UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) menyambut kedatangan puluhan mahasiswa asing dari sepuluh negara yang akan menempuh pendidikan pada jenjang sarjana dan magister di Universitas Bengkulu mulai semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Penyambutan mahasiswa internasional tersebut ditandai dengan pemakaian almamater dan topi Unib secara simbolis oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, kepada dua perwakilan mahasiswa di Ruang Rapat III Rektorat Unib, Rabu (16/9/2026).

Rektor dan para Wakil Rektor Unib saat memasangkan almamater dan topi Unib secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru Unib dari berbagai negara.(foto:hms1)

Penyambutan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian penerimaan mahasiswa asing Unib sekaligus menandai dimulainya perjalanan akademik para mahasiswa dari berbagai negara di kampus yang mengusung visi “Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas”.

Acara penyambutan dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Si, Ph.D, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, Plt. Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Mariani, S.E, M.Ak, serta Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M.

Turut hadir Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) di lingkungan Unib, yakni Kepala UPA Bahasa Ildi Kurniawan, S.Pd, M.Pd, Kepala UPA Perpustakaan Dr. Gumono, S.Pd, M.Pd, Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Funny Farady Coastera, S.Kom, M.T, serta Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Muhammad Khairul Amri Rosa, S.T, M.T.

Usai penyambutan dan pemasangan almamater secara simbolis, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan orientasi kehidupan kampus. Dalam kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan akademik Unib, berbagai layanan penunjang pendidikan, serta fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran proses studi selama berada di Bengkulu.

Rektor dan para Wakil Rektor, Ketua UPA, Kepala Biro dan Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru, berfoto bersama dengan 16 mahasiswa dari berbagai negara.(foto:hms1)

Para mahasiswa juga memperoleh pengenalan mengenai layanan akademik dan nonakademik yang tersedia di Unib. Hal ini menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa internasional dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang baik sejak awal kedatangan mereka.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung layanan UPA Bahasa, UPA Perpustakaan, dan UPA TIK. Setelah itu, mahasiswa diserahkan kepada fakultas masing-masing untuk mengikuti proses pengenalan lebih lanjut di tingkat fakultas.

Pada tahap pertama kedatangan, sebanyak 16 mahasiswa asing diterima oleh pimpinan fakultas yang terdiri atas Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Satu per satu mahasiswa tersebut diterima oleh dekan dan jajaran pimpinan fakultas masing-masing untuk selanjutnya mengikuti pengenalan lingkungan akademik di tingkat fakultas dan program studi.

Para mahasiswa baru Unib dari berbagai negara saat mengikuti pengenalan kehidupan kampus.(foto:hms1)

35 Mahasiswa dari 10 Negara

Berdasarkan hasil seleksi, sebanyak 35 mahasiswa asing ditetapkan sebagai mahasiswa baru Unib pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Mereka berasal dari sepuluh negara dengan latar belakang pendidikan, budaya, dan pengalaman yang beragam.

Mahasiswa asal Vietnam berjumlah empat orang dan seluruhnya laki-laki. Dari Sudan terdapat dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Sementara dari Thailand terdapat satu mahasiswa laki-laki.

Selanjutnya, Yaman mengirimkan dua mahasiswa laki-laki. Pakistan menjadi negara dengan jumlah mahasiswa terbanyak, yakni 16 orang yang terdiri atas sembilan laki-laki dan tujuh perempuan.

Dari Bangladesh terdapat lima mahasiswa, terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Sementara Sierra Leone mengirimkan dua mahasiswa, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan. Adapun dari Gambia, Palestina, dan Tiongkok masing-masing terdapat satu mahasiswa perempuan.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh Dekan Fakultas Teknik Unib.(foto:hms1)

Komposisi tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan penerimaan mahasiswa internasional Unib. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara sekaligus menghadirkan keberagaman budaya, bahasa, perspektif, dan pengalaman yang dapat memperkaya interaksi akademik di lingkungan kampus.

Ke-35 mahasiswa tersebut akan mengikuti proses perkuliahan bersama mahasiswa Unib lainnya, baik pada jenjang sarjana maupun magister. Mereka tersebar pada berbagai program studi di sejumlah fakultas.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, dan S1 Manajemen. Di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), mahasiswa diterima pada Program Studi S1 Kedokteran.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri diterima oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan .(foto:hms1)

Sementara itu, di Fakultas Teknik, mahasiswa tersebar pada Program Studi S1 Arsitektur, S1 Sistem Informasi, S1 Informatika, S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Mesin, dan S1 Teknik Elektro. Di FISIP, mahasiswa asing mengikuti pendidikan pada Program Studi S1 Administrasi Publik dan S1 Ilmu Komunikasi.

FKIP menerima mahasiswa pada Program Studi S1 Pendidikan Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S2 Pendidikan Bahasa Inggris. Di Fakultas Pertanian, mahasiswa tersebar pada Program Studi S1 Ilmu Tanah, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Agribisnis, dan S1 Agroekoteknologi.

