Universitas Bengkulu (Unib) tengah berduka. Salah satu mahasiswinya, Orlina Renata Klouw, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unib sekaligus peserta Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK) asal Papua, meninggal dunia pada Minggu sore (1/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di rumah kostnya yang berlokasi di Kelurahan Jalan Gedang, Kota Bengkulu.



Ketua Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) mengucapkan terima kasih atas perhatian pimpinan Unib dan pihak Kepolisian yang telah mengurus jenazah rekannya Orlina Renata Klouw.(foto:hms1)
Setelah melalui proses pemeriksaan serta pengurusan administrasi dan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu, jenazah almarhumah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Warbo, Kecamatan Sunook, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, melalui jalur udara. Proses pemulangan dilakukan pada Selasa siang (3/2/2026) melalui Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Prosesi pelepasan jenazah dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, SP, M.Sc, Ph.D. Acara berlangsung khidmat di halaman terminal kargo Bandara Fatmawati Soekarno, dan turut dihadiri pimpinan FKIP Unib, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi PGSD, Ketua dan anggota Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Unib, serta puluhan mahasiswa PGSD yang merupakan rekan satu angkatan dan sahabat almarhumah.



Rektor Unib Prof. Indra Cahyadinata melepas jenazah Orlina Renata Klouw untuk didoakan oleh Pendeta.(hms1)
Dalam prosesi tersebut, Rektor secara simbolis menyerahkan jenazah kepada Tim Pengantar Jenazah yang dikoordinir oleh Kepala Bagian Kemahasiswaan Unib, Andi Yudi Prayoga, MM, untuk selanjutnya diserahkan kepada Pendeta Aprian Sorry Marbun guna didoakan sesuai dengan agama dan kepercayaan almarhumah.
Suasana duka mendalam menyelimuti prosesi pelepasan. Raut kehilangan tampak jelas dari jajaran pimpinan Unib, anggota IMAPA, serta mahasiswa PGSD Unib. Semasa hidupnya, almarhumah Orlina Renata Klouw dikenal sebagai pribadi yang baik, cerdas, periang, dan mudah bergaul.
Ketua IMAPA Unib, Otis Hendrikson, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhumah. “Kami merasa sangat kehilangan karena almarhumah adalah pribadi yang periang dan bersahabat. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan kepergiannya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan seluruh pimpinan Unib, Dekan dan Ketua Prodi PGSD, Pemerintah Daerah, serta pihak Kepolisian yang telah membantu proses pemeriksaan dan pengurusan jenazah dengan baik,” ujarnya.



Pendeta Aprian Sorry Marbun memimpin doa untuk mengiringi kepergian Orlina Renata Klouw.(foto:hms1)
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Orlina Renata Klouw. Kepada Tim Pengantar Jenazah, Rektor berpesan agar menyampaikan salam duka dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta seluruh keluarga besar Universitas Bengkulu kepada pihak keluarga almarhumah di Papua.
“Kita semua mendoakan agar perjalanan Tim Pengantar Jenazah dan jenazah diberikan kelancaran hingga tiba di tujuan. Sampaikan salam duka dan belasungkawa kami, termasuk salam dari Bapak Menteri Diktisaintek, kepada keluarga dan orang tua almarhumah. Keluarga besar Universitas Bengkulu turut berduka atas peristiwa ini,” ujar Rektor.



Rektor Unib melepas dan menitipkan jenazah Renata ke Tim Pengantar hingga sampai di Papua.(hms1)
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa meninggalnya almarhumah disebabkan oleh kondisi kesehatan yang dialaminya. Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh mahasiswa agar tidak mengabaikan kesehatan selama menjalani perkuliahan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya adik-adik mahasiswa, agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Jika merasakan gejala sakit atau gangguan kesehatan, segera memeriksakan diri ke Klinik Unib, baik di kampus utama maupun Kampus Padang Harapan, atau fasilitas kesehatan lainnya di Kota Bengkulu. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tutup Prof. Indra.
Selamat jalan Ananda Orlina Renata Klouw. Doa dan belasungkawa seluruh sivitas akademika Universitas Bengkulu menyertai kepergianmu. [Purna Herawan | Humas].



Dengan duka mendalam, Rektor dan Wakil Rektor Unib, Dekan FKIP Unib, Ketua Prodi PGSD dan mahasiswa, serta para pengurus dan anggota IMAPA foto bersama di samping peti jenazah Orlina Renata Klouw.(foto:hms1)