UNIVERSITAS BENGKULU

Universitas Bengkulu (Unib) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pembinaan mahasiswa yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya prestasi dan kontribusi nyata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pendampingan Prestasi Mahasiswa KIP-K Unib Tahun 2026 yang secara resmi dibuka melalui kegiatan Pengarahan dan Pembukaan Program Pendampingan Prestasi Mahasiswa KIP-K di Gedung Serbaguna Universitas Bengkulu, Sabtu (22/8).

Ketua Panitia Lisa Martiah Nila Puspita dan Bagian Kemahasiswaan Martha Marstiza, saat menyampaikan tujuan dan manfaat kegiatan, serta ketentuan teknis tentang KIP-K.(foto:ist-pan)

Sebanyak 616 mahasiswa Unib penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) Tahun 2026 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan pengarahan mengenai hak dan kewajiban sebagai penerima KIP-K, tetapi juga dibekali motivasi dan pemahaman untuk mengenali potensi diri, mengembangkan kemampuan, serta menentukan bidang prestasi yang sesuai dengan kekuatan masing-masing.

Kegiatan ini dihadiri para Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari seluruh fakultas di lingkungan Unib, Plt. Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unib Andi Yudi Prayoga, S.Kom, M.M, serta Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Diddona Usroty Azja, S.Si.

Mengusung konsep KIP-Partner in Academic, program ini dirancang sebagai ruang pendampingan yang membantu mahasiswa KIP-K bertumbuh secara lebih terarah. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan prestasi nonakademik sesuai minat, bakat, keterampilan, dan keunikan masing-masing.

Ketua Panitia, Lisa Martiah Nila Puspita, S.E, M.Si, Ak, CA, dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan program sekaligus pentingnya pembinaan prestasi bagi mahasiswa penerima KIP-K. Setelah itu, bidang kemahasiswaan memberikan pengarahan mengenai ketentuan penerimaan KIP-K Unib Tahun 2026 yang disampaikan oleh Martha Marstiza, S.E.

Pesan utama kegiatan disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unib, Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D, yang memberikan materi sekaligus motivasi tentang pentingnya membangun prestasi sejak menjadi mahasiswa.

WR 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, memberikan pengarahan dan motivasi kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa KIP-K 2026.(foto:ist-pan)

Di hadapan ratusan mahasiswa penerima KIP-K, Prof. Agustin menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi melalui dukungan negara harus dijawab dengan kesungguhan, kerja keras, dan prestasi.

“Negara telah memberikan bantuan pendidikan kepada kalian. Sekarang saatnya kesempatan ini dijawab dengan kontribusi. Jadikan pendidikan yang kalian terima sebagai jalan untuk memberikan kembali sesuatu bagi negara dan Universitas Bengkulu, salah satunya melalui prestasi,” ujarnya.

Menurut Prof. Agustin, setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berprestasi, tetapi jalur pencapaiannya tidak harus seragam. Setiap individu memiliki potensi, minat, karakter, dan kekuatan yang berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu terlebih dahulu mengenali dirinya sendiri sebelum menentukan bidang yang ingin dikembangkan.

“Tidak harus semua menjadi juara di bidang yang sama. Kenali apa kekuatan kalian, kemudian kembangkan secara serius. Ketika potensi itu ditemukan dan diasah secara konsisten, di situlah prestasi dapat tumbuh,” pesannya.

WR 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Agustin Zarkani, menekankan pentingnya para mahasiswa penerima KIP-K meraih prestasi sejak di bangku kuliah.(foto:ist-pan)

Ia menjelaskan, prestasi mahasiswa dapat dibangun melalui berbagai jalur. Dalam bidang akademik, prestasi dapat tercermin melalui proses pembelajaran, capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), maupun penyelesaian studi secara baik dan tepat waktu. Sementara itu, prestasi nonakademik dapat dikembangkan melalui organisasi, seni, olahraga, karya tulis, penelitian, kewirausahaan, kompetisi, maupun berbagai aktivitas pengembangan diri lainnya.

Karena itu, mahasiswa KIP-K didorong untuk tidak membatasi definisi prestasi hanya pada capaian akademik. Kampus menyediakan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan keunggulan masing-masing.

Prof. Agustin juga mengingatkan bahwa proses meraih prestasi membutuhkan ketekunan dan konsistensi. Potensi tidak akan otomatis menjadi prestasi tanpa proses belajar, latihan, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

“Yang penting bukan membandingkan diri dengan orang lain, tetapi bagaimana setiap mahasiswa dapat menjadi versi terbaik dari dirinya. Pilih bidang yang sesuai dengan potensi, bangun fokus, dan kembangkan secara konsisten,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting bagi 616 mahasiswa KIP-K yang mengikuti program pendampingan. Sebagai penerima dukungan pendidikan dari negara, mereka diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut bukan hanya untuk menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga membangun kapasitas diri dan menghasilkan prestasi yang dapat dibanggakan.

Foto bersama WR 3 Unib, para Wakil Dekan 3 dan para dosen pendamping dengan ratusan mahasiswa penerima beasiswa KIP-K tahun 2026.(foto:ist-pan)

Setelah sesi motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan teknis mengenai pelaksanaan Program Pendampingan Prestasi Mahasiswa KIP-K Tahun 2026. Penjelasan mengenai mekanisme dan tahapan pelaksanaan program disampaikan oleh Dr. Natsir Habibullah, S.T, M.T.

Program pendampingan ini juga melibatkan pendamping dari masing-masing fakultas. Kehadiran para pendamping diharapkan menjadi penguat ekosistem pembinaan prestasi di tingkat fakultas, sehingga mahasiswa memperoleh dukungan yang lebih dekat dengan lingkungan akademik, bidang studi, serta potensi yang ingin dikembangkan.

Melalui program ini, Unib ingin memastikan bahwa penerima KIP-K tidak hanya mendapatkan akses terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga memperoleh ruang untuk berkembang, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Lebih jauh, dukungan pendidikan dari negara diharapkan dapat melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki kompetensi, integritas, kemandirian, dan prestasi. Pada akhirnya, keberhasilan mereka tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi kepada masyarakat, bangsa, negara, dan almamater. [Laporan: Agustin | Editor: Purna Herawan | Humas].