Universitas Bengkulu (Unib) terus mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan wawasan tambahan yang relevan dengan perkembangan dunia profesional. Salah satu upaya tersebut dilakukan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unib melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal dan Saham dengan tema “Pengenalan Dini Pasar Modal dan Saham bagi Mahasiswa Eksakta”, Selasa (15/9/2026).

Dekan FMIPA Unib Prof. Sal Prima Yudha saat membuka kegiatan sekolah pasar modal dan saham.(foto:ist-morin)
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada pukul 09.00–11.00 WIB tersebut diikuti mahasiswa di lingkungan FMIPA Unib. Selain memperkenalkan dunia pasar modal dan investasi saham, kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan keterampilan penunjang karier yang disiapkan FMIPA Unib bagi mahasiswa dan alumni.
Dekan FMIPA Unib, Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si, M.Si, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 FMIPA Unib menyiapkan tiga kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat keterampilan mahasiswa dan alumni dalam menghadapi dunia kerja serta mengembangkan peluang karier.
“Pada tahun 2026 ini kami akan menyelenggarakan tiga kegiatan pengembangan keterampilan penunjang karier bagi mahasiswa dan alumni FMIPA. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengembangkan skill yang dapat mendukung karier mereka ke depan,” ujar Prof. Sal.
Menurutnya, Sekolah Pasar Modal dan Saham merupakan salah satu dari tiga rangkaian kegiatan tersebut. Dua kegiatan lainnya, yakni Sekolah Ekspor-Impor dan Sekolah Start Up, dijadwalkan berlangsung pada minggu berikutnya.
Rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan wawasan dan keterampilan tambahan yang dapat melengkapi kompetensi utama mahasiswa di bidang sains. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih beragam ketika memasuki dunia profesional maupun ketika melihat peluang pengembangan karier dan usaha.

Deputi Kepala Bursa Efek Indonesia Wilayah Bengkulu, Herlin Andini, saat menyampaikan materi.(foto:ist-morin)
Khusus untuk Sekolah Pasar Modal dan Saham, Prof. Sal berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif kepada mahasiswa mengenai pasar modal dan investasi.
Ia menilai pengenalan terhadap pasar modal menjadi penting bagi mahasiswa karena informasi mengenai investasi semakin mudah ditemukan di tengah masyarakat. Di sisi lain, tidak seluruh informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai informasi yang keliru hingga kasus penipuan dengan modus investasi juga perlu diwaspadai.
“Kami berharap dua narasumber dapat memberikan informasi yang menarik dan memberikan pemahaman yang benar kepada mahasiswa. Pengetahuan kita tentang pasar modal dan pasar saham masih sangat terbatas. Di sisi lain, banyak informasi yang simpang siur dan juga berbagai bentuk penipuan yang berkaitan dengan investasi. Karena itu, kami berharap mahasiswa mendapatkan informasi yang benar langsung dari pihak yang kompeten,” ungkapnya.
Untuk memberikan pemahaman langsung dari sisi praktisi, FMIPA Unib menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang pasar modal, yakni Herlin Andini, M.Ak, Deputi Kepala Wilayah Bengkulu Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Oktavia Safitri, S.Ak, Representatif PT Pintraco Sekuritas.

Kehadiran kedua narasumber memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal pasar modal dari sumber yang kompeten. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan dasar pasar modal dan saham, mekanisme investasi, hingga berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum seseorang mengambil keputusan investasi.
Tidak hanya berorientasi pada pengenalan instrumen investasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya literasi keuangan. Mahasiswa diajak memahami bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada informasi yang tepat, pemahaman terhadap karakteristik instrumen, serta kesadaran terhadap risiko yang menyertainya.
Pemahaman tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa sebagai generasi muda yang mulai memasuki fase kemandirian finansial. Kemampuan memilah informasi, mengenali risiko, dan bersikap rasional dalam mengambil keputusan keuangan menjadi bagian dari kecakapan yang dapat mendukung kehidupan profesional maupun personal di masa mendatang.

Kegiatan dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Unib, Prof. Dr. Morina Adfa, M.Si. Diskusi berlangsung interaktif dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan langsung dari para narasumber.
Bagi FMIPA Unib, Sekolah Pasar Modal dan Saham tidak sekadar menjadi ruang pengenalan mengenai investasi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas perspektif mahasiswa terhadap berbagai peluang yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswa bidang eksakta selama ini memperoleh fondasi keilmuan yang kuat dalam sains dan teknologi. Melalui kegiatan pengembangan keterampilan semacam ini, mereka juga diperkenalkan pada kompetensi pendukung yang bersentuhan dengan dunia ekonomi, kewirausahaan, pengelolaan keuangan, dan pengembangan karier.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadapi perkembangan dunia kerja secara lebih adaptif, sekaligus memiliki kemampuan untuk mengenali dan mempertimbangkan berbagai peluang secara lebih bijak.
Melalui rangkaian Sekolah Pasar Modal dan Saham, Sekolah Ekspor-Impor, serta Sekolah Start Up, FMIPA Unib terus memperkuat komitmennya dalam menyiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi dinamika dunia profesional. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan lulusan masa kini yang tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki wawasan luas, keterampilan adaptif, literasi finansial, serta kemampuan membaca peluang di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan dunia kerja. [Laporan: Morina Adfa | Editor: Purna Herawan | Humas].