UNIVERSITAS BENGKULU

Suasana Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Bengkulu (Unib) dipenuhi semangat dan antusiasme ribuan mahasiswa baru, Sabtu (1/8/2026). Sebanyak 4.875 mahasiswa baru resmi disambut melalui Festival AKSARA ULU 2026, sebuah agenda tahunan yang menjadi gerbang awal pengenalan kehidupan kampus sekaligus pembuka rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bengkulu.

Rektor bersama Wakil Rektor III Unib membuka Festival AKSARA ULU 2026 secara simbolis.(foto:hms1)

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM KBM) Unib bekerja sama dengan Bagian Kemahasiswaan Rektorat Unib ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, organisasi kemahasiswaan, serta kehidupan kampus yang inklusif dan berorientasi pada prestasi.

Festival AKSARA ULU yang merupakan akronim dari Agenda Kegiatan Sapa Mahasiswa Baru Universitas Bengkulu menjadi pembuka sebelum pelaksanaan PKKMB tingkat universitas yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026 di Stadion dan Gedung Serba Guna Unib.

Selain menjadi ajang penyambutan, festival ini juga menghadirkan puluhan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai pilihan aktivitas pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, hingga pengabdian kepada masyarakat selama menempuh pendidikan di Universitas Bengkulu.

Koordinator PKKMB Unib 2026 Dr. Yar Johan dan Ketua Panitia Pelaksana AKSARA Ulu Ahmad Soni AP saat menyampaikan laporan kegiatan.(foto:hms1)

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 14.00 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. Pembukaan ditandai dengan pemukulan dol secara simbolis yang disaksikan para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, pimpinan unit penunjang akademik, dosen pendamping, serta tamu undangan.

Koordinator Pelaksana PKKMB Unib 2026, Dr. Yar Johan, S.P, M.Si, menjelaskan bahwa Festival AKSARA ULU merupakan tradisi tahunan yang bertujuan membangun interaksi antarmahasiswa lintas fakultas sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan kampus.

Menurutnya, seluruh peserta dibagi ke dalam 28 gugus yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi sehingga mereka memiliki kesempatan membangun jejaring dan kolaborasi sejak awal.

“Mahasiswa sengaja kami campur dalam setiap gugus agar mereka tidak hanya mengenal teman dari fakultasnya sendiri, tetapi mulai berinteraksi dengan mahasiswa dari fakultas dan program studi lainnya. Inilah awal terbentuknya jejaring akademik dan persahabatan selama menempuh pendidikan di Universitas Bengkulu,” ujarnya.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani saat menyampaikan sambutan.(hms1)

Ketua Panitia Festival AKSARA ULU 2026, Ahmad Soni Adi Pratama, yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri BEM KBM Unib, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti 4.875 mahasiswa baru yang terdiri atas 935 mahasiswa FKIP, 535 mahasiswa FISIP, 562 mahasiswa FEB, 439 mahasiswa Fakultas Hukum, 893 mahasiswa Fakultas Pertanian, 583 mahasiswa FMIPA, 576 mahasiswa Fakultas Teknik, serta 352 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Universitas Bengkulu, seluruh panitia, sponsor, dan berbagai pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan festival tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor beserta seluruh pimpinan Universitas Bengkulu dan para sponsor atas dukungan yang diberikan. Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Semoga Festival AKSARA ULU menjadi awal perjalanan yang menyenangkan sekaligus membangun semangat untuk berprestasi,” katanya.

Rektor dan Wakil Rektor III Unib, Ketua Satgas PPKPT dan Pengurus BEM KBM Unib menandatangani Deklarasi Anti Kekerasan, Perpeloncoan, dan Anti LGBT+.(foto:hms1)

Salah satu daya tarik Festival AKSARA ULU 2026 adalah hadirnya maskot Nauta, seekor gurita raksasa yang menjadi ikon penyambutan mahasiswa baru tahun ini. Selain itu, seluruh sivitas akademika juga melaksanakan Deklarasi Bersama PKKMB Sehat dan Inklusif sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman, bebas dari perpeloncoan, penyalahgunaan narkoba, pelecehan dan kekerasan seksual, serta berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan norma dan nilai-nilai yang dijunjung Universitas Bengkulu.

