UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali menyambut kedatangan mahasiswa internasional yang akan menempuh pendidikan pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Sebanyak sembilan mahasiswa baru dari lima negara tiba di Kota Bengkulu pada Rabu (23/9/2026), menambah jumlah mahasiswa asing yang telah hadir di lingkungan kampus Unib.

Sembilan mahasiswa baru Unib dari lima negara ketika tiba di Bandara Fatmawati Kota Bengkulu.(foto:hms1)

Kedatangan para mahasiswa baru ini merupakan bagian dari proses penerimaan mahasiswa asing Unib yang untuk pertama kalinya diselenggarakan secara sistematis. Sebanyak 35 mahasiswa dari 10 negara dinyatakan lolos melalui jalur penerimaan mahasiswa asing untuk mengikuti pendidikan pada berbagai program studi di Unib.

Karena proses administrasi perjalanan dan izin tinggal setiap mahasiswa tidak serentak, kedatangan mahasiswa internasional tersebut dilakukan secara bertahap. Sebanyak 16 mahasiswa telah tiba di Kota Bengkulu pada tahap pertama, Selasa sore (15/9/2026). Sementara pada tahap kedua, Rabu (23/9/2026), sembilan mahasiswa juga tiba di Bengkulu.

Kesembilan mahasiswa tersebut tiba di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sekitar pukul 15.40 WIB. Mereka disambut dengan penuh kehangatan oleh pengelola layanan akademik Unib yang diwakili Ketua Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd, Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, Ketua Tim Kerja Akademik Biro Akademik dan Kemahasiswaan Yulius Alfani, S.T, M.Stat, serta dua mahasiswa Duta Kampus Unib.

Bagi sebagian besar mahasiswa tersebut, kedatangan kali ini sekaligus menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di Kota Bengkulu. Mereka datang dari lima negara, yakni Yaman, Gambia, Sudan, Sierra Leone, dan Pakistan.

Sembilan mahasiswa baru Unib dari lima negara ketika tiba di Bandara Fatmawati Kota Bengkulu.(foto:hms1)

Dari Yaman terdapat dua mahasiswa laki-laki. Gambia satu mahasiswa perempuan, sementara Sudan mengirimkan dua mahasiswa laki-laki. Dari Sierra Leone hadir dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Kemudian dari Pakistan hadir dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan.

“Welcome to Bengkulu. Kami sangat senang menyambut kedatangan adik-adik mahasiswa baru dari luar negeri,” ujar Prof. Wisma saat menyambut para mahasiswa yang keluar dari terminal kedatangan Bandara Fatmawati Bengkulu.

Sapaan hangat tersebut menjadi awal dari perjalanan baru para mahasiswa internasional di Bengkulu. Setelah proses kedatangan dan penjemputan selesai, rombongan kemudian diarahkan menuju bus kampus untuk melanjutkan perjalanan ke Universitas Bengkulu.

Dalam perjalanan menuju kampus, para mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah kawasan Kota Bengkulu, termasuk ruas jalan di sepanjang kawasan Pantai Panjang. Perjalanan tersebut menjadi pengalaman awal mereka mengenal lingkungan kota yang akan menjadi tempat tinggal sekaligus tempat menempuh pendidikan selama beberapa tahun ke depan.

Setibanya di kampus, para mahasiswa langsung diarahkan menuju hunian yang telah disiapkan Unib, yakni Asrama Internasional yang menempati eks Asrama PGSD di samping Kantor BNI Unit Unib. Penyiapan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya Unib memberikan dukungan dan kenyamanan bagi mahasiswa internasional sejak kedatangan mereka di kampus.

Sembilan mahasiswa baru dari lima negara menuju kampus Unib menggunakan Bus Kampus.(foto:hms1)

Menempuh Pendidikan di Beragam Program Studi

Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib Andi Yudi Prayoga menjelaskan, sembilan mahasiswa yang tiba pada tahap kedua tersebut akan menempuh pendidikan pada sejumlah program studi di berbagai fakultas.

Mereka diterima pada Program Studi S1 Sistem Informasi, S1 Arsitektur, dan S1 Teknik Sipil Fakultas Teknik; S1 Ilmu Hukum Fakultas Hukum; S1 Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK); S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP); serta S1 Fisika dan S1 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

“Kedatangan adik-adik mahasiswa asing ini harus dibagi lebih dari dua tahap, sebab masih ada beberapa mahasiswa yang belum selesai pengurusan administrasi perjalanan dan izin tinggalnya,” jelas Andi Yudi Prayoga.

Ia menambahkan, proses penyambutan dan penyiapan mahasiswa internasional dilakukan secara bertahap agar seluruh kebutuhan administrasi maupun layanan awal mahasiswa dapat dipersiapkan dengan baik.

Bagi Unib, kehadiran mahasiswa dari berbagai negara tersebut bukan sekadar menambah jumlah mahasiswa internasional di kampus. Lebih dari itu, keberadaan mereka diharapkan memperkaya atmosfer akademik dengan pengalaman, perspektif, dan latar belakang budaya yang beragam.

Sembilan mahasiswa baru Unib dari lima negara melihat keindahan Pantai Panjang Kota Bengkulu.(foto:hms1)

Membawa Pengalaman Global ke Lingkungan Kampus

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, sebelumnya menjelaskan bahwa Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi internasionalisasi Unib yang akan terus diperkuat.

Langkah tersebut akan dikembangkan secara beriringan dengan perluasan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi di dunia, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran budaya, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.

Menurut Rektor, keberadaan mahasiswa asing di Unib tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa internasional yang datang untuk belajar, tetapi juga membuka ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa Indonesia.

Interaksi dalam ruang kuliah, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, maupun berbagai aktivitas kampus lainnya akan mempertemukan mahasiswa dari latar belakang budaya yang berbeda. Dari interaksi tersebut, mahasiswa Unib diharapkan memperoleh pengalaman belajar lintas budaya yang semakin luas.

Sembilan mahasiswa baru Unib dari lima negara tiba di asrama kampus, kawasan Kandang Limun.(foto:hms1)

“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Unib. Kita ingin memastikan setiap mahasiswa internasional memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif selama menempuh pendidikan di Unib, sehingga mereka dapat berkembang, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Unib di berbagai belahan dunia,” ujar Rektor.

Kedatangan mahasiswa tahap kedua ini sekaligus menandai semakin beragamnya wajah kampus Unib. Dari Bengkulu, para mahasiswa tersebut tidak hanya akan menjalani proses pendidikan, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari pengalaman pertukaran pengetahuan dan budaya yang memperkuat langkah Unib menuju kampus yang semakin terbuka dan berjejaring secara global. [Purna Herawan | Humas].