Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Seminar Karier bagi mahasiswa semester akhir dan calon wisudawan periode ke-115 yang digelar Unit Penunjang Akademik Pengembangan Kompetensi dan Karier (UPA PKK) Unib di Ruang Rapat Utama Gedung Layanan Terpadu (GLT) Unib, Jumat (11/9/2026).



Kepala UPA PKK Unib Khairul Amri Rosa saat menyampaikan maksud dan tujuan seminar.(foto:hms1)
Seminar yang dibuka secara resmi oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si ini menghadirkan dua praktisi dari PT. Tolan Tiga Indonesia, yakni Director of Finance and Human Resources PT Tolan Tiga Indonesia, Khairul Abdi Nasution, serta Regional Director PT Tolan Tiga Indonesia, Bernardo Frans Purba.
PT Tolan Tiga Indonesia merupakan bagian dari SIPEF (Societe Internationale des Plantations et de Finance), kelompok usaha agroindustri dan perusahaan penanam modal asing yang berkantor pusat di Belgia. Di Indonesia, perusahaan tersebut antara lain mengelola perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unib Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Si, Ph.D, Kepala Unit Pengembangan Usaha Unib Dr. Bustanuddin Lubis, serta para Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di lingkungan Unib.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat membuka seminar dan memberikan arahan.(foto:hms1)
Kepala UPA PKK Unib Khairul Amri Rosa, S.T, M.T menjelaskan, seminar karier tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih nyata kepada mahasiswa semester akhir dan calon wisudawan mengenai dunia kerja, khususnya kompetensi, karakter, serta etos kerja yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Menurutnya, memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar penguasaan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi. Lulusan juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, serta terus mengembangkan kompetensi sesuai dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Universitas Bengkulu akan terus berupaya agar setiap lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kemampuan, kepercayaan diri, dan tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak para peserta memanfaatkan seminar tersebut sebagai ruang untuk menggali pengalaman dan perspektif langsung dari praktisi dunia industri.
“Manfaatkan seminar ini dengan baik, sehingga para calon wisudawan mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja yang akan dihadapi setelah besok Saudara diwisuda. Jangan hanya mendengarkan. Bertanyalah, catat hal-hal penting, dan pulanglah dengan langkah konkret yang akan Saudara lakukan setelah kegiatan ini,” tuturnya.



Rektor Unib saat memberikan apresiasi dan cindera mata kepada para narasumber seminar.(foto:hms1)
Bekal Memasuki Dunia Kerja
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Khairul Abdi Nasution dan Bernardo Frans Purba yang telah hadir untuk berbagi pengalaman serta perspektif dunia industri kepada para mahasiswa.
Rektor mengatakan, kehadiran praktisi industri dalam seminar karier menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja dari perspektif yang lebih dekat dengan praktik di lapangan. Terlebih, PT Tolan Tiga Indonesia telah lama beroperasi di Kabupaten Mukomuko dan menjadi salah satu bagian dari dunia usaha yang memiliki keterkaitan dengan potensi daerah.
“Saya sendiri sebagai putra daerah Mukomuko tidak asing lagi dengan PT Tolan Tiga Indonesia sebagai PMA yang mengelola perkebunan sawit sejak puluhan tahun di Mukomuko. Semoga seminar ini menjadi salah satu bentuk penguatan kerja sama antara Unib dengan dunia industri dan materi yang disampaikan para narasumber dapat membantu para mahasiswa memahami dunia kerja sekaligus memberikan motivasi agar para lulusan Unib bisa cepat mendapat pekerjaan yang layak,” ujarnya.



Director of Finance and Human Resources PT Tolan Tiga Indonesia, Khairul Abdi Nasution, saat menyampaikan materi dan berbagi pengalaman kepada calon wisudawan Unib tentang menghadapi dunia kerja.(foto:hms1)
Menurut Rektor, keberhasilan perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan tidak berhenti ketika mahasiswa memperoleh ijazah. Lulusan yang mampu memperoleh pekerjaan yang layak, melanjutkan pengembangan kompetensi, maupun menciptakan lapangan pekerjaan merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan tinggi dalam memberikan dampak bagi masyarakat.
Karena itu, keberhasilan lulusan juga memiliki arti strategis bagi institusi, termasuk dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus memperkuat reputasi Unib sebagai perguruan tinggi dengan akreditasi unggul.
Di hadapan para calon wisudawan, Rektor menegaskan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan pintu masuk menuju ruang pembuktian yang sesungguhnya.
“Di kampus, Saudara dinilai melalui ujian dan tugas akademik. Namun, di dunia kerja, Saudara akan dinilai melalui integritas, kemampuan menyelesaikan masalah, kemauan belajar, kedisiplinan, serta cara bekerja bersama orang lain,” katanya.



