Universitas Bengkulu (Unib) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Kali ini, mahasiswa Program Sarjana Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unib, Dery Sepriansyah, sukses mengharumkan nama almamater melalui ajang Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE ASEAN) 2026 yang diselenggarakan pada 6–10 April 2026 di Singapura dan Malaysia.

Dery Sepriansyah saat menerima piagam penghargaan.(foto:ist-feb)
Tidak hanya berpartisipasi aktif, Dery berhasil menunjukkan performa unggul dengan meraih tiga penghargaan sekaligus, yakni Best Group Leader, 3rd Media Presentation, dan 2nd Best Idea. Capaian ini menjadi bukti nyata kompetensi Dery dalam kepemimpinan, kreativitas, serta kemampuan merumuskan gagasan inovatif di tingkat internasional.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan Unib. Melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Sc, Ph.D, pihak universitas menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan setinggi-tingginya atas keberhasilan yang diraih.
“Keikutsertaan dan prestasi Dery ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Bengkulu, tetapi juga mencerminkan kualitas mahasiswa Unib yang mampu bersaing di level global. Ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi muda yang adaptif, berdaya saing internasional, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan ASEAN,” ungkapnya.

Para peserta CAYE ASEAN dari berbagai universitas tampak antusias. (foto:ist-feb)
Program Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE ASEAN) merupakan ajang bergengsi yang dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas generasi muda. Kegiatan ini berfokus pada perluasan wawasan global, penguatan kolaborasi lintas budaya, serta dorongan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Selama mengikuti program, para peserta memperoleh pengalaman akademik dan internasional yang komprehensif. Kegiatan meliputi kunjungan ke sejumlah universitas ternama, seperti National University of Singapore (NUS), Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Kuala Lumpur. Melalui kunjungan ini, peserta mendapatkan gambaran langsung mengenai sistem pendidikan global, peluang studi internasional, serta dinamika budaya akademik di tingkat dunia.


Dery Sepriansyah berfose di depan kampus ternama di Malaysia.(foto:ist-feb)
Selain itu, peserta juga terlibat dalam berbagai agenda kompetitif dan kolaboratif, seperti Focus Group Discussion (FGD), youth project and team competition, serta presentasi ide dan media yang dinilai oleh para juri profesional. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja tim dalam lingkungan multikultural.
Pengalaman semakin lengkap melalui kegiatan cultural immersion, di mana peserta mengunjungi sejumlah destinasi ikonik dan pusat budaya, seperti Malaysia Tourism Centre (MaTiC), Marina Bay Sands, Gardens by the Bay, KLCC, dan Batu Caves. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman budaya dan identitas kawasan ASEAN.

Dery Sepriansyah menunjukan piala dan piagam penghargaan yang diraihnya.(foto:ist-feb)
Program CAYE ASEAN 2026 diikuti oleh 34 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, di antaranya IPB University, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, serta Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Seluruh peserta berkolaborasi dalam suasana akademik yang dinamis, kompetitif, dan multikultural.
Menutup pernyataannya, Prof. Agustin Zarkani kembali menyampaikan harapannya agar prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. “Selamat untuk Dery. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Unib lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].