UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) menutup rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 dengan cara yang berbeda. Setelah mengikuti berbagai materi pembekalan sejak 3 Agustus 2026 di Stadion dan Gedung Serba Guna (GSG) Unib, sebanyak 4.875 mahasiswa baru mengikuti simulasi aksi demonstrasi yang dipusatkan di halaman Gedung Rektorat Unib, Selasa sore (4/8/2026).

Ribuan mahasiswa baru long march dari GSG ke gedung Rektorat Unib.(foto:hms1)

Kegiatan penutupan ini dirancang sebagai media edukasi bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya demokrasi kampus, pentingnya menyampaikan aspirasi secara santun, kritis, bertanggung jawab, serta sesuai koridor hukum dan etika akademik. Simulasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran mengenai peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change), agen kontrol sosial (social control), dan calon pemimpin bangsa.

Prosesi menuju lokasi penutupan diawali dengan long march dari GSG Unib menuju Gedung Rektorat sejauh kurang lebih satu kilometer. Ribuan mahasiswa berjalan kaki secara tertib sambil membawa spanduk, poster, dan berbagai tulisan berisi aspirasi serta pesan-pesan sosial.

Suasana semakin semarak dengan yel-yel yang bergema dari masing-masing gugus, menghadirkan atmosfer layaknya aksi demonstrasi yang sesungguhnya namun tetap berlangsung aman, tertib, dan edukatif.

Tiba di gedung rektorat, ribuan mahasiswa baru disambut baik oleh Rektor dan para pimpinan Unib.(foto:hms1)

Sesampainya di halaman Gedung Rektorat, para mahasiswa baru disambut Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM KBM) Unib yang bertindak sebagai koordinator aksi. Dari atas mobil komando yang diparkir di depan pintu Gedung Rektorat, Koordinator Lapangan memimpin jalannya simulasi dengan penuh semangat.

“Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup perempuan Indonesia!” serunya melalui pengeras suara yang langsung disambut ribuan mahasiswa baru secara kompak.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan menegaskan bahwa mahasiswa merupakan bagian penting dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, serta mengawal berbagai persoalan publik.

“Kita berkumpul di sini untuk menunjukkan solidaritas dan komitmen kita sebagai mahasiswa Universitas Bengkulu, sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia, yang tidak akan diam ketika terjadi berbagai penyimpangan, kekerasan dan pelecehan seksual, serta kesewenang-wenangan dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.

Usai berdialog, Rektor Prof. Indra Cahyadinata menerima tuntutan simulasi demonstrasi yang diserahkan Presiden BEM KBM Universitas Bengkulu.(foto:hms1)

Tema yang diangkat dalam simulasi aksi tahun ini meliputi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penolakan terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial sesuai materi yang disampaikan panitia, serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Berbagai poster dan spanduk yang dibawa peserta berisi ajakan menjaga kelestarian hutan, menghentikan praktik-praktik perusakan lingkungan, serta membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas turut menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Mereka menyuarakan berbagai isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan sebagai bentuk latihan menyampaikan pendapat secara terbuka, argumentatif, dan bertanggung jawab.

Usai penyampaian aspirasi, seluruh peserta mengikuti dialog bersama pimpinan universitas. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, Presiden Mahasiswa BEM KBM Unib, M. Ghifar Alfarizsy, bersama Wakil Presiden Mahasiswa Faizah Adilah menyerahkan naskah tuntutan hasil simulasi kepada Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, yang menerimanya secara simbolis sebagai bentuk penghargaan terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan perguruan tinggi.

Ribuan mahasiswa baru Unib antusias mengikuti simulasi demonstrasi di gedung Rektorat Unib.(foto:hms1)

Rektor kemudian menutup secara resmi rangkaian PKKMB Universitas Bengkulu Tahun 2026. Didampingi Ketua Senat Universitas, para Wakil Rektor, para Dekan, Wakil Dekan, serta pimpinan unit kerja di lingkungan Unib, Prof. Indra Cahyadinata menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan mahasiswa baru yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, disiplin, dan penuh antusiasme.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillah, PKKMB Universitas Bengkulu Tahun 2026 tingkat universitas secara resmi saya nyatakan ditutup,” ujar Rektor.

Rektor juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden BEM KBM Unib beserta seluruh panitia mahasiswa yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan Festival AKSARA ULU dan PKKMB 2026.

“Selamat datang di Universitas Bengkulu. Selamat menempuh perjalanan sebagai insan akademik. Jadilah mahasiswa yang unggul, berintegritas, inovatif, serta mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” pesan Prof. Indra Cahyadinata.

Penobatan Putra dan Putri PKKMB-AKSARA ULU 2026 dan pemberian hadiah kepada gugus mahasiswa terbaik, terheboh, teraktif dan terbaik menjaga lingkungan bersih.(foto:hms1)

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan mahasiswa terbaik selama pelaksanaan PKKMB-AKSARA ULU 2026. Raihan Abdullah Rasyid dari Gugus 26 dinobatkan sebagai Putra PKKMB-AKSARA ULU 2026, sedangkan Sri Mulyani dari Gugus 16 terpilih sebagai Putri PKKMB-AKSARA ULU 2026 atas partisipasi aktif, kedisiplinan, serta keteladanan yang ditunjukkan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Rangkaian penutupan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh pimpinan universitas, panitia, dan mahasiswa baru. Sebelum membubarkan diri, seluruh peserta diajak membersihkan sampah di sekitar halaman Gedung Rektorat sebagai wujud implementasi nilai kepedulian terhadap lingkungan yang telah menjadi salah satu pesan penting selama PKKMB berlangsung.

Dengan berakhirnya rangkaian PKKMB 2026, sebanyak 4.875 mahasiswa baru Universitas Bengkulu kini resmi memasuki kehidupan akademik sebagai bagian dari sivitas akademika Kampus Biru. Selama pelaksanaan PKKMB, para mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada sistem pendidikan tinggi dan budaya akademik, tetapi juga dibekali nilai-nilai kebangsaan, integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat kolaborasi sebagai bekal menjadi lulusan yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak sesuai visi Universitas Bengkulu. [Purna Herawan | Humas].

Pelepasan konstum Nauta yang menjadi maskot PKKMB-AKSARA ULU 2026 sekaligus mengungkap sosok yang berperan dalam badut tersebut.(foto:hms1)

Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata dan Wakil Rektor III Prof. Agustin Zarkani serta Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib Andi Yudi Prayoga foto bersama dengan panitia PKKMB-AKSARA ULU 2026.(foto:hms1)