Para calon wisudawan 115 Unib aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber seminar.(foto:hms1)
Ia menambahkan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan persaingan global telah membawa perubahan cepat terhadap dunia kerja. Perubahan tersebut tidak hanya memunculkan jenis pekerjaan baru, tetapi juga mengubah kompetensi yang dibutuhkan oleh industri.
“Gelar akan membantu Saudara mengetuk pintu kesempatan. Akan tetapi, kompetensi dan karakterlah yang menentukan apakah Saudara mampu bertahan, berkembang, dan memberikan dampak. Dunia kerja juga sedang berubah dengan sangat cepat. Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan persaingan global telah mengubah jenis pekerjaan serta kompetensi yang dibutuhkan,” tuturnya.
Dalam konteks tersebut, Rektor mengingatkan agar lulusan Unib tidak menempatkan diri hanya sebagai pencari kerja. Lulusan diharapkan mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat, pencipta solusi, sekaligus memiliki keberanian untuk membuka lapangan pekerjaan.
“Karena itu, lulusan Unib tidak boleh hanya menjadi pencari kerja. Saudara harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, pencipta solusi, bahkan pembuka lapangan kerja,” tegasnya.



Regional Director PT Tolan Tiga Indonesia, Bernardo Frans Purba, berbagi pengalaman dan kiat sukses dalam menghadapi dunia kerja kepada calon wisudawan Unib 115.(foto:hms1)
Integritas dan Kemauan Belajar
Lebih lanjut, Rektor berpesan agar para calon wisudawan tidak memasuki dunia kerja tanpa arah. Para lulusan perlu mengenali kekuatan diri, menentukan bidang yang ingin ditekuni, kemudian membangun kompetensi yang relevan secara konsisten.
Selain kompetensi, integritas juga menjadi modal penting dalam membangun karier. Menurut Rektor, pengetahuan dapat membuka kesempatan, tetapi kepercayaan menjadi modal yang menjaga keberlangsungan karier. “Jangan menukar kejujuran dengan keberhasilan sesaat,” pesannya.
Rektor juga mengingatkan para lulusan agar tidak takut memulai karier dari bawah. Menurutnya, perjalanan profesional membutuhkan proses, kedisiplinan, dan kesediaan untuk belajar dari setiap pengalaman. “Pekerjaan pertama mungkin bukan pekerjaan impian, tetapi dapat menjadi tempat terbaik untuk membentuk kualitas diri,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan berharap berbagi pengalaman dalam seminar tersebut dapat memberikan bekal sekaligus perspektif baru bagi calon lulusan Unib.
“Terima kasih kepada Pak Khairul Abdi Nasution dan Bernardo Frans Purba. Semoga berbagai pengetahuan dan pengalaman yang disampaikan hari ini dapat membantu para calon lulusan Unib dalam menatap masa depan, dan semoga kerja sama Unib dengan PT Tolan Tiga Indonesia dapat berkelanjutan di berbagai bidang,” tuturnya.
Seminar yang disiarkan langsung pada akun You Tube Unib Tv tersebut berlangsung interaktif. Dipandu moderator Agung Trisusilo, S.P, M.P, dosen Fakultas Pertanian Unib, para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya perhatian mahasiswa terhadap persiapan memasuki dunia kerja. Melalui dialog langsung dengan praktisi industri, para calon wisudawan tidak hanya memperoleh gambaran mengenai kebutuhan perusahaan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk merefleksikan kompetensi dan kesiapan diri sebelum benar-benar memasuki dunia profesional.
Bagi Unib, seminar karier menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan proses pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi berlanjut pada kesiapan lulusan untuk berkarya, beradaptasi, dan memberikan dampak di tengah masyarakat. [Purna Herawan | Humas].