Sebagai tindak lanjut dari pembentukan Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA-BK) Universitas Bengkulu pada Juli 2025, universitas menggelar Lokakarya Penyusunan Visi, Misi, Tujuan, Nilai, Prinsip, serta Alur Layanan Bimbingan dan Konseling. Kegiatan ini berlangsung pada 26 November 2025 di Gedung Rektorat Universitas Bengkulu secara hybrid.

Lokakarya yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini menjadi langkah strategis dalam menyusun arah kelembagaan sekaligus merumuskan standar operasional layanan konseling yang profesional, komprehensif, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.
Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si, membuka kegiatan sekaligus mengapresiasi komitmen UPA-BK dalam mengembangkan layanan konseling yang lebih terstruktur.
“UPA-BK harus menjadi layanan yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Kehadiran sistem layanan yang kuat sangat penting untuk memperkuat kesejahteraan akademika Universitas Bengkulu,” ujarnya.



Rektor Unib ketika menyampaikan arahan dan Ketua Senat ikut memberikan masukan terhadap penyusunan visi-misi dan alur layanan konseling UPA-BK Unib.(foto:ist-yes)
Lokakarya dihadiri sekitar 30 peserta, termasuk para Wakil Rektor, Ketua Senat Universitas, pimpinan biro, perwakilan unit layanan kampus, dosen lintas fakultas, Tim Bantuan Hukum Unib, Ketua SPI, Ketua LPMPP, Satgas PPKTK, Kepala ULD, pengelola laboratorium terkait, serta perwakilan Presiden dan Pengurus BEM Universitas.
Kepala UPA-BK Unib, Yessilia Osira, M.P, menegaskan bahwa penyusunan sistem layanan yang terstandar merupakan fondasi penting bagi operasional UPA-BK ke depan. “UPA-BK bukan hanya tempat menyampaikan keluhan. Ini adalah ruang tumbuh bersama untuk membangun ketahanan diri, kesejahteraan psikososial, dan keberfungsian sosial. Layanan konseling harus menjadi bagian integral dari sistem pendukung akademik kampus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa alur layanan, instrumen asesmen, serta SOP yang sedang difinalisasi akan menjadi pedoman utama dalam memastikan setiap layanan berjalan profesional, aman, dan mengedepankan kerahasiaan.
Sesi pertama lokakarya dipandu oleh Koordinator Divisi Pengembangan, Ilsya Hayadi, S.E, M.B.A, yang menyampaikan materi mengenai penyusunan visi, misi, tujuan, nilai, dan prinsip UPA-BK. Sesi ini mengarahkan peserta untuk menyepakati identitas kelembagaan UPA-BK sebagai unit yang berperan penting dalam mendukung kesejahteraan psikososial mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.



Foto bersama Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumber Daya, bersama Kepala Biro dan peserta lokakarya, serta penyampaian materi draf visi-misi dan bahan luaran lainnya.(foto:ist-yes)
Pada sesi siang, Koordinator Divisi Bimbingan dan Konseling, Rosi L. Vini Siregar, S.Sos, M.Kesos, memaparkan alur pelayanan, instrumen asesmen, serta standar operasional prosedur (SOP) UPA-BK. Materi tersebut mencakup: proses penerimaan awal klien, asesmen awal dan lanjutan, perencanaan dan pelaksanaan intervensi, monitoring dan evaluasi, terminasi layanan, dan mekanisme rujukan (referral). Penyusunan alur dan SOP ini diproyeksikan menjadi standar baku layanan konseling di lingkungan Universitas Bengkulu.
Lokakarya juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit kampus, transparansi tahapan layanan, serta intensifikasi sosialisasi program melalui berbagai kanal informasi universitas.
Beberapa keluaran yang diharapkan dari lokakarya ini antara lain: Finalisasi visi, misi, tujuan, nilai, dan prinsip UPA-BK, serta penyelarasan instrumen asesmen, intervensi, dan tindak lanjut. Kemudian terciptanya rumusan SOP layanan bimbingan dan konseling, tersusunnya alur dan durasi waktu layanan pada tiap tahapan, serta terjadi penguatan kemitraan layanan dengan unit-unit pendukung kampus.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif dan partisipatif hingga akhir. Dengan tersusunnya pedoman kelembagaan dan alur layanan yang lebih komprehensif, UPA-BK Universitas Bengkulu kini semakin siap hadir sebagai sistem pendukung psikososial yang profesional dan sistematis.
Inisiatif ini diharapkan semakin memperkokoh komitmen Universitas Bengkulu dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, inklusif, dan mendukung perkembangan akademik maupun non-akademik seluruh sivitas akademika. [Laporan: Yessi | Editor: Purna Herawan | Humas].