Kemudian di FMIPA, mahasiswa asing diterima pada Program Studi S1 Fisika, S2 Kimia, dan S2 Biologi. Sementara di Fakultas Hukum terdapat mahasiswa asing pada Program Studi S1 Ilmu Hukum.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.(foto:hms1)

16 Mahasiswa Tiba pada Tahap Pertama

Dari total 35 mahasiswa asing yang diterima pada semester ganjil 2026, sebanyak 16 mahasiswa telah tiba di Bengkulu pada tahap pertama dan langsung mengikuti rangkaian orientasi kehidupan kampus.

Ke-16 mahasiswa tersebut terdiri atas 12 laki-laki dan empat perempuan yang berasal dari tiga negara, yakni empat mahasiswa dari Vietnam, satu mahasiswa dari Thailand, dan 11 mahasiswa dari Pakistan.

Mereka akan menempuh pendidikan pada berbagai program studi, yaitu S1 Akuntansi, S1 Ekonomi, S1 Manajemen, S1 Ilmu Hukum, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Agribisnis, S1 Agroekoteknologi, S1 Kehutanan, S1 Peternakan, S1 Informatika, S1 Teknik Mesin, S2 Pendidikan Bahasa Inggris, serta S2 Biologi.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh Wakil Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).(foto:hms1)

Ketua Kantor Kerja Sama dan Layanan Internasional (KSLI) Unib Prof. Dr. Wisma Yunita, M.Pd, menjelaskan, kedatangan mahasiswa asing tahun ini dilaksanakan dalam dua tahap.

“Kedatangan adik-adik mahasiswa asing ini dibagi menjadi dua tahap. Hari ini sebanyak 16 mahasiswa telah disambut langsung oleh Rektor Unib dan jajaran serta telah mengikuti orientasi kehidupan kampus. Sebanyak 19 orang lagi dijadwalkan tiba di Kota Bengkulu pada 23 September 2026,” ujar Prof. Wisma saat mendampingi para mahasiswa.

Menurutnya, proses penerimaan dan orientasi tersebut menjadi bagian dari upaya Unib memastikan mahasiswa internasional memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan sejak awal mereka berada di lingkungan kampus.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh Dekan dan para Wakil Dekan Fakultas Pertanian.(foto:hms1)

Kedatangan mahasiswa asing dalam jumlah tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi Unib untuk terus memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Tidak sekadar meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, keberadaan mereka diharapkan dapat menciptakan atmosfer akademik yang semakin terbuka terhadap interaksi lintas negara dan lintas budaya.

Sebelumnya, Unib juga telah memiliki mahasiswa asing yang diterima melalui mekanisme penerimaan secara parsial. Mereka terdiri atas satu mahasiswa asal Malaysia yang sedang melaksanakan program koas di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), satu mahasiswa asal Brunei Darussalam yang sedang menjalani pendidikan semester tujuh di Fakultas Hukum, satu mahasiswa asal Yaman yang sedang menempuh studi di Fakultas Teknik, serta satu mahasiswa asal Pakistan yang sedang menempuh studi doktoral di Fakultas Pertanian.

“Dengan masuk dan bertambahnya 35 mahasiswa asing dari sepuluh negara pada semester ganjil 2026 ini, maka asal negara mahasiswa asing di Universitas Bengkulu menjadi 12 negara. Keberagaman asal negara, budaya, perspektif, dan pengalaman ini akan memperkaya kehidupan akademik di kampus Unib,” ujar Prof. Wisma.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh Dekan Fakultas Hukum Unib.(foto:hms1)

Memperkuat Internasionalisasi Unib

Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata menyambut baik kedatangan para mahasiswa internasional tersebut. Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus menegaskan bahwa Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan salah satu bagian dari strategi internasionalisasi Unib yang akan terus diperkuat.

Menurut Rektor, internasionalisasi Unib tidak berhenti pada penerimaan mahasiswa dari luar negeri. Langkah tersebut akan berjalan beriringan dengan perluasan kerja sama akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, pertukaran budaya, serta peningkatan kualitas layanan bagi sivitas akademika internasional.

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima Dekan dan para Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unib.(foto:hms1)

“Berbagai program internasional yang kita kembangkan pada akhirnya tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa asing, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di Unib,” ujar Rektor.

Ia menjelaskan, keberadaan mahasiswa internasional di lingkungan kampus membuka ruang interaksi yang memungkinkan mahasiswa Indonesia memperoleh pengalaman belajar lintas budaya secara langsung. Interaksi tersebut dapat berlangsung di ruang kuliah, organisasi mahasiswa, kegiatan akademik, maupun berbagai aktivitas kampus lainnya.

Karena itu, kehadiran mahasiswa asing diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari statistik internasionalisasi perguruan tinggi, tetapi juga memberi warna baru dalam kehidupan akademik sehari-hari.

“Kita ingin memastikan setiap mahasiswa internasional memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif selama menempuh pendidikan di Unib, sehingga mereka dapat berkembang, berprestasi, sekaligus menjadi duta yang memperkenalkan Unib di berbagai belahan dunia,” tutup Rektor. [Purna Herawan | Humas].

Mahasiswa baru Unib asal luar negeri saat diterima oleh para Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unib.(foto:hms1)