Limbah organik yang selama ini kerap dipandang sebagai barang sisa ternyata dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai guna. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dosen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Bengkulu (Unib) mengajak siswa SMAN 4 Kota Bengkulu mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan briket arang dari olahan limbah organik.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Briket Arang dari Olahan Limbah Organik sebagai Solusi Energi Terbarukan yang Ramah Lingkungan” tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan konsep energi terbarukan sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
Kegiatan pengabdian mandiri ini dipimpin Dr. Fitri April Yanti, M.Pd, bersama anggota tim Haditya Aprita Lora, M.Pd, dan Andik Purwanto, S.Pd, M.Si. Pelaksanaan kegiatan juga didukung tiga mahasiswa, yakni Aticha Mutiara Diani, Siti Zulaiha, dan Agisya Rosa Amelia.
Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai energi terbarukan, potensi limbah organik sebagai bahan baku energi alternatif, serta pemanfaatan briket arang sebagai bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan pengenalan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan briket. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga diajak terlibat langsung dalam praktik mengolah limbah organik hingga menjadi briket arang.
Suasana kegiatan semakin interaktif ketika siswa mulai mempraktikkan setiap tahapan pembuatan. Dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa, mereka belajar memahami proses pengolahan bahan, mencampur dan membentuk adonan, hingga menghasilkan briket yang siap digunakan.

Pengalaman praktik secara langsung tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Selain memberikan keterampilan teknis, siswa diajak melihat bahwa limbah yang terdapat di sekitar mereka masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep energi alternatif secara teoritis, tetapi juga didorong untuk memahami keterkaitan antara sains, teknologi, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan limbah menjadi briket diharapkan dapat membuka cara pandang baru bahwa persoalan lingkungan juga dapat direspons melalui inovasi sederhana yang aplikatif.
Setelah praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para siswa berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan gagasan terkait proses pembuatan, efektivitas penggunaan briket, serta peluang pemanfaatannya sebagai bahan bakar alternatif.
Interaksi tersebut berlangsung dengan antusias. Siswa tidak hanya aktif mengikuti instruksi, tetapi juga terlibat dalam proses berbagi ide dan pengalaman selama kegiatan berlangsung.

Bagi tim pengabdi, kegiatan ini tidak semata-mata ditujukan untuk menghasilkan briket arang. Lebih dari itu, pelatihan menjadi sarana untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami konsep energi terbarukan, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna,” ujar Ketua Tim Pengabdi, Dr. Fitri April Yanti.
Sebagai penutup, tim pengabdi memberikan apresiasi kepada para peserta atas partisipasi aktif dan hasil karya yang telah dihasilkan selama pelatihan. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman belajar sesaat, tetapi dapat mendorong munculnya inisiatif serupa di lingkungan sekolah.
Selain memperluas wawasan siswa mengenai teknologi ramah lingkungan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi Universitas Bengkulu dengan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, Unib terus mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga hadir dalam bentuk solusi sederhana yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. [Laporan: Tim LPPM | Editor: Purna Herawan | Humas].