UNIVERSITAS BENGKULU

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH Unib) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim produksi film pendek FH Unib berhasil meraih Juara I pada ajang Semar Cinefest 2026 yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (11/5/2026).

Tim Produksi Film Pendek Fakultas Hukum Unib saat menerima piagam penghargaan.(foto:ist)

Prestasi tersebut diraih melalui karya film pendek bertajuk “Argumentum ad Fictione” yang mengangkat subtema Literasi Digital. Film ini digarap oleh tim yang diketuai Azifah Syaqila Ravadina Suhendra bersama Reka Acintya, M. Alief Fadllika, M. Adyat Rizky, dan M. Alfami.

Keberhasilan tim FH Unib terasa semakin istimewa karena mampu mengungguli berbagai peserta dari perguruan tinggi ternama di Indonesia, termasuk perwakilan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang dikenal memiliki kekuatan besar di bidang seni dan perfilman.

Melalui “Argumentum ad Fictione”, mahasiswa FH Unib menghadirkan narasi kritis tentang pentingnya pemahaman hukum di era digital. Film tersebut menggambarkan bagaimana perkembangan ruang siber menghadirkan tantangan baru terkait etika, aturan, serta konsekuensi hukum yang sering kali diabaikan masyarakat.

Tim Produksi Film Pendek Fakultas Hukum Unib saat menerima piagam penghargaan.(foto:ist)

Tidak hanya menyajikan cerita yang menarik secara visual, karya ini juga menjadi media edukasi hukum yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini. Pendekatan sinematik yang digunakan membuat pesan-pesan hukum dapat diterima dengan lebih mudah oleh berbagai kalangan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi FH Unib. “Argumentum ad Fictione” tercatat sebagai film pendek bertema hukum pertama yang diinisiasi secara resmi oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu.

Dekan FH Unib, Dr. M. Yamani, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa mengelaborasikan substansi hukum ke dalam medium sinema menunjukkan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya mampu memahami teori dan regulasi, tetapi juga memiliki kreativitas serta inovasi dalam menyampaikan pesan kepada publik.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa hukum mampu berpikir kreatif dan inovatif melampaui batasan teks undang-undang di ruang kelas. Film dapat menjadi media edukasi hukum yang efektif dan dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Tim Produksi Film Pendek Fakultas Hukum Unib saat menerima piagam penghargaan.(foto:ist)

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus melahirkan karya-karya kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Selamat kepada tim produksi film pendek FH Unib atas kemenangan bersejarah ini. Semoga semangat Argumentum ad Fictione terus menginspirasi lahirnya inovasi-inovasi baru di masa depan,” tambahnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani. Ia berharap keberhasilan mahasiswa FH Unib di ajang nasional ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan bakat dan minat, sekaligus meningkatkan prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].