.
Home » Berita Utama » Puncak Dies Natalis ke-33 UNIB : Sarasehan Bersama “Empat Rektor”
Puncak Dies Natalis ke-33 UNIB : Sarasehan Bersama “Empat Rektor”

Puncak Dies Natalis ke-33 UNIB : Sarasehan Bersama “Empat Rektor”

ACARA puncak peringatan dies natalis ke-33 UNIB tahun ini berbeda dan lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, rangkaian acara yang berlangsung pagi dan sore Jumat (24/4/2015) di gedung rektorat, dihadiri langsung oleh “Empat Rektor” UNIB dari masa ke masa.

Empat Rektor UNIB itu yaitu Prof. Dr. Ir. Soekotjo yang menjabat Rektor periode 1986-1990, Prof. Dr. Zulkifli Husin, SE, M.Sc sebagi Rektor periode 1995-2005, Prof. Ir. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D Rektor pada periode 2005-2013, dan Rektor UNIB periode sekarang Dr. Ridwan Nurazi, SE, M.Sc.

Pada Jumat pagi pukul 09.00 – 11.30 WIB di ruang rapat utama gedung rektorat, “Empat Rektor” sama-sama mengikuti Rapat Paripurna Terbuka Senat Universitas Bengkulu dengan agenda mendengarkan pidato rektor UNIB dan orasi ilmiah Rektor ITB Prof. Kadarsyah Suryadi. Kemudian Jumat sore pukul 14.00 – 17.00 WIB di hall rektorat, “Empat Rektor” menjadi narasumber sarasehan dengan tema “Membangun UNIB dari Masa ke Masa.”

Acara sarasehan yang penuh keakraban dan kekeluargaan itu diawali kata sambutan dari Rektor Dr. Ridwan Nurazi yang menegaskan bahwa dalam upaya mewujudkan cita-cita sesuai visi dan misi, saat ini UNIB sudah on the track.

_MG_3911

Melalui acara silahturahmi dan sarasehan yang penuh makna dan bersejarah ini, diharapkan dapat memberikan motivasi, masukan, saran dan ide-ide brilian dalam membangun UNIB ke depan guna mendorong terwujudnya UNIB sebagai world class university pada 2025.

“Kita sudah sama-sama mengetahui dan memahami kondisi UNIB saat ini, menurut saya UNIB sudah on the track, tinggal bagaimana upaya kita ke depan untuk sama-sama mewujudkan visi institusi sebagai perguruan tinggi kelas dunia atau world class university,” ujarnya.

Dikatakan Dr. Ridwan Nurazi, berbagai kemajuan dan keberhasilan UNIB selama ini tidak terlepas dari usaha, perjuangan dan dedikasi serta kontribusi nyata dari para Rektor dan para pemimpin UNIB terdahulu. “Hari ini mereka hadir di tengah-tengah kita, ada Prof. Soekotjo, Prof. Zulkifli dan Prof. Zainal beserta para Wakil Rektor terdahulu. Mereka ini adalah Rektor UNIB, Saya melanjutkannya,” ujarnya seraya bergurau.

Usai sambutan Rektor Dr. Ridwan Nurazi, acara sarasehan itu diselingi penampilan drama musikal yang ditampilkan para mahasiswa yang tergabung dalam UKM UNIB. Baru kemudian MC sekaligus moderator kawakan Unib Dr. Syahrial, M.Pd yang juga Kepala UPT Bahasa memimpin jalannya diskusi dengan memberikan kesempatan kepada Prof. Soekotjo, Prof. Zulkifli dan Prof. Zainal untuk menyampaikan testimoni dan buah pikirnya terhadap upaya memajukan UNIB ke depan.

Setelah diberikan kesempatan oleh moderator, meskipun usianya sudah lanjut, Prof. Soekotjo tampak bersemangat memaparkan slide show yang berisi ide-ide cemerlangnya. Begitupun Prof. Zulkifli, dan Prof. Zainal, mereka seakan berlomba memberi paparan terbaik. Ini menandakan, meskipun status Rektor sudah lama ditinggalkan namun mereka tetap memikirkan agar UNIB lebih maju ke depannya.

_MG_3930

Menurut Prof. Soekotjo, setidaknya ada tiga langkah untuk memajukan UNIB ke depan, yaitu pertama harus memahami status UNIB terutama dari segi tenaga pengajarnya dan karya yang telah dihasilkan. Kedua, harus memahami potensi sumber daya alam Bengkulu, dan langkah ketiga yaitu harus memahami program pemerintah.

