Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib) di kancah internasional. Tim mahasiswa Unib berhasil meraih dua Bronze Medal dan dua penghargaan Favorite Poster pada ajang 5th International Youth Summit 2026 yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development & Graduate Marketability (CEM), Universiti Putra Malaysia (UPM).



Tim Mahasiswa Unib membentang bendera Universitas Bengkulu setelah mengukir prestasi internasional.(ist)
Kegiatan bergengsi yang berlangsung pada 30–31 Mei 2026 di Asto Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia tersebut mempertemukan ratusan delegasi muda dari berbagai negara untuk berkompetisi sekaligus bertukar gagasan dalam bidang inovasi, teknologi, sosial, ekonomi, budaya, dan pembangunan berkelanjutan.
Tim mahasiswa Unib pada ajang tersebut terdiri atas Muhammad Abdul Daffa (Akuntansi 2022), Diodo Arrahman (Teknik Informatika 2022), dan Anastasya (Akuntansi 2022). Mereka tampil percaya diri mempresentasikan karya ilmiah di hadapan dewan juri internasional meskipun harus bersaing dengan peserta dari berbagai negara, seperti Malaysia, Pakistan, Turkmenistan, South Sudan, Thailand, Maroko, serta sejumlah perguruan tinggi dari Indonesia.
Pada kategori Social & Economy, tim mempresentasikan karya berjudul “What Makes Citizens Willingly Pay? Rebuilding Tax Morale through Digital Engagement”. Karya tersebut mengangkat gagasan tentang upaya meningkatkan moral dan kepatuhan pajak masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih partisipatif, edukatif, dan transparan.
Sementara itu, pada kategori Tourism & Culture, tim mengusung karya berjudul “Environmental Democracy in Action: A Youth-Driven Governance Model for Circular Plastic Management in Coastal Tourism”. Melalui karya ini, mahasiswa Unib menawarkan model tata kelola berbasis partisipasi pemuda dalam pengelolaan sampah plastik di kawasan wisata pesisir dengan pendekatan ekonomi sirkular guna mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

Tim Mahasiswa Unib saat menerima piagam penghargaan di ajang 5th International Youth Summit 2026.(ist)
Berdasarkan hasil penilaian yang mencakup kualitas substansi karya, metode penyampaian, kemampuan komunikasi, dan penguasaan materi, kedua karya tersebut berhasil meraih Bronze Medal pada kategori masing-masing. Tidak hanya itu, kedua poster ilmiah yang dipresentasikan juga memperoleh penghargaan Favorite Poster, yang ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara oleh peserta dan publik selama kegiatan berlangsung melalui platform digital yang disediakan panitia.
Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa Unib memiliki kapasitas, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di forum internasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan kemahasiswaan yang terus dilakukan oleh fakultas dan universitas dalam mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, adaptif, dan berwawasan global.
Selain menjadi ajang kompetisi, 5th International Youth Summit 2026 juga menjadi ruang kolaborasi bagi para delegasi muda untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring internasional. Seluruh peserta mengikuti seminar internasional bertema “Changing the Future with Young Generations Through Technology, Creativity, and Sustainable Innovation” yang menghadirkan Dean Faculty of Computer Science and Information Technology Universiti Putra Malaysia, Dato’ Prof. Dr. Shamala K. Subramaniam, sebagai pembicara utama.

Muhammad Abdul Daffa, Diodo Arrahman , dan Anastasya bawa pulang medali dan piagam penghargaan.(ist)
Melalui seminar tersebut, peserta memperoleh berbagai perspektif mengenai peran strategis generasi muda dalam menghadapi tantangan global melalui pemanfaatan teknologi, kreativitas, dan inovasi yang berkelanjutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan cultural and educational field trip yang memberikan kesempatan kepada para delegasi untuk mengenal budaya Malaysia sekaligus mempererat hubungan dengan peserta dari berbagai negara.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian mahasiswa Unib dalam ajang internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan jejaring global.
“Keikutsertaan mahasiswa dalam 5th International Youth Summit 2026 tidak hanya menghasilkan prestasi yang membanggakan, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam mempresentasikan gagasan, memperluas wawasan, dan membangun jaringan internasional dengan para delegasi muda dari berbagai negara,” ujarnya.

Muhammad Abdul Daffa, Diodo Arrahman , dan Anastasya harumkan nama Unib di kompetisi internasional.(ist)
Prof. Agustin menambahkan bahwa pimpinan universitas terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan forum ilmiah nasional maupun internasional. Selain bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, capaian tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, khususnya IKU 3 terkait aktivitas dan prestasi mahasiswa.
Lebih lanjut, ia berharap karya-karya ilmiah yang telah dipresentasikan pada forum internasional tersebut dapat terus dikembangkan melalui pendampingan dosen dan diimplementasikan di tengah masyarakat sehingga memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pencapaian IKU 7 terkait kontribusi perguruan tinggi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“Saya mengucapkan selamat kepada Tim Mahasiswa Unib dan para dosen pembimbing atas prestasi yang diraih pada 5th International Youth Summit 2026. Semoga keberhasilan ini semakin memotivasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan mengharumkan nama Universitas Bengkulu di berbagai ajang nasional maupun internasional,” tutup Prof. Agustin. [Laporan: Tim Presma | Editor: Purna Herawan | Humas].