Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bengkulu (Unib) Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum mengenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, PKKMB dirancang sebagai ruang pembentukan karakter yang memadukan wawasan kebangsaan, integritas, kepemimpinan, dan budaya akademik sebagai fondasi lahirnya Rafflesia Muda yang unggul dan berdampak.



Kapolda dan Kajatai Bengkulu serta perwakilan Danresm 041/Gamas, BIN dan BNN, didampingi Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata saat menyapa ribuan mahasiswa baru di GSG Unib.(foto:hms1)
Komitmen tersebut tampak dalam rangkaian kegiatan PKKMB tingkat universitas yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Selasa (3/8/2026). Sebanyak 4.875 mahasiswa baru memperoleh pembekalan komprehensif mengenai ideologi bangsa, bela negara, pencegahan korupsi, bahaya radikalisme dan intoleransi, penyalahgunaan narkoba, hingga pemahaman mengenai sistem pendidikan tinggi dan tata kelola akademik di Universitas Bengkulu.
Materi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu Saiful Bahri Siregar, S.H, M.H, perwakilan Komando Resor Militer (Danrem) 041/Garuda Emas, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, serta jajaran pimpinan Universitas Bengkulu.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara perguruan tinggi dan berbagai institusi negara dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, integritas moral, dan tanggung jawab sosial menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.



Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid memberikan arahan kepada ribuan mahasiswa baru.(hms1)
Dalam sesi dialog yang dipandu Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Teknik, Dr. Ir. Endina Putri Purwandari, S.T, M.Kom, Kapolda Bengkulu memaparkan pentingnya membangun ketahanan ideologi di kalangan mahasiswa sebagai benteng menghadapi berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, kemampuan berpikir kritis harus diimbangi dengan kecintaan terhadap Pancasila, penghormatan terhadap keberagaman, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mahasiswa yang cerdas bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menjadi benteng Pancasila dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Kapolda juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kebebasan akademik secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, hukum, dan etika kehidupan berbangsa.



Kajati Bengkulu Saiful Bahri Siregar saat menyampaikan materi tentang pentingnya integritas.(foto:hms1)
Sementara itu, Kajati Bengkulu Saiful Bahri Siregar mengajak mahasiswa memahami pentingnya integritas sebagai modal utama kepemimpinan. Dalam paparannya, ia menjelaskan prinsip negara hukum, peran strategis Kejaksaan sebagai dominus litis, anatomi tindak pidana korupsi, hingga strategi nasional pemberantasan korupsi yang saat ini terus diperkuat melalui berbagai pendekatan pencegahan dan penindakan.
Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan dukungan generasi muda yang memiliki karakter jujur, berani, dan berpihak pada kepentingan publik.
Mengakhiri paparannya, Kajati mengutip adagium hukum Fiat Justitia Ruat Caelum yang bermakna hendaklah keadilan ditegakkan walaupun langit runtuh. Ungkapan tersebut menjadi penegasan bahwa nilai keadilan harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap pengabdian kepada bangsa.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin dan penegak hukum masa depan. Kuasai ilmu sebagai bekal utama, peka terhadap ketidakadilan, berani menyuarakan kebenaran, serta bangun integritas yang kokoh dan komitmen antikorupsi dalam setiap langkah,” pesannya.



Korem 041/Gamas dan BNN Provinsi Bengkulu memberikan pemahaman bela negara dan anti-Narkoba kepada ribuan mahasiswa baru Unib.(foto:hms1)

Para pemateri didampingi Rektor dan Wakil Rektor III Unib berfoto bersama dengan ribuan mahasiswa baru.(hms1)
Pembekalan Sistem Pendidikan Tinggi
Selain memperkuat karakter kebangsaan, PKKMB Unib juga memberikan pembekalan mengenai sistem pendidikan tinggi dan tata kelola akademik sebagai bekal mahasiswa memasuki kehidupan perkuliahan.
Pada sesi ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Unib Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, bersama Pelaksana Tugas Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, menyosialisasikan Peraturan Rektor Universitas Bengkulu Nomor 2 Tahun 2026 tentang Peraturan Akademik, Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), mekanisme perkuliahan berbasis Sistem Kredit Semester (SKS), layanan akademik, hingga etika dan integritas akademik.
Dipandu Ketua Panitia PKKMB 2026 Dr. Yar Johan, sesi tersebut dirancang untuk membantu mahasiswa memahami sistem pembelajaran di perguruan tinggi sejak awal, sehingga mampu merencanakan studi secara efektif, memanfaatkan berbagai layanan akademik secara optimal, serta menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi yang membanggakan.



Wakil Rektor Bidang Akademik Unib Prof. Kamaludin saat menjelaskan tentang budaya dan etika akademik.(hms1)
Mahasiswa juga diperkenalkan pada visi Universitas Bengkulu sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, inovatif, dan berdampak, sekaligus diajak membangun budaya akademik yang menjunjung tinggi kejujuran ilmiah, disiplin, kolaborasi, serta tanggung jawab intelektual.
Rangkaian materi tersebut menunjukkan bahwa PKKMB Unib bukan sekadar kegiatan orientasi mahasiswa baru, melainkan proses awal pembentukan insan akademik yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, integritas moral, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Universitas Bengkulu dengan berbagai institusi negara, PKKMB 2026 diharapkan mampu melahirkan Rafflesia Muda yang tidak hanya siap menghadapi tantangan dunia akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi pemimpin yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, berani melawan korupsi, menolak radikalisme, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. [Purna Herawan | Humas].



Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib, Andi Yudi Prayoga, menjelaskan tentang SIAKAD dan administrasi perkuliahan, serta berbagai layanan akademik.(foto:hms1)