Universitas Bengkulu (Unib) kembali menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Barat 2026. Ujian yang merupakan tahapan penting dalam proses seleksi mahasiswa baru jalur mandiri tersebut dilaksanakan secara serentak di 27 perguruan tinggi negeri anggota Konsorsium Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat, mulai Rabu hingga Jumat, 17–19 Juni 2026.

Sebagai salah satu jalur seleksi yang diminati calon mahasiswa, UTBK SMMPTN Barat menjadi penentu utama bagi peserta untuk memperoleh kesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri pilihannya. Melalui seleksi ini, peserta dapat bersaing untuk memperebutkan kursi pada lebih dari seribu program studi yang tersedia di 27 PTN anggota konsorsium.
Adapun perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium BKS-PTN Barat 2026 meliputi Universitas Syiah Kuala, Universitas Bengkulu, Universitas Jambi, Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Universitas Palangka Raya, Universitas Malikussaleh, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Bangka Belitung, Universitas Teuku Umar, Institut Teknologi Sumatera, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Universitas Samudra, Universitas Riau, Universitas Siliwangi, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Universitas Islam Negeri Syahada Padangsidimpuan, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta, Universitas Singaperbangsa Karawang, UIN Imam Bonjol Padang, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Universitas Sriwijaya, Universitas Lampung, dan Universitas Tanjungpura.
Materi ujian yang diujikan dalam UTBK SMMPTN Barat terdiri atas Tes Potensi Skolastik (TPS) serta Tes Literasi yang mencakup Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
Ketua Panitia Lokal SMMPTN Barat Unib yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M, melalui Humas Panitia Lokal Unib, Iqbal Rahmat Gani, M.Kesos, menjelaskan bahwa pelaksanaan UTBK SMMPTN Barat di Unib diikuti sebanyak 2.015 peserta. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.170 peserta.
“Pada hari pertama ujian diikuti 820 peserta, hari kedua sebanyak 640 peserta, dan hari ketiga sebanyak 555 peserta,” ujar Iqbal.

Pelaksanaan UTBK SNBT di ruang laboratorium Sistem Informasi Fakultas Teknik Unib. Foto hanya ilustrasi dan tidak terkait dengan berita ini.(hms1)
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan ujian, panitia menyiapkan lima lokasi ujian yang tersebar di lingkungan kampus Unib. Lokasi tersebut meliputi tiga ruang di Laboratorium TIK, tiga ruang di UPA TIK, dua ruang di Gedung Perpustakaan, dua ruang di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, serta dua ruang di Laboratorium Sistem Informasi Fakultas Teknik.
Setiap peserta menempati komputer dan tempat duduk yang telah ditentukan panitia. Dalam satu ruang ujian terdapat antara 20 hingga 40 peserta, dengan fasilitas dan pengawasan yang telah disiapkan sesuai standar pelaksanaan UTBK.
Pelaksanaan ujian berlangsung dalam dua sesi setiap hari, yaitu sesi pagi dan sesi siang, sehingga total terdapat enam sesi ujian selama tiga hari. Pada sesi pertama, kedua dan sesi kelima, masing-masing diikuti 410 peserta. Kemudian untuk sesi ketiga diikuti 350 peserta, sesi keempat 290 peserta, dan sesi keenam 145 peserta.
Iqbal menjelaskan, untuk menjamin kelancaran dan kredibilitas pelaksanaan seleksi, panitia melibatkan dosen dan tenaga kependidikan yang berpengalaman serta memiliki integritas tinggi. Mereka bertugas sebagai Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Wakil PJL, Penanggung Jawab Ruang (PJR), pengawas, maupun teknisi ruang.
Selain itu, berbagai langkah antisipatif juga dilakukan guna mencegah terjadinya kecurangan selama ujian berlangsung. Seluruh pengawas telah mengikuti pembekalan khusus (coaching) yang membahas pola-pola kecurangan yang berpotensi terjadi, sekaligus prosedur penanganannya sesuai standar operasional yang berlaku.
“Para pengawas telah dibekali pemahaman mengenai berbagai modus kecurangan yang mungkin terjadi selama ujian, termasuk langkah-langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan indikasi pelanggaran,” jelasnya.
Pengawasan juga diperkuat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan langsung oleh pimpinan Universitas Bengkulu bersama pengawas eksternal. Rektor, para Wakil Rektor, dekan, dan pimpinan unit kerja terkait dijadwalkan turun langsung ke lokasi ujian untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan prinsip transparansi.
“Pak Rektor bersama para Wakil Rektor, dekan, dan pimpinan lainnya akan melakukan monitoring langsung ke lokasi pelaksanaan UTBK untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus memastikan langkah-langkah pengawasan terhadap potensi kecurangan telah dilaksanakan secara optimal,” tutur Iqbal.
Ia menambahkan, hasil seleksi SMMPTN Barat 2026 akan diumumkan pada 30 Juni 2026 pukul 16.00 WIB melalui laman utama: pengumuman.smmptnbarat.id serta laman mirror yang tersedia pada website resmi masing-masing perguruan tinggi peserta konsorsium.
Melalui pelaksanaan UTBK yang tertib, transparan, dan berintegritas, Universitas Bengkulu berharap proses seleksi mahasiswa baru jalur mandiri tahun ini dapat menghasilkan calon mahasiswa terbaik yang siap menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. [Purna Herawan | Humas].