UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) kembali mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Berdasarkan SCImago Institutions Rankings (SIR) edisi 2026, Unib menempati peringkat ke-46 perguruan tinggi di Indonesia dan peringkat ke-5.975 dunia. Posisi tersebut menempatkan Unib dalam jajaran 50 besar perguruan tinggi Indonesia yang masuk dalam pemeringkatan SCImagoIR tahun ini.

Gedung Rektorat Univeritas Bengkulu tampak dari depan.(foto:ist-doc)

Pemeringkatan SCImago Institutions Rankings merupakan salah satu pemeringkatan institusi yang mengukur kinerja perguruan tinggi melalui sejumlah indikator yang mencerminkan kekuatan riset, inovasi, dan dampak sosial. Pada edisi 2026, pemeringkatan dilakukan terhadap 10.358 institusi di dunia, termasuk 86 perguruan tinggi di Indonesia.

SCImagoIR menggunakan indikator komposit yang mencakup tiga aspek utama, yakni kinerja riset (research performance), keluaran inovasi (innovation outputs), dan dampak sosial (societal impact). Ketiga aspek tersebut digunakan untuk melihat kinerja institusi secara lebih luas, tidak hanya dari sisi produktivitas penelitian, tetapi juga kemampuan menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Pada edisi 2026, SCImagoIR juga memperkenalkan indikator baru berupa Media Mentions yang mengukur eksposur institusi di media kredibel global. Sementara itu, aspek dampak sosial mencakup antara lain kontribusi perguruan tinggi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), partisipasi perempuan dalam kegiatan riset, serta pengaruh hasil penelitian terhadap kebijakan publik.

Naik 20 Peringkat

Capaian Unib pada pemeringkatan 2026 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Unib berada di peringkat ke-46 Indonesia, atau naik 20 peringkat dari posisi ke-66 pada SCImagoIR 2025.

Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024, posisi Unib juga mengalami peningkatan. Pada tahun tersebut Unib berada di peringkat ke-51 Indonesia. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir, posisi Unib dalam pemeringkatan SCImagoIR menunjukkan tren peningkatan.

Pada jajaran 10 besar perguruan tinggi Indonesia dalam SCImagoIR 2026, posisi teratas masih ditempati sejumlah perguruan tinggi besar nasional, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, dan Universitas Brawijaya.

Sementara itu, pada kelompok peringkat 20 hingga 50 terdapat sejumlah perguruan tinggi lainnya, seperti Universitas Sriwijaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Medan, Universitas Jember, Universitas Bengkulu, serta perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Riau, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Sam Ratulangi.

Bagi Unib, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa berbagai upaya penguatan kinerja institusi yang dilakukan secara berkelanjutan mulai menunjukkan hasil. Peningkatan peringkat tidak hanya berkaitan dengan produktivitas akademik, tetapi juga beririsan dengan penguatan kolaborasi, riset, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan dampak perguruan tinggi.

Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si. (foto:ist-doc)

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan posisi Unib dalam pemeringkatan SCImagoIR merupakan hasil dari kerja bersama seluruh sivitas akademika dan berbagai mitra yang selama ini telah berkontribusi dalam penguatan kinerja perguruan tinggi.

“Kenaikan peringkat ini berkat upaya dan kerja nyata bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap sivitas akademika Unib atas capaian ini,” ujar Prof. Indra.

Rektor menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir Unib terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, baik lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, maupun mitra lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan agar berbagai program yang dilaksanakan tetap selaras dengan tugas dan fungsi utama perguruan tinggi, sekaligus menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Semangat tersebut juga sejalan dengan komitmen Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin berdampak. Melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sivitas akademika Unib terus didorong untuk menghadirkan solusi yang relevan terhadap persoalan masyarakat dan lingkungan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.

Hal yang sama diterapkan dalam bidang penelitian. Unib terus mendorong agar riset yang dilakukan tidak berhenti pada keluaran akademik, tetapi mampu menjawab persoalan daerah dan bangsa, menghasilkan inovasi, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Sementara di bidang pendidikan dan pengajaran, peningkatan mutu terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pembaruan dan penguatan kualitas pembelajaran. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Unib dalam mempertahankan dan meningkatkan mutu institusi, yang antara lain tercermin melalui capaian akreditasi institusi dengan predikat Unggul.

Prof. Indra menegaskan, capaian peringkat ke-46 Indonesia dalam SCImagoIR 2026 tidak boleh dipandang sebagai tujuan akhir. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas institusi.

“Kita harus terus menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan performa yang sudah baik. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan industri, harus terus diperkuat. Kuantitas dan kualitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang berdampak juga harus terus ditingkatkan,” tegasnya. [Laporan: Iqbal | Editor: Purna Herawan | Humas].