Senat Universitas Bengkulu (Unib) menggelar rapat khusus untuk mendengarkan Paparan Kinerja 100 Hari Rektor Universitas Bengkulu Periode 2025–2029 dan Arah Menuju Keberlanjutan Institusi, Selasa (20/1/2025). Rapat yang berlangsung terbuka di Ruang Rapat III Gedung Rektorat Unib ini dipimpin langsung Ketua Senat Unib Prof. Dr. Herawan Sauni, S.H, M.S, didampingi Sekretaris Senat Prof. Dr. Drs. Mukhammad Farid, M.S.



Ketua Senat Unib didampingi Sekretaris Senat ketika membuka rapat “Paparan 100 Hari Kerja Rektor”.(foto:hms1)
Ketua Senat Unib, Prof. Herawan Sauni, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan inisiatif Rektor sebagai ruang konsolidasi dan transparansi tata kelola universitas. Meski tidak diatur secara normatif dalam regulasi, paparan kinerja 100 hari ini dinilai penting untuk membangun sinergi dan menyaring masukan strategis demi keberlanjutan Unib ke depan.
“Seratus hari kerja Rektor Prof. Indra Cahyadinata jatuh pada 15 Januari 2025. Namun karena padatnya agenda, rapat ini baru dapat dilaksanakan hari ini. Kami mengapresiasi inisiatif Rektor yang menjadikan forum Senat sebagai ruang terbuka untuk konsolidasi, berbagi gagasan, dan merumuskan langkah keberlanjutan institusi secara kolektif,” ujar Prof. Herawan saat membuka rapat.
Konsolidasi Awal Kepemimpinan 2025–2029
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si memaparkan arah kepemimpinan universitas yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola, mutu akademik, dan kinerja berdampak sebagai fondasi pengembangan Unib periode 2025–2029.



Rektor Prof. Indra Cahyadinata ketika memaparkan capaian 100 hari kerja dan arah keberlanjutan institusi.(hms1)
Menurut Rektor, 100 hari pertama dimaknai sebagai fase penataan awal sistem dan konsolidasi lintas bidang, agar seluruh kebijakan universitas bergerak dalam satu arah yang terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Seratus hari ini bukan sekadar soal capaian angka, tetapi bagaimana membangun sistem, menyatukan pola kerja, dan menyiapkan kapasitas institusi agar Unib tumbuh secara tertib, konsisten, dan berdampak dalam jangka menengah dan panjang,” tegas Prof. Indra.
Rektor menjelaskan, visi Unib 2025–2029 diarahkan pada terwujudnya kampus unggul yang berdampak nyata bagi masyarakat, melalui pendidikan berkualitas, riset bermanfaat, serta pengabdian yang memberdayakan, dengan orientasi mendukung Indonesia yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.
Paparan Wakil Rektor: Kerja Bersama Lintas Bidang
Paparan Rektor kemudian dilanjutkan secara bergantian oleh para Wakil Rektor. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, memaparkan capaian dan strategi penguatan mutu akademik, termasuk percepatan akreditasi program studi unggul, reformasi dokumen akademik internasional, serta penataan sistem akademik dan pascasarjana.




Empat Wakil Rektor secara bergantian memaparkan capain 100 kerja di bidangnya masing-masing.(foto:hms1)
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si, menekankan pentingnya stabilitas fiskal, kepatuhan tata kelola keuangan, serta peningkatan kesejahteraan SDM. Dalam 100 hari pertama, Unib telah menuntaskan berbagai temuan Irjen dan BPK, menata regulasi keuangan internal, serta memastikan pembayaran remunerasi dosen dan tenaga kependidikan dilakukan rutin setiap bulan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, menyampaikan bahwa prestasi mahasiswa menjadi indikator utama mutu pembinaan kemahasiswaan. Dalam 100 hari, capaian prestasi mahasiswa telah mencapai 54 persen dari target tahunan, disertai penguatan layanan karier, sertifikasi, serta aktivasi jejaring alumni.
Adapun Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D, memaparkan arah penguatan pendanaan, infrastruktur, dan internasionalisasi Unib. Target strategis meliputi peningkatan peringkat Webometrics, UI GreenMetric, dan QS Asia, serta pengembangan fasilitas pembelajaran digital, laboratorium terpadu, hingga penguatan kerja sama nasional dan internasional.
Capaian Nyata 100 Hari
Dalam ringkasan capaian 100 hari, Rektor menyampaikan sejumlah hasil konkret, di antaranya peningkatan prestasi mahasiswa, penataan legalitas aset universitas, percepatan akreditasi program studi, penguatan kerja sama strategis, serta perbaikan tata kelola keuangan dan SDM.
Selain itu, Unib juga mulai menyiapkan fondasi kampus berkelanjutan melalui pengajuan proposal revitalisasi, SBSN, dan pengembangan fasilitas pendukung SDGs, serta penguatan peran mahasiswa melalui KKN Tematik berbasis kebutuhan masyarakat dan kebencanaan.





Slideshow rincian capaian nyata 100 hari kerja masa kepemimpinan Rektor Unib 2025-2029.(foto:ist)
Peran Senat dan Arah Ke Depan
Menutup rapat, Rektor menegaskan pentingnya peran Senat Universitas sebagai mitra strategis dalam menjaga legitimasi kebijakan, pengesahan regulasi, serta kesinambungan program pengembangan institusi.
“Dari 100 hari ini, Unib memasuki fase akselerasi 2026–2029. Fokus kita ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan, memperkuat sistem yang telah dibenahi, dan memastikan setiap langkah pembangunan universitas memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat,” pungkas Prof. Indra.
Rapat Senat ini menjadi penanda komitmen kepemimpinan Universitas Bengkulu untuk mengawal perubahan secara terbuka, terukur, dan berkelanjutan, menuju Unib yang semakin unggul dan berdampak. [Purna Herawan | Humas].