UNIVERSITAS BENGKULU

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) di panggung olahraga internasional. Tiga dari lima mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Unib berhasil mempersembahkan medali emas, perak, dan perunggu pada 4th International Indonesian Open Championship yang digelar di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 14–21 September 2026.

Mahasiswa Unib menerima Medali Perunggu di ajang 4th International Indonesian Open Championship.(ist-doc)

Kejuaraan yang mempertemukan pesilat dari berbagai daerah dan negara tersebut diikuti sekitar 3.256 peserta. Selain kontingen dari 38 provinsi di Indonesia, ajang ini juga diikuti peserta mancanegara, di antaranya dari Malaysia, Spanyol, dan Belanda.

Lima mahasiswa Unib ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Mereka adalah Ahmad Renaldi dari Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) kelas A putra dewasa, Zarah Afifa dari Program Studi Penjas kelas A putri dewasa, Vionika dari Program Studi Jurnalistik kelas B putri dewasa, Clara Nuraini dari Program Studi Hukum kelas D putri dewasa, dan Devin Januar Saputra dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) kelas I dewasa putra.

Dari lima mahasiswa yang bertanding, tiga di antaranya berhasil naik podium dan membawa pulang medali untuk Unib. Ahmad Renaldi tampil sebagai peraih medali emas, disusul Devin Januar Saputra dengan medali perak, serta Vionika yang berhasil meraih medali perunggu.

Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi UKM Pencak Silat Unib dalam upaya mengembangkan potensi dan kemampuan atlet mahasiswa. Keikutsertaan di tingkat internasional sekaligus menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta memperkenalkan potensi atlet pencak silat Unib di tengah persaingan yang lebih luas.

Mahasiswa Unib menerima Medali Emas di ajang 4th International Indonesian Open Championship.(ist-doc)

Kejuaraan 4th International Indonesian Open Championship diselenggarakan oleh Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Lebih dari sekadar arena perebutan medali, kejuaraan tersebut menjadi wadah pertemuan para pesilat dari berbagai latar belakang dan negara. Interaksi selama kompetisi memberikan kesempatan bagi para atlet untuk memperluas pengalaman sekaligus membangun jejaring di lingkungan olahraga pencak silat internasional.

Kehadiran peserta dari sejumlah negara juga memperlihatkan semakin luasnya perkembangan pencak silat sebagai olahraga yang tidak hanya tumbuh dan berkembang di Indonesia, tetapi juga semakin dikenal di komunitas olahraga internasional. Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pengembangan pencak silat menuju Road to Olympic 2030.

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Si, Ph.D, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas capaian mahasiswa Unib dalam kejuaraan internasional tersebut.

Mahasiswa Unib menerima Medali Perak di ajang 4th International Indonesian Open Championship.(ist-doc)

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi internasional tidak hanya memberikan kesempatan untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkaya pengalaman, memperluas wawasan, dan membuka jejaring dengan mahasiswa maupun delegasi dari berbagai negara.

“Keikutsertaan mahasiswa dalam 4th International Indonesian Open Championship tidak hanya menghasilkan prestasi yang membanggakan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam mempresentasikan gagasan, memperluas wawasan, dan membangun jaringan internasional dengan para delegasi muda dari berbagai negara,” ujarnya.

Ia berharap prestasi yang diraih para pesilat muda Unib tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, capaian ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan keterampilan, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengasah potensi dan keterampilan, sehingga semakin banyak prestasi yang dapat ditorehkan dan mengharumkan nama Universitas Bengkulu,” pungkasnya. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].