Matematika dan statistika tidak berhenti pada angka dan rumus di ruang kelas. Di tangan peneliti, keduanya dapat menjadi alat untuk membaca pola, memprediksi risiko, hingga membantu memahami persoalan lingkungan dan kebencanaan yang kompleks.

Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian kunjungan akademik Adilan Widyawan Mahdiyasa, S.Si, M.Si, Ph.D, dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), di Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu (Unib), pada Rabu dan Kamis, 23-24 September 2026,
Selama dua hari kunjungan yang diinisiasi Jurusan Matematika FMIPA Unib ini diisi dengan pelatihan, diskusi penelitian, dan kuliah umum yang melibatkan mahasiswa serta dosen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat atmosfer akademik, meningkatkan kompetensi mahasiswa, sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan dan peluang kolaborasi penelitian.
Dr. Adilan merupakan akademisi dengan kepakaran pada bidang mathematics and stochastics modelling. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Institut Teknologi Bandung serta pendidikan doktor di University of Nottingham pada bidang Mathematics and Stochastics Modelling.
Rekam jejak penelitiannya antara lain berkaitan dengan pemodelan stokastik, machine learning, pemodelan spasio-temporal, serta pemodelan lahan gambut dan risiko kebakaran lahan gambut tropis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang ditandai sambutan Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unib, Dr. Pepi Novianti, S.Si, M.Si. Selanjutnya, Dekan FMIPA Unib, Prof. Dr. Sal Prima Yudha S, S.Si, M.Si, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi seluruh rangkaian kegiatan.
Prof. Sal mengapresiasi kunjungan akademik tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan kolaborasi antarpakar sekaligus memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini penting untuk mempertemukan kepakaran, memperluas wawasan mahasiswa, dan membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat dikembangkan bersama,” ujarnya.

Usai acara pembukaan, Dr. Adilan dari ITB foto bersama dengan Dekan FMIPA Unib serta para Guru Besar dan Dosen Jurusan Matematika dan Statistika FMIPA Unib.(foto:ist-Pepi)
Dari Data Menjadi Insight
Salah satu agenda yang menarik perhatian mahasiswa adalah Pelatihan Associate Data Analyst yang diselenggarakan bersama Program Studi Statistika dengan tema “From Data to Insight: Building Essential Skills for Data Analysts.”
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa data bukan sekadar kumpulan angka. Data perlu diolah, dianalisis, dan diinterpretasikan sehingga dapat menghasilkan informasi serta insight yang relevan untuk mendukung pemecahan masalah.
Penguatan kemampuan tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang mampu bekerja dengan data, baik dalam dunia akademik maupun dunia kerja.
Bagi mahasiswa Statistika, pengalaman belajar bersama praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi lain juga memberikan perspektif mengenai bagaimana kompetensi statistik dapat diterapkan pada persoalan nyata.

Dari Gagasan Menuju Kolaborasi Riset
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut melalui Diskusi Penelitian Jurusan Matematika bertema “Eksplorasi Proses Stokastik, Spasio-Temporal, dan Machine Learning Menuju Kolaborasi Riset”.
Forum ini mempertemukan Guru Besar FMIPA Unib Prof. Dr. Jose Rizal, S.Si, M.Si, Ketua Jurusan Matematika FMIPA Unib Dr. Pepi Novianti, S.Si, M.Si, dan Dr. Adilan Widyawan Mahdiyasa, S.Si, M.Si, Ph.D, untuk membahas berbagai peluang pengembangan penelitian.
Sejumlah topik yang didiskusikan antara lain pemanfaatan proses stokastik untuk memahami dinamika dan risiko kegempaan, integrasi proses stokastik dan machine learning dalam pemodelan spasio-temporal gempa bumi ekstrem, serta pemodelan dan peramalan risiko kebakaran lahan gambut tropis.
Beragam topik tersebut memiliki satu benang merah, yakni bagaimana matematika, statistika, dan komputasi dapat digunakan untuk memahami fenomena kompleks yang berlangsung dalam dimensi ruang dan waktu.
Diskusi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan kepakaran yang telah berkembang di Jurusan Matematika FMIPA Unib dengan pengalaman penelitian Dr. Adilan, sehingga terbuka peluang pengembangan penelitian bersama yang lebih aplikatif dan berdampak.

Membaca Risiko Karhutla melalui Matematika
Keterkaitan antara matematika, statistika, dan persoalan lingkungan semakin terlihat dalam Kuliah Umum Program Studi Matematika yang menghadirkan Dr. Adilan sebagai narasumber.
Mengangkat topik “Forecasting Tropical Peatlands Fire Risk with Stochastics, Machine Learning, and Optimization Methods”, kuliah umum tersebut memperkenalkan pendekatan matematika dan statistika dalam mempelajari serta memprediksi risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya pada ekosistem lahan gambut tropis.
Melalui berbagai data yang berkaitan dengan kondisi lahan dan kejadian kebakaran, risiko dapat dianalisis menggunakan pemodelan stokastik, deret waktu, pendekatan spasio-temporal, machine learning, hingga metode optimasi.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa matematika dan statistika memiliki ruang aplikasi yang luas dalam menjawab persoalan di luar bidang teoritis. Model matematika dan statistika dapat digunakan untuk mengenali pola, memahami dinamika suatu fenomena, mengestimasi risiko, serta membangun sistem prediksi yang dapat mendukung upaya mitigasi dan pengambilan keputusan.
Topik tersebut juga beririsan erat dengan rekam jejak penelitian Dr. Adilan. Salah satu publikasinya pada 2026 membahas spatio-temporal machine learning model untuk risiko kebakaran lahan gambut tropis. Publikasi lainnya mengembangkan paket R untuk peramalan risiko kebakaran lahan gambut dengan memanfaatkan metode stokastik, machine learning, dan optimasi.
Pada periode 2026–2027, penelitian yang dikembangkannya juga berfokus pada pemodelan risiko kebakaran lahan gambut tropis melalui integrasi pendekatan berbasis fisika dan machine learning.

Memperkuat Jejaring Akademik
Kunjungan akademik tersebut memperlihatkan keterhubungan antara pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan penelitian. Mahasiswa memperoleh pengalaman memahami bagaimana data dapat diolah menjadi insight, sementara dosen mendapatkan ruang untuk mendiskusikan pengembangan metode dan peluang penelitian bersama.
Bagi Jurusan Matematika FMIPA Unib, pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai kepakaran yang telah berkembang, khususnya pada bidang proses stokastik, statistika, pemodelan spasio-temporal, machine learning, serta penerapannya dalam persoalan lingkungan dan kebencanaan.
Komunikasi dan pertukaran gagasan yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada rangkaian kunjungan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan model dan metode, maupun kegiatan akademik yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Rangkaian kegiatan ini pada akhirnya memperlihatkan satu pesan penting, yaitu bahwa matematika dan statistika dapat bergerak jauh melampaui ruang kelas. Dari data dapat lahir insight, dari insight berkembang model, dan dari model dapat dibangun pemahaman yang lebih baik terhadap risiko lingkungan dan kebencanaan. [Laporan: Pepi Novianti | Editor: Purna Herawan | Humas].