital di bidang pendidikan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unib dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd. dan Kasmaini, S.S, M.Pd, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yakni Fitri Ade Andriani, Melia Nurjanah, dan Suci Sartika Putri. [Laporan: Wisma Yunita | Editor: Purna Herawan | Humas].