UNIVERSITAS BENGKULU

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Bengkulu terus berjalan dengan tertib. Memasuki sesi ketiga pada hari kedua, Rabu (22/4/2026), tercatat sebanyak 43 peserta dinyatakan gugur secara otomatis karena tidak hadir. Panitia pun kembali mengingatkan seluruh peserta agar mematuhi jadwal dan ketentuan, termasuk tertib dalam mengikuti arus lalu lintas di lingkungan kampus.

Korlap UTBK-SNBT, Yessilia Osira, ketika memaparkan teknis pelaksanaan tes saat rapat Monitoring dan Evaluasi bersama Rektor dan pimpinan lembaga selingkung Unib lainnya.(foto:hms1)

Koordinator Lapangan (Korlap) UTBK-SNBT Unib, Yessilia Osira, S.Sos, MP menjelaskan bahwa peserta yang tidak hadir atau datang melewati batas waktu toleransi dipastikan tidak dapat mengikuti ujian. Oleh karena itu, panitia secara intensif mengimbau peserta melalui berbagai kanal informasi, baik media sosial maupun papan pengumuman di lokasi ujian, agar hadir minimal satu jam sebelum sesi dimulai.

“Pada hari pertama, Selasa (21/4/2026), terdapat 27 peserta yang tidak hadir, terdiri dari 14 orang pada sesi pertama dan 13 orang pada sesi kedua. Sementara pada hari kedua ini, di sesi pagi atau sesi ketiga, tercatat 16 peserta tidak hadir. Total hingga saat ini sebanyak 43 peserta dinyatakan gugur,” ujar Yessilia.

Hingga hari kedua, pelaksanaan UTBK-SNBT di Unib berjalan tertib dan lancar.(foto:hms1)

Secara nasional, UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Unib. Tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti ujian di Unib mencapai 10.401 orang, yang dijadwalkan dalam 20 sesi selama 10 hari pelaksanaan hingga 30 April 2026. Setiap harinya, ujian dibagi dalam dua sesi dengan jumlah peserta sekitar 520 orang per sesi.

Pengaturan Akses Masuk dan Keluar Kampus

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, panitia telah menyiapkan pengaturan lalu lintas di dalam kampus. Seluruh peserta diarahkan menggunakan satu jalur akses masuk dan keluar melalui gerbang Unib di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Beringin Raya, tepatnya di area lapangan basket/voli depan Gedung Pascasarjana Fakultas Hukum atau Auditorium Gedung C.

Denah lokasi dan himbauan bagi peserta UTBK agar mematuhi aturan lalu lintas dalam kampus.(ist-flayer-hms)

Adapun lokasi ujian UTBK-SNBT di Unib tersebar di delapan titik dengan total 16 ruang ujian, meliputi Laboratorium Komputer gedung UPA TIK, Laboratorium Pembelajaran FKIP, Gedung Perpustakaan, Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik, ruang komputer gedung FKIK, Gedung S FEB, serta ruang komputer Gedung Moot Court Fakultas Hukum.

Yessilia menambahkan, kepadatan lalu lintas dalam kampus diperkirakan meningkat pada waktu-waktu tertentu, salah satunya pada Sabtu (25/4/2026) yang bertepatan dengan kegiatan wisuda Universitas Bengkulu. Karena itu, penerapan satu jalur akses masuk dan keluar menjadi langkah strategis untuk mengurai potensi kemacetan.

Selain itu, panitia juga mengimbau peserta agar tidak berkerumun sebelum maupun setelah ujian, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Peserta yang membawa kendaraan diminta memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah ditentukan.

“Khusus peserta ujian tanggal 25 April, baik sesi pagi maupun siang, yang mengikuti ujian di Gedung UPA TIK, diarahkan untuk memarkir kendaraan di area UPA Perpustakaan. Jika mengalami kendala, peserta dapat langsung berkoordinasi dengan petugas keamanan di setiap gerbang kampus,” pungkasnya. [Purna Herawan | Humas].