UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong mahasiswa untuk memperluas wawasan dan kompetensi di luar ruang kelas, termasuk dalam memahami literasi keuangan dan investasi. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Talkshow WAVE: Wise Action through Vision and Experience yang diselenggarakan Kelompok Studi Pasar Modal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Bengkulu (KSPM FEB KBM Unib) di Gedung C Unib, Kamis (17/9/2026).

Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin Zarkani, Wakil Dekan III FEB Unib Dr. Eka Dewi Anggraini, serta Deputi Kepala Wilayah BEI Kanperwil Bengkulu Herlin Andini, menyampaikan sambutan.(ist-feb)

Mengusung tema “Riding the Market Waves: Transforming Volatility into Intelligent Investment Growth”, kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut mengajak mahasiswa memahami dinamika pasar modal sekaligus melihat volatilitas pasar secara lebih bijak. Fluktuasi pasar tidak semata-mata dipandang sebagai risiko, tetapi juga sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui pengetahuan, analisis, pengelolaan risiko, dan disiplin dalam mengambil keputusan investasi.

Talkshow WAVE merupakan rangkaian kedua GI on the Move, sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu (GI BEI FEB Unib) dan 49 tahun Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, yang hadir mewakili Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si.

Pemukulan dol secara simbolis dan foto bersama saat pembukaan talkshow WAVE.(foto:ist-feb)

Prof. Agustin menyambut baik penyelenggaraan Talkshow WAVE sebagai salah satu bentuk aktivitas mahasiswa yang tidak hanya mendorong kreativitas dan inovasi dalam berorganisasi, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi di luar pembelajaran akademik.

Menurutnya, literasi keuangan dan investasi menjadi pengetahuan yang semakin penting bagi generasi muda. Pemahaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengenali berbagai peluang sekaligus risiko dalam pengelolaan keuangan, terutama di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat semakin memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai dinamika pasar modal, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan untuk mengenali peluang dan risiko investasi secara lebih proporsional,” ujar Prof. Agustin.

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengambil keputusan secara rasional, bertanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Wakil Rektor III Unib Prof. Agustin memberikan cindera mata dan piagam kepada para narasumber.(foto:ist-feb)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FEB Unib Dr. Eka Dewi Anggraini, S.P, M.Si, Kepala Bagian Umum FEB Unib Yudi Hariadi, S.Kom, M.AP, Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan FEB Unib Erni Gustina, S.I.Kom, Kepala Wilayah BEI Kantor Perwakilan Bengkulu Marina Rasyada, serta Pembina Galeri Investasi FEB Unib Mukti Trio Putra, S.M, M.B.A.

Talkshow menghadirkan sejumlah narasumber yang merepresentasikan regulator, industri keuangan, dan praktisi pasar modal. Mereka adalah Ivan Arkan Harjoko, Pengawas pada Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Bengkulu; Herlin Andini, Deputi Kepala Wilayah BEI Kantor Perwakilan Bengkulu; Yuliani, S.E, M.M, Pemimpin Divisi Retail Funding dan Digital Banking Bank Bengkulu; serta praktisi pasar modal Antonny Suheri, S.T, B.Eng, WMI, QWP.

Pemberian piagam penghargaan kepada narasumber dan moderator talkshow.(foto:ist-feb)

Berbagai isu aktual di bidang investasi dan keuangan dibahas dalam talkshow tersebut. Materi tidak hanya mengulas perkembangan investor muda dan peran regulator dalam menjaga ekosistem pasar modal, tetapi juga membahas strategi pengelolaan risiko, analisis teknikal, serta pentingnya pengelolaan psikologi investasi dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis.

Pembahasan tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa keputusan investasi membutuhkan pertimbangan yang matang. Ketika pasar bergerak naik maupun turun, investor perlu memahami karakteristik instrumen yang dipilih, mengukur risiko, serta menyesuaikannya dengan tujuan dan kemampuan finansial masing-masing.

Suasana talkshow WAVE berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh ratusan mahasiswa.(foto:ist-feb)

Suasana talkshow berlangsung interaktif. Peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada para narasumber mengenai berbagai persoalan investasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Antusiasme peserta semakin terasa melalui sesi kuis dan pembagian berbagai doorprize, termasuk emas sebagai hadiah utama Talkshow WAVE.

Bagi KSPM FEB KBM Unib, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas budaya literasi pasar modal di lingkungan mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai instrumen investasi, tetapi berkembang menjadi kemampuan untuk mengambil keputusan keuangan secara rasional dan bertanggung jawab.

Suasana talkshow WAVE berlangsung interaktif dan disambut antusias oleh ratusan mahasiswa.(foto:ist-feb)

Melalui Talkshow WAVE, mahasiswa juga didorong untuk memandang investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, bukan sekadar aktivitas mengikuti tren pasar. Dengan bekal pengetahuan, kemampuan membaca risiko, dan disiplin dalam mengambil keputusan, generasi muda diharapkan semakin siap menghadapi dinamika ekonomi sekaligus mampu melihat peluang secara lebih cerdas di tengah perubahan pasar. [Laporan: Eka DA | Editor: Purna Herawan | Humas].