UNIVERSITAS BENGKULU

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) di tingkat internasional. Tim mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib berhasil meraih Silver Medal pada ajang International Student Festival (ISF) 2026 melalui kategori Technology in Education, yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 4–6 Juli 2026.

Mahasiswa FKIP Unib, Alya Juwita Putri, menunjukan medali dan piagam yang diraihnya.(foto:ist)

Penghargaan tersebut diraih melalui karya inovasi di bidang teknologi pendidikan yang dinilai mampu menawarkan solusi kreatif untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara itu, Alya Juwita Putri hadir sebagai perwakilan resmi tim dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga berhasil mengantarkan FKIP Unib meraih penghargaan bergengsi tersebut.

International Student Festival (ISF) 2026 mengusung tema “Youth Innovation for Sustainable and Inclusive Global Transformation”. Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda dunia untuk mempresentasikan gagasan inovatif sekaligus membangun jejaring internasional dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari pertanian, lingkungan, kesehatan, pangan, hukum dan politik, sosial ekonomi, teknologi, pendidikan, pariwisata hingga budaya.

Kompetisi tersebut diikuti puluhan tim inovasi dari berbagai perguruan tinggi dan negara, di antaranya China, Maroko, India, dan Indonesia. Para peserta berkompetisi dalam sembilan subtema yang menampilkan beragam inovasi dan hasil penelitian terbaik dari mahasiswa.

Ajang internasional ini terselenggara atas kolaborasi International Student Festival bersama Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Mataram dan Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Wathan Mataram. Selain kompetisi esai dan inovasi, ISF 2026 juga menghadirkan kegiatan pertukaran budaya, penguatan jejaring akademik internasional, serta promosi potensi pariwisata dan budaya Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Pada kesempatan tersebut, FKIP Unib mengirimkan tiga mahasiswa, yakni Alya Juwita Putri, Hasan Alfarouq, dan Salsabila. Ketiganya mengembangkan sebuah inovasi pada bidang Technology in Education yang berfokus pada pemanfaatan teknologi sebagai solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Mahasiswa FKIP Unib, Alya Juwita Putri, menunjukan medali dan piagam yang diraihnya.(foto:ist)

Dalam pelaksanaan kompetisi secara luring, Alya Juwita Putri dipercaya mewakili tim mengikuti seluruh tahapan penilaian, mulai dari penyusunan paper ilmiah, presentasi karya inovasi, sesi tanya jawab bersama dewan juri, hingga prosesi penganugerahan penghargaan.

Setiap karya yang dipresentasikan dinilai secara komprehensif oleh dewan juri berdasarkan sejumlah indikator, antara lain tingkat kebaruan inovasi, kualitas ilmiah, relevansi terhadap permasalahan yang diangkat, potensi implementasi, manfaat yang dihasilkan, dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat, serta kemampuan peserta dalam mempresentasikan dan mempertahankan gagasan ilmiahnya.

Melalui proses penilaian tersebut, tim mahasiswa FKIP Unib berhasil meraih Silver Medal pada kategori Technology in Education. Raihan ini menjadi pengakuan atas kualitas inovasi yang dikembangkan sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Unib mampu bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan negara di tingkat internasional.

Keberhasilan tersebut disambut dengan penuh apresiasi oleh sivitas akademika FKIP Unib. Prestasi ini dinilai tidak hanya menjadi kebanggaan bagi fakultas, tetapi juga memperkuat reputasi Universitas Bengkulu di kancah internasional serta menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Unib memiliki kapasitas untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global.

Mahasiswa FKIP Unib, Alya Juwita Putri, menunjukan medali dan piagam yang diraihnya.(foto:ist)

Dekan FKIP Unib, Abdul Rahman, S.Si, M.Si, Ph.D, melalui Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Rio Kurniawan, S.Pd, M.Pd, menyampaikan ucapan selamat kepada tim mahasiswa yang telah mengharumkan nama Universitas Bengkulu pada ajang ISF 2026.

Menurut Dr. Rio, International Student Festival merupakan forum yang sangat strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa karena mempertemukan peserta dari berbagai negara dengan beragam latar belakang keilmuan. Persaingan akademik yang kompetitif tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan perluasan jejaring internasional.

“Keikutsertaan dan keberhasilan dalam kompetisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya riset, inovasi, dan kolaborasi internasional. Prestasi ini juga diharapkan menginspirasi mahasiswa lainnya agar terus berkarya, berprestasi, serta membawa nama baik Universitas Bengkulu dan Indonesia di berbagai forum akademik dunia,” ujar Dr. Rio.

Prestasi yang diraih tim FKIP Unib ini sekaligus menambah deretan capaian mahasiswa Universitas Bengkulu di tingkat internasional. Sejalan dengan komitmen Unib dalam mendorong lahirnya lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa semangat riset dan inovasi mahasiswa terus tumbuh serta mampu menghasilkan karya yang mendapat pengakuan di tingkat dunia. [Laporan: Rio | Editor: Purna Herawan | Humas].