“Ketiga langkah ini saling keterkaitan dan saling mendukung satu sama lainnya. Kita harus memahami dulu kondisi SDM kita, kemudian memahami potensi SDA Bengkulu dan melihat keterpaduan dengan program pemerintah. Bila ketiga hal ini tidak bersinergi, maka akan sulit bagi UNIB untuk maju, begitupun sebaliknya,” ujarnya.

Dengan mengamati kondisi yang ada lanjut Prof. Soekotjo, ke depan dirinya mengusulkan beberpa alternatif program untuk dikembangkan, seperti sektor pariwisata yang terkonsep. Dirinya membayangkan, sambil menikmati keindahan Pantai Panjang wisatawan Jepang disuguhkan makanan khas bangsawan Jepang yaitu Konyaku, Odeng atau Porang, kemudian disuguhi atraksi kesenian dan ketika pulang mereka membawa oleh-oleh tepung Konyaku (Glukomanan).

Dari bandara menuju hotel tempat menginap, wisatawan Jepang dengan mudah bisa melihat tanaman Porang di pinggir jalan dan program jangka panjang akan lebih menarik kalau para wisatawan Jepang itu ditunjukkan pabrik pengolahan tepung Konyaku.

Selain itu objek wisata bisa dilengkapi dengan pusat aneka ragam tanaman yang didalamnya ada Bunga Rafflesia, pusat koleksi dan riset produksi varietas Anggrek, serta pusat kebun buah tropik.

“Untuk mewujudkan impian itu, dapat diawali dengan mendorong peningkatan kapasitas, inovasi dan prospektif staf UNIB, kemudian membangun kemitraan serta melakukan kolaborasi program dengan pihak-pihak terkait,” papar Prof. Soekotjo.

Sementara itu, Prof. Zulkifli Husin memaparkan kilas balik pembangunan UNIB sejak 1995 hingga 2005. “Jumlah mahasiswa UNIB pada 1995 baru 4000 orang, dosen pasca 55 %, jumlah fakultas ada 5, IPK mahasiswa rata-rata 2,5 dengan lama tamat rata-rata 6 tahun lebih dan kondisi anggaran defisit,” ujarnya mengkisahkan.

Kemudian setelah melakukan sejumlah program strategis, pada tahun 2005 jumlah mahasiswa sudah mencapai 9000 orang, dosen pasca 80 %, jumlah fakultas sudah 6, IPK rata-rata 3 dengan rata-rata lama tamat 5 tahun, dan UNIB sudah memiliki 4 Program Studi Pascasarjana dengan akreditasi rata-rata B.

Selain itu, juga dilakukan improvement fasilitas fisik seperti gedung laboratorium dan Puskom, dan improvment kualitas dengan mengirim dosen tugas belajar ke luar negeri, serta melakukan improvment sistem akademik dan sistem administrasi.

“Waktu itu kita membenahi dan meningkatkan kualitas program S1, setelah itu baru membuka program pascasarjana. Saya menyebutnya masa-masa itu adalah masa Take Off UNIB. Nah, sekarang ini UNIB masuk tahap Maturity atau pengembangan lanjutan,” ujarnya.

_MG_3959

Untuk pengembangan UNIB ke depan, diharapkan mampu membaca peluang dan arah perkembangan peminatan masyarakat. Oleh sebab itu, berdasarkan pengamatan kecenderungan yang ada, Prof. Zulkifli mengusulkan agar ke depan UNIB membuka program S2 Ekonomi Syariah, S3 Akuntansi, S2 Psikologi, S1 dan S2 Kemaritiman, dan meningkatkan program Bahasa Inggris.

Terakhir paparan dilakukan Prof. Zainal Muktamar. Rektor Unib periode 2005-2013 itu menyarankan untuk mendorong terwujudkan UNIB sebagai world class university, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan diimplemenatasikan, antara lain peningkatan komitmen dan kesadaran individual untuk menuju world class university.

Kemudian, mengintensifkan dan meningkatkan eksistensi jaringan kerjasama internasional seperti RENPER dan Indian Ocean Academic Forum (IOAF), meningkatkan kualitas program kerjasama internasional, meningkatkan kualitas proses pembelajaran dengan menerapkan aktive learning, menawarkan kelas internasional, twin program, dan sandwich program serta memperbanyak publikasi internasional, demikian Prof. Zainal.

_MG_3981

Pantauan Tim Humas UNIB, acara sarasehan itu disambut antusias oleh para dekan, para dosen, staf karyawan, serta perwakilan mahasiswa yang hadir. Acara diakhiri dengan foto bersama. Terlihat para dosen, staf dan karyawan rebutan untuk berfoto bersama dengan para Rektor UNIB dari masa ke masa itu. Dirgahayu ke 33 Universitas Bengkulu ! [humas1]

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates