Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (FH Unib) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Pada ajang Lomba Essay Tingkat Nasional Forum Indonesia Muda (FIM²) Tahun 2026 yang digelar di Yogyakarta, 14–15 Februari 2026, tim FH Unib sukses meraih Gold Medal sekaligus Juara I.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Universitas Janabadra bekerja sama dengan Capai Cita. Dalam ajang tersebut, tim Universitas Bengkulu mampu menunjukkan kualitas gagasan dan argumentasi yang unggul di tengah persaingan ketat dari berbagai perguruan tinggi ternama dan institusi kedinasan di Indonesia.
Sejumlah kampus papan atas turut ambil bagian, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Universitas Brawijaya, Universitas Udayana, IPB University, Universitas Diponegoro, Telkom University, Universitas Hasanuddin, Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Sriwijaya.
Di tengah kompetisi yang diikuti 750 peserta dalam 317 tim dari 147 instansi dan 30 provinsi tersebut, tim FH Unib berhasil menembus 100 besar pada tahap seleksi awal—sebuah capaian yang menandai langkah impresif sejak awal kompetisi.
Pada tahap kedua, 100 tim terbaik mempresentasikan karya mereka secara langsung (offline) disertai sesi tanya jawab bersama dewan juri. Tim Universitas Bengkulu tampil meyakinkan dengan analisis yang tajam, struktur argumentasi yang sistematis, serta penyampaian yang komunikatif. Hasilnya, mereka keluar sebagai pemenang di bidangnya dan melaju ke babak final.
Babak final mempertemukan para juara dari delapan bidang lomba. Setiap tim mempresentasikan gagasan di hadapan ratusan peserta dan juri nasional. Pada tahap inilah kualitas ide, kedalaman analisis, serta performa presentasi menjadi faktor penentu. Tim FH Unib kembali tampil cemerlang hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara I Nasional.


Tim Mahasiswa FH Unib saat melakukan presentasi dan dinobatkan sebagai Juara I FIM 2 tahun 2026.(foto:ist)
Tim yang mengharumkan nama FH Unib terdiri dari Deo Alfajri (B1A024167), Nabil Selis Julian (B1A024170), dan Dewa Apriyansyah (B1A024171). Mereka didampingi dua dosen pembimbing, Kiki Amaliah, S.H., M.H dan Ilham Kurniawan Ardi, S.H., M.H.
Mengusung tema lomba tahun ini, “Membangun Generasi Inovatif untuk Masa Depan Berkelanjutan,” ketiga mahasiswa tersebut berhasil memadukan gagasan kreatif dengan pendekatan analitis berbasis hukum, sekaligus menawarkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan pembangunan generasi muda masa depan.

Simbol Kebanggaan Fakultas
Sebagai bentuk apresiasi dan rasa hormat, tim mahasiswa bersama dosen pembimbing menyerahkan piala dan sertifikat kemenangan kepada Dekan FH Unib, Dr. M. Yamani, S.H, M.Hum, serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Dr. Antory Royan, S.H, M.Hum.
Momen penyerahan tersebut menjadi simbol kebanggaan bersama sekaligus bukti kuatnya sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas dalam mendorong budaya akademik yang kompetitif dan inovatif.


Dekan FH Unib dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan sangat mengapresiasi keberhasilan Tim Mahasiswa di ajang FIM 2 tahun 2026.(foto:ist-kiki)
Dekan FH Unib, Dr. M. Yamani, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Bengkulu mampu bersaing secara setara, bahkan unggul, di tingkat nasional.
“Ke depan, pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Bengkulu untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif, meningkatkan kualitas akademik, dan aktif berpartisipasi dalam ajang nasional maupun internasional,” ujarnya.
Kemenangan ini menambah deretan prestasi Universitas Bengkulu di tingkat nasional, sekaligus memperkuat reputasi kampus sebagai ruang tumbuhnya generasi inovatif, kritis, dan berdaya saing tinggi. Dengan semangat kolaborasi dan kompetisi sehat, mahasiswa FH Unib kembali membuktikan bahwa dari Bengkulu, prestasi nasional dapat diraih dengan gemilang. [Laporan: Kiki Amaliah | Editor: Purna Herawan | Humas].