Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu (Unib) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat atmosfer akademik dan budaya riset di lingkungan kampus. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah umum yang menghadirkan Guru Besar Fisika Universitas Indonesia (UI), Prof. Dede Djuhana, M.Si, Ph.D, sebagai narasumber utama. Kegiatan berlangsung di ruang rapat utama Dekanat FMIPA Unib pada Jumat (5/6/2026) dan diikuti dengan antusias oleh puluhan mahasiswa serta dosen.

Foto bersama Prof. Dede Djuhana dan Dr. Adhi Harmoko Saputro dengan dekan dan para dosen FMIPA Unib.(ist)
Kuliah umum yang mengangkat tema “Application of Micromagnetic OOMMF for Observing the Structure and Dynamics of Ferromagnetic Domains” ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dan akademisi untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan riset mutakhir di bidang fisika material dan teknologi magnetik.
Selain Prof. Dede Djuhana, kegiatan ini juga menghadirkan akademisi dan peneliti dari Universitas Indonesia, Adhi Harmoko Saputro, Ph.D, yang turut berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan simulasi mikromagnetik dalam penelitian ilmiah.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Sal Prima Yudha, S.Si, M.Si. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Perjanjian Kerja Sama antara FMIPA Universitas Bengkulu dan FMIPA Universitas Indonesia yang terjalin melalui forum Jaringan Kerja Sama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA (MIPAnet).

Dekan FMIPA Unib Prof. Sal Prima Yudha saat menyampaikan sambutan.(foto:ist)
Menurut Prof. Sal Prima, kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui sinergi yang kuat, berbagai program akademik, penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dikembangkan secara lebih optimal.
“Kami merasa bangga dapat menghadirkan Guru Besar Fisika Universitas Indonesia, Prof. Dede Djuhana, bersama Bapak Adhi Harmoko Saputro, Ph.D. Kehadiran beliau tentu memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi mahasiswa dan dosen FMIPA Unib. Kami berharap kerja sama antara FMIPA Unib dan FMIPA UI dapat terus berkembang dan menghasilkan berbagai kolaborasi yang bermanfaat bagi kemajuan institusi maupun pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Prof. Sal Prima.
Ia menambahkan, penguatan kolaborasi akademik tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tetapi juga diharapkan mampu mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya yang berkaitan dengan produktivitas dan hilirisasi hasil penelitian.

Prof. Dede dan Dr. Adhi Harmoko Saputro saat memaparkan materi tentang pemanfaatan OOMMF.(foto:ist)
Dalam sesi utama, Prof. Dede Djuhana memaparkan secara komprehensif mengenai pemanfaatan Object Oriented Micro Magnetic Framework (OOMMF), sebuah perangkat lunak simulasi mikromagnetik yang banyak digunakan untuk mempelajari struktur dan dinamika domain feromagnetik.
Melalui OOMMF, berbagai fenomena magnetik pada skala mikroskopik dapat diamati dan dianalisis secara lebih efektif tanpa harus selalu bergantung pada eksperimen laboratorium yang memerlukan biaya besar dan peralatan yang kompleks. Simulasi ini memungkinkan peneliti memvisualisasikan distribusi magnetisasi, pembentukan domain magnetik, pergerakan dinding domain (domain wall), hingga respons material feromagnetik terhadap pengaruh medan magnet eksternal.
Menurut Prof. Dede, kemampuan simulasi mikromagnetik tersebut memiliki peran penting dalam memahami karakteristik dasar material magnetik sekaligus mendukung pengembangan berbagai teknologi modern. Hasil simulasi dapat dimanfaatkan dalam pengembangan media penyimpanan data berkapasitas tinggi, sensor magnetik, perangkat spintronik, serta berbagai material magnetik fungsional yang menjadi bagian penting dari kemajuan teknologi masa depan.
Sementara itu, Adhi Harmoko Saputro, Ph.D, menekankan pentingnya penguasaan perangkat komputasi dan pemodelan numerik bagi mahasiswa maupun peneliti. Kemampuan tersebut saat ini menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung penelitian yang inovatif, efisien, dan berdaya saing global.



Foto bersama dengan para peserta kuliah umum dan pemberian cindera mata oleh Dekan FMIPA Unib kepada narasumber.(foto:ist)
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Dipandu moderator Dosen FMIPA Unib, Dr. Elfi Yuliza, S.Si, M.Si, mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai aspek simulasi mikromagnetik, peluang riset di bidang fisika material, serta penerapan teknologi magnetik dalam kehidupan modern.
Melalui kuliah umum ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai penggunaan OOMMF dalam mengamati struktur dan dinamika domain feromagnetik, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang besarnya peran simulasi komputasi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi material magnetik. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi akademik antara FMIPA Unib dan FMIPA UI guna mendorong lahirnya riset-riset unggul yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. [Laporan:Arif | Editor: Purna Herawan | Humas].