Universitas Bengkulu (Unib) terus memperluas jejaring kemitraan strategis. Terbaru, Unib resmi menjalin kerja sama dengan LLDIKTI Wilayah II melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di ruang kerja Rektor Unib, Jumat (10/4/2026).



Rektor Unib dan Kepala LLDIKTI II berdiskusi tentang peningkatan SDM dan kolaborasi penelitian.(foto:hms1)
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, M.Si bersama Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. Kegiatan ini turut disaksikan jajaran pimpinan Unib, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Kamaludin, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Dr. Yulian Fauzi, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Ashar Muda Lubis, Kepala LPPM Unib, Prof. Dedi Suryadi, serta Kepala LPMPP Unib, Dr. Charles Banon.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua belah pihak berkomitmen untuk mendorong kolaborasi yang lebih terarah dan berdampak, khususnya dalam pengembangan program penelitian unggulan serta kegiatan pengabdian yang solutif bagi masyarakat.



Rektor Unib dan Kepala LLDIKTI Wilayah II menandatangani MoU.(foto:hms1)
Selain itu, MoU ini juga menitikberatkan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perguruan tinggi, khususnya melalui pembentukan konsorsium antar perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah II yang mencakup Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Bangka Belitung. Konsorsium ini diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, terutama di perguruan tinggi swasta.
Kepala LLDIKTI Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, mengungkapkan bahwa Unib memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan SDM akademik di wilayah tersebut. Saat ini, Unib telah memiliki sejumlah program doktor dengan akreditasi Baik Sekali dan Unggul yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah peningkatan kualifikasi dosen.
“Melalui kerja sama ini, kita berharap dapat membangun konsorsium perguruan tinggi yang mendorong percepatan peningkatan rasio dosen bergelar doktor di wilayah LLDIKTI Wilayah II, dengan memanfaatkan program doktor yang dimiliki Unib,” ujarnya.


Rektor Unib memberikan cindera mata plakat institusi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah II.(foto:hms1)
Sementara itu, Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, menyambut baik penandatanganan MoU ini sebagai payung hukum dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus diwujudkan dalam program konkret yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, kita dapat berkolaborasi dalam berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, misalnya di wilayah Pulau Enggano, dengan menghadirkan inovasi dan teknologi tepat guna untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, Unib semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan kolaboratif dalam menjawab tantangan pembangunan, sekaligus berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di tingkat regional maupun nasional. Usai menandatangani MoU, Rektor Unib memberikan cindera mata kepada Kepala LLDKITI II yang diakhiri dengan sesi foto bersama. [Purna Herawan | Humas].