Deklarasi tersebut ditandai dengan penandatanganan spanduk komitmen oleh pimpinan universitas, panitia pelaksana, pengurus organisasi kemahasiswaan, serta Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Bengkulu.

Berorganisasi untuk Mengembangkan Kepemimpinan

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, menegaskan bahwa Festival AKSARA ULU dirancang agar mahasiswa baru mengenal seluruh organisasi kemahasiswaan sebagai wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, dan prestasi.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik di ruang kuliah, tetapi juga oleh pengalaman berorganisasi yang mampu membentuk kemampuan komunikasi, kerja sama, manajemen, dan kepemimpinan.

Rektor dan Wakil Rektor III Unib foto bersama dengan para pengurus BEM KBM dan ribuan mahasiswa baru.(hms1)

Dalam sambutannya, Prof. Agustin menyampaikan analogi yang mengundang tepuk tangan ribuan mahasiswa. “Kuliah tanpa berorganisasi bagaikan malam tanpa bintang, sunyi dan sepi. Namun terlalu banyak bintang juga membuat malam tidak nyaman. Karena itu pilihlah satu atau dua organisasi yang benar-benar sesuai dengan minat dan potensi kalian, lalu tekuni hingga berprestasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak tokoh bangsa lahir dari proses pembelajaran di organisasi kemahasiswaan. Karena itu, Universitas Bengkulu terus menyediakan berbagai wadah pengembangan diri melalui UKM dan organisasi mahasiswa yang dikelola secara profesional serta didukung berbagai program pembinaan dan beasiswa prestasi.

Rektor: Jadilah Mahasiswa Aktif, Berprestasi, dan Berintegritas

Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si menegaskan bahwa Festival AKSARA ULU merupakan kesempatan terbaik bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kehidupan organisasi di Universitas Bengkulu.

Berbagai UKM yang diperkenalkan, mulai dari bidang seni, olahraga, kerohanian, penalaran, kewirausahaan, kemanusiaan hingga bela negara, menurutnya merupakan ruang belajar yang akan melengkapi proses akademik mahasiswa.

Rektor memberikan apresiasi terhadap festival AKSARA ULU dan menyambut ribuan mahasiswa baru 2026.(hms1)

“Kehidupan di kampus tidak hanya berlangsung di dalam ruang kuliah. Melalui organisasi kemahasiswaan dan UKM, kalian dapat mengembangkan minat dan bakat, belajar bekerja sama, membangun keberanian, melatih kepemimpinan, memperluas relasi, sekaligus membentuk karakter. Jadilah mahasiswa yang aktif, berprestasi, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Rektor.

Rektor juga mengingatkan agar seluruh organisasi kemahasiswaan menjadi ruang yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan.

“Kami mengapresiasi BEM KBM Unib, seluruh pengurus UKM, dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Di hadapan ribuan mahasiswa baru hari ini, kita tegaskan kembali bahwa Universitas Bengkulu berkomitmen membangun kehidupan kampus yang sehat, aman, bebas dari perpeloncoan, penyalahgunaan narkoba, kekerasan seksual, serta berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai akademik,” tegasnya.

Rektor dan Wakil Rektor serta panitia AKSARA ULU bernyanyi dan menari bersama Maskot Nauta.(foto:hms1)

Rangkaian Festival AKSARA ULU 2026 disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Universitas Bengkulu. Acara diisi dengan parade dan perkenalan organisasi kemahasiswaan, dimulai dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), BEM KBM, serta puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa, antara lain UKM Debat, Koperasi Mahasiswa, Pramuka, PMI, Teater Basurek, Marching Band, P3M, berbagai UKM olahraga, UKM kerohanian, hingga ditutup dengan penampilan UKM Musik.

Melalui Festival AKSARA ULU 2026, Universitas Bengkulu tidak hanya menyambut ribuan mahasiswa baru, tetapi juga menegaskan komitmennya membangun budaya akademik yang inklusif, kolaboratif, berkarakter, dan berorientasi pada prestasi sebagai bekal menuju lahirnya generasi muda yang unggul dan berdampak bagi bangsa. [Purna Herawan | Humas].

Para pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unib memperkenalkan diri kepada para mahasiswa baru.(hms1)

Ribuan mahasiswa baru memadati GSG Unib dan tampak antusias mengikuti Festival AKSARA ULU 2026.(